
Waktu berlalu sangatlah cepat, tidak terasa usia kandungannya sudah memasuki usia keempat bulan.
Rencananya mereka akan mengadakan acara pengajian empat bulan di rumah orang tuanya Tama dengan tema warna Turkish, warna yang Kanaya sukai, berharap jenis kelamin dedeknya laki-laki, acara hanya di hadiri keluarga inti, sahabatnya, dan juga anak-anak panti asuhan Cinta Kasih.
Keluarga Kanaya juga sudah tiba di Jakarta dengan selamat, meskipun acaranya masih besok di adakan-nya, banyak keluarga yang sudah pada datang terutama keluarga jauh, yang sengaja hadir untuk mendoakan kehamilan Kanaya.
Hampir dua bulan tidak bertemu dengan orang tuanya, di ruang keluarga tanpa ada rasa malu atau perkewuh sama keluarga sang suami, Kanaya sedang bergelayut manja dengan sang Ibu.
Contohnya sekarang ini ibunya mau ambil minum ke dapur pun, Kanaya sigap mengekori ibunya dari belakang, kemana pun langkah kaki sang ibu, pasti ada Kanaya di belakangnya.
"Sayang, duduk gih! ibu tidak kemana-mana cuma ke dapur ini!" Tutur sang ibu lembut. sembari tangannya mengelus pipi chuby sang anak.
"Hehehe takut ibu pulang ke Solo.." sahutnya menampilkan deretan giginya yang putih bersih, dan rapi.
"Bisa aja kamu Nay udah mau jadi Bunda, tetapi manjanya belum hilang-hilang sampai sekarang.." ucap sang ibu.
__ADS_1
"Kan manjanya hanya dengan ibu, dan mas Tama! habisnya masak mas Tama terus yang manjain Nay, buk!" sahutnya Kanaya sedikit merajuk, dan protes dengan bibirnya yang sudah mengerucut.
"Ada-ada aja kamu, Nay." tangannya sang Ibu mengacak-acak hijab putrinya.
Di ruang keluarga sangat ramai, keluarga besar Wiratmaja sedang berkumpul seperti acara reuni keluarga. Mereka saling bersenda gurau, saling melepas rasa rindu yang sudah lama tidak saling berjumpa akibat kesibukannya masing-masing.
🍭🍭🍭
Tepat hari ini, acara pengajian empat bulan kehamilan istrinya. Tama dan keluarga turut mengundang keluarga inti yang kebetulan masih tinggal di Jabodetabek, mereka sengaja menginap untuk melepas rasa kangennya.
Tamu undangan dari panti asuhan Cinta Kasih sudah berdatangan, para sahabatnya Tama juga sudah datang.
"Gimana keadaan dengan kandungan kalian," ucap Tante Maya saudara sepupu dari papanya Tama.
"Alhamdulillah baik Tan." ucap Tama dan Kanaya kompak.
__ADS_1
"Acaranya mulai jam berapa?" tanya sang Tante.
"Dikit lagi Tan, ya sudah ayo kita ke ruang tamu yuk sepertinya tamu undangan sudah pada datang." ucap Tama.
Akhirnya Mereka ke ruang tamu, dan benar ternyata sudah banyak tamu undangan yang berdatangan ke ke kediaman orang tuanya.
Mereka sudah duduk di tempat duduk yang sudah di sediakan, mereka juga mengikuti jalannya acara dengan khidmat.
Kanaya sangat terharu, ternyata usianya masih muda akan segera melahirkan, dan menjadi orang tua. Rasanya baru kemarin Kanaya di timang-timang, kurang dari lima bulan Kanaya dan Tama akan menjadi orang tua.
Rangkaian acara sudah selesai, Acara pengajian empat bulan pun berjalan dengan lancar, dan khidmat sampai akhir.
"Temanya Aku suka banget, lucu." ucap Anja dengan gamis warna Turkish dan hijab berwarna putih, sesuai dengan dresscode acaranya.
"Pokoknya nanti pas Aku udah hamil pengennya temanya purple gitu ." ucap Lila yang tersenyum tipis.
__ADS_1
"Makanya cepat halalin, capek Aku dengernya pengen melulu tetapi tidak berani mengucapkan ijab qobul." Celetuk Tama diiringi dengan gelak tawa para sahabatnya, yang berkenaan datang dengan formasi lengkap.
Satu-persatu tamu undangan meninggalkan tempat acara, ada yang masih berbincang-bincang, ada pula yang sedang makan yang telah disediakan tuan rumah. Berbagai hidangan tersaji di stand makanan, mereka menghidangkan secara prasmanan, memudahkan tamu undangan untuk menikmati makanannya.