Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 187


__ADS_3

Selamat membaca.


Happy reading.


Sampai di rumah sakit tepatnya di parkiran, jantung Naya bekerja sangat cepat. Rasa dag dig dug masih terasa di kala posisi menunggu harap-harap cemas, untuk keluar dari persembunyian mobil mewahnya.


"Mas aku kog gugup, jantungku juga dag dig dug seperti orang pertama kali datang ke dokter Obgyn." Tutur Naya dengan tangannya sudah berkeringat dingin, genggaman tangan pada suaminya sangat erat. Naya berharap semua baik-baik saja seperti kehamilan sebelum-sebelumnya.


"Rileks, tarik nafas dalam-dalam dan keluarkan pelan-pelan! ada mas yang akan selalu ada untuk kamu, bidadari surga ku, cintaku." sebagai suami Tama memberikan kekuatan, dan semangat bahwa semuanya akan baik-baik saja.


"Makasih mas, aku cinta kamu banget, banget, pokoknya selamanya." ucap Naya menghambur ke pelukan suaminya, dan memberikan kecupan di pipi suaminya dengan sangat manis.


"Muachhh... muachhh.. cintanya Aku!"


"Bismillahirrahmanirrahim."


Keduanya sudah turun dari mobilnya, tangan keduanya berpegangan saat erat seakan-akan dirinya tidak mau barang sedetik pun berjauhan, genggaman tangannya tak terlepas. Genggaman ini membuat rasa nyaman, merasa di hargai sebagai pasangannya.


Keduanya berjalan dengan jari saling bertautan, nampak sekali aura kebahagiaan di miliki sepasang suami isteri. Tama bersiul penuh aura positif, Naya pun bersenandung kecil menyanyikan lagu-lagu Indonesia dari artis papan atas kesukaannya.

__ADS_1


******


Sampai di ruang tunggu, mereka duduk berdampingan seperti pasangan pengantin baru yang masih lengket menyambut kehamilan anak pertama. Nyatanya ini kehamilan ketiganya, sebelumnya lahir My twins, dan si centil Esha.


Pandangan Naya celingak-celinguk untuk melihat siapa saja yang dapat periksa kehamilan? Di lihat-lihat nya ternyata dirinya tidak mengenal nya, ada seorang perempuan hamil datang sendirian tanpa di temani suaminya.


Naya berminat untuk membuka obrolan, ada rasa ingin tahu, kenapa? mengapa?


"Maaf buk, usia kandungannya berapa kog kelihatannya sudah waktunya?" Naya bertanya sangat hati-hati sekali, takut jika ucapan nya menyinggung perasaan si ibu yang hamil.


"Jalan 5bulan mbak, kata orang Jawa perut si ibunya tebal jadi hamil 5bulan kelihatannya sudah waktunya melahirkan, mbak hehehe." Jawab si ibu hamil diiringi dengan suara kekehan, tidak ada raut tersinggung atau apa? nampak sekali si ibu orangnya sangat supel, pintar bergaul.


"Ibu Diana Andika."


Setelah namanya di panggil suster yang menjadi asisten dokter Dewi, "Saya duluan mbak, mamaku sudah di panggil barusan." Tutur si ibu hamil sebelum masuk ke ruang periksa.


"Ohh iya buk!"


*****

__ADS_1


"Kita nomer berapa mas? Kog ibu tadi sudah masuk ke dalam, bukannya duluan kita yang duduk disini!" Ujar Naya sedikit protes ke suaminya, di karenakan dia duluan, bukan ibu hamil barusan.


"Bisa jadi ibu tadi datang nya lebih awal, terus di tinggal dulu ke kamar kecil sebelum namanya di panggil kali Bun." Sahut Tama menjelaskan ke istrinya tentang pradugany.


Selesai si ibu tadi keluar, namanya langsung di panggil sama mbak suster.


"Ibu Kanaya Wiratmaja."


Setelah namanya di panggil, Naya dan Tama Masu ke ruangan periksa. Ada senyum terpancar di wajahnya, karena ini bukan kali pertama dirinya periksa ke dokter Dewi.


"Pak Tama tokcer juga sudah mau punya empat anak, kalau saya saja satu belum nambah-nambah sampai sekarang, Pak." Ujar dokter Dewi bergurau dengan pasiennya, keduanya pasien tetap dokter Dewi dari my twins, Esha dan yang ketiga ini masih di dalam kandungan.


"Hehehe dokter bisa saja, mungkin kurang kali ngasih jatahnya jadi kurang Hot, dok." Tama semakin pancing ingin mengorek lebih jauh kehidupan rumah tangga dokter Dewi hehehehe.


Tidak ada lagi dusta diantara mereka, ketiganya nampak sekali aura positif meskipun mereka orang asing yang di pertemukan di rumah sakit. Dokter Dewi yang menolong istr dalam melahirkan my twins, Esha juga termasuk daftar nama pasien dokter Dewi.


Di ruang periksa seperti bukan berada di rumah sakit, mereka nampak akrab. Terutama Naya bahagia bila sesuai hasil USG Naya ak melahirkan batmyik perempuan lagi. Kebahagiaan rumah tangganya semakin lengkap dengan di karunia-Nya dua putra, dan dua putri yang satunya masih nyaman di dalam perut Bundanya.


TAMAT.

__ADS_1


Masih mau lanjut Sesion 2? cukup sampai disini saja! atau masih tak rela berpisah dengan baby Esha. hayo di jawab ya readers baik hati.


Tidak terasa mimim nulis di apk MT/NT sudah satu tahun, banyak suka duka, teman baru dan banyak hal lain yang bisa Mimin ambil dari sebuah silaturrahmi lewat dunia penulisan. Terimakasih untuk krisann nya, sudah menemani Mimin dalam perjalanan ku untuk terus semangat menulis.


__ADS_2