
Kedua perempuan cantik walaupun berbeda generasi, usia mereka tetap kompak. Esha yang notabenenya sangat manja tidak mau beralih sedikit pun dari Bundanya, Bunda baik yang selalu menyayangi dirinya Esha sepenuh hati dan jiwa raganya.
"Nda asih malah ama Elca,"
Tutur Esha mendongakkan kepalanya untuk menatap manik matanya Bunda Naya. Esha menanti jawaban sang Bunda, atas tutur katanya.
"Naya menggeleng, enggak sayang! Bunda terlalu sayang banget sama dedek Esha membuat Bunda tidak bisa marah sama putri cantiknya Bunda." sahut Naya menghadiahi kecupan bertubi-tubi di hidung mancung nya Esha.
"Benelan Nda ndak malah ma Elca?"
tanya Esha memastikan jawaban Bundanya.. karena Esha terlalu takut kalau Bundanya marah dirinya enggak di pok-pok dan di bacain dongeng setiap mau tidur.
"Enggak sayang, kamu sangat berarti untuk Bunda." jawab Naya memeluk tubuh putrinya sangat erat.
Mereka larut dalam pelukan mesra, Esha menempel banget dengan sang Bunda. Padahal tiap hari mereka bertemu, berpelukan terkadang Esha juga bibi bareng sama Papa dan Bunda.
*****
__ADS_1
Setelah menidurkan Esha di kamarnya, Naya beralih ke kamar my twins yang bersebelahan langsung dengan kamar putri bungsunya.
Pintu kamar pun Naya buka pelan, supaya tidak mengganggu putra kembarnya yang mungkin masih belajar atau malah sudah tidur duluan.
Naya melolong kan kepalanya untuk melihat yang ada di dalam, senyum nya langsung lebar melihat keduanya sangat nyaman dalam bobok nya.
Setelah merapikan selimut putranya, mematikan lampu tidurnya Naya beralih merapikan barang-barang yang berceceran pada tempatnya.
"Sweet dream sayang-sayang nya Bunda."
Naya mengecup kening putranya sangat mesra, kecupan sayang dan cintanya untuk pelita hatinya.
*****
Tama sedang menunggu sang istri yang melihat kamar anak-anak nya, sembari berselancar di dunia pekerjaan terutama memeriksa email yang masuk ke email nya. Sudut bibirnya tersenyum melihat akun sosial media nya, terutama akun sang istri hanya ada foto anak-anak yang di unggah di akun Instagram.
Kleekk....
__ADS_1
"Mas kog senyum-senyum, kenapa?"
tanya Naya penuh dengan kecurigaan, di karenakan sang suami senyum-senyum sendiri tanpa jelas meskipun memandangi ponsel di tangannya.
"Ini lihat kamu dan anak-anak di akun Instagram, lihat anak-anak bawaannya ingin senyum terus dengan tingkah lakunya yang tidak bisa diam." Tutur Tama memperlihatkan apa yang dilihatnya kepada sang istri, biar sang istri percaya bahwa yang di ucapkan nya adalah benar.
Naya sudah berada di ranjang yang sama dengan kepalanya bersandar di dada bidang suaminya. Tangan Naya nakal mulai memainkan benda keramat yang sudah nampak menyembul di balik celana.
Dua ekor matanya terus saja memandangi ekspresi wajah sang suami yang sudah merem melek, suaranya seperti sedang tertahan sesuatu membuat Naya ingin tertawa terbahak-bahak. Ekspresi wajah suaminya membuat Naya semakin berani memainkan benda keramat Itu.
"Sssstttt.. Ahkhh..." suara desisan seperti orang kepedasan semakin membangkitkan jiwa mudanya.
Saking tidak tahannya Tama sudah membalikkan keadaan, tubuh sang isteri sudah di tindih nya di bawa kungkungan tubuhnya yang notabenenya sangat besar, dan sixpack.
Tidak ada ampun untuk sang istri yang sudah berani menggoda nya, meskipun hanya godaan tangan nakalnya mampu membuat Tama kelimpungan untuk mencari sarang burung nya. Lama tak masuk sarangnya membuat Tama buru-buru ingin segera menerkam mangsanya .
Tanpa kata Tama langsung memasukkan burung gagak nya di dalam sarang sang istri, meskipun sedikit perih akibat permainan kasarnya tetapi mampu membuat sensasi yang berbeda.
__ADS_1
Semangat jiwa mudanya terus saja berkobar-kobar memainkan milik sang istri, nampak sekali ranum nya gundukan melon di tengah dada nya. Semakin membuat Naya belingsat merasakan sensasi enak-enak, perih, nikmat menjadi satu itupun sulit untuk mereka sebutkan saking enaknya permainan.
Genjotan Tama seakan tidak mau berhenti, sampai tubuh sang isteri yang terlonjak-lonjak keatas menampilkan benda ranum yang mengunggah seleranya, jiwa Bundanya langsung On.