Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 65


__ADS_3

Kehamilan Kanaya sudah memasuki usia lima bulan, aktivitas Kanaya semakin terbatas, meskipun perutnya belum begitu membuncit tetapi Kanaya sering kelelahan bila sedang melakukan aktivitas fisik yang banyak.


Di usia kehamilan ini, Kanaya semakin pendiam dengan suaminya bawaannya ingin tiduran terus. Bila sang suami menginginkan dirinya, Kanaya nampak diam aja, terkadang juga malah di tinggal tidur duluan sebelum suami pulang kerja.


Kanaya sedikit kesal dengan sikap suaminya yang berubah drastis, semenjak acara empat bulan kehamilannya, suaminya sibuk banget dengan pekerjaannya, sampai-sampai suaminya melupakan menyiapkan minum susu untuk dirinya.


Selama awal di nyatakan hamil sampai usianya memasuki empat bulan, Tama yang selalu memperhatikan minum susu, vitamin, dan banyak hal. Sekarang nampak berbeda, seiring berjalannya waktu sudah berbeda tidak hangat seperti dulu lagi.


Kuat-kuat nggak boleh sedih, harus ceria biar orang di rumah tidak ada yang tahu, ada beban berat di pikulnya.


Kanaya menuruni anak tangga dengan satu tangan berada di perutnya, berjalan pelan menghampiri bibi di dalam dapur.


"Bibi sedang masak apa?" tanya Kanaya mencium-cium bau masakan yang enak, dan wanginya sangat khas membuatnya ngiler ingin segera makan.


"Masak opor ayam, non." jawab sang bibi yang fokusnya mencuci ayam yang telah di rebus dahulu.


"Sepertinya enak, jadi kangen masakan ibu di kampung." Tutur Kanaya menundukkan kepalanya, dan wajahnya berubah suram. Kanaya sudah berkaca-kaca, siap mengeluarkan Isak tangisnya, tetapi Kanaya berusaha menyembunyikan rasa kangennya dengan sang ibu, selalu berusaha menampilkan wajah cerianya.


"Kanaya ke kamar dulu ya bi, mau ke toilet." Ucap Kanaya menampilkan deretan giginya yang putih. Mati-matian Kanaya berusaha tidak untuk menangis, hal terberat Kanaya jauh dari keluarga posisi sedang mengandung.


Di dalam kamarnya Kanaya langsung menumpahkan tangisnya, mulutnya sudah mengigit bantal supaya tidak terdengar orang lain, meskipun kamarnya kedap suara tetapi Kanaya takut sampai terdengar orang yang kerja di rumah mertuanya, dan mengadu yang tidak-tidak.


Kanaya sangat kesepian, akhir-akhir ini suaminya sangat sibuk di kantor, berangkat pagi hari sebelum Kanaya bangun, pulang-pulang Kanaya sudah tertidur lelap.


Sehari-hari hanya bibi yang menjadi temannya, tempatnya untuk bercerita, tempat untuk berbagi tawa bersama.

__ADS_1


⭐⭐⭐


Di kantornya Tama sedang disibukkan dengan berbagai pekerjaan, perusahaannya sedang mengembangkan sayapnya, rencananya akan buka cabang di Surabaya yang mengharuskan dirinya ikut terlibat.


Maafkan sayang, bila akhir-akhir ini mas sibuk, bukan ingin ku tetapi ini sudah menjadi tanggung jawab mas sebagai CEO di perusahaan Papanya yang bernama Abadi Group.


Tama mulai menerawang jauh ke depan, awal-awal mereka menikah bagaikan perangko selalu nempel terus.


Tama merasakan istrinya mulai berubah, sikapnya yang manja kini berubah, padahal Tama merindukan hari-hari dulu awal mula mereka menjadi sepasang suami istri.


Bila ditanya, pasti tidak mau pada akhirnya seperti ini, nampak dingin tidak sehangat dulu. Tetapi Tama bisa apa? kesibukannya membuatnya susah untuk membicarakan masalah ini berdua.


Lagi-lagi Tama menghela nafasnya, berusaha untuk konsentrasi terhadap pekerjaannya, pikirannya melalang buana memikirkan istrinya..


Kemana *kamu sayang? batinnya Tama bermonolog dalam hatinya.


"Tok! ... Tok*!.... "


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan-nya, Tama mulai menegakkan tubuhnya, dan pura-pura sedang sibuk dengan berkasnya.


"Masuk!"


"Permisi pak!"


"Iya ada, Han?"

__ADS_1


"Ada tamu dari perusahaan X, pak!"


"Silahkan masuk saja, mumpung ada waktu luang."


"Baik pak! Permisi!"


Tidak berselang lama tamu yang di tunggu sudah ada di depannya, Mereka berdua membicarakan tentang kerjasama yang akan di jalin di perusahaan cabang di Surabaya. Keduanya merupakan sahabat Tama waktu kuliah, mereka berkenalan semenjak sama-sama kuliah di kampus yang sama.


⭐⭐⭐


Kanaya bangun tidur hari sudah sore sampai melupakan makan siangnya.


"Huuuhu ternyata tidurku sudah terlalu lama, maafkan Bunda ya sayang sampai lupa tidak makan."


"Les't go kita mandi terus makan ya, dek!"


Setelah membersihkan tubuhnya, Kanaya turun ke bawah suasana sangat sepi, di karenakan hari sudah beranjak petang. Kedua mertuanya sedang melakukan perjalanan bisnis ke Jepang, tinggallah Kanaya dan para pekerja di rumahnya.


Kanaya tidak melihat ponselnya dulu, sebelum beranjak ke kamar mandi, pikirannya Kanaya mandi, dan yang terpenting terus makan kasihan dedek di dalam perutnya. Sejenak melupakan keberadaan suaminya, karena Kanaya sampai stres membahayakan kandungannya.


Dear readers setia


Selamat berpuasa


Hari ke-8

__ADS_1


__ADS_2