Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 152


__ADS_3

Mereka sudah keluar dari ruangan pemeriksaan, Kanaya dan my twins sedang menunggu Papa nya selesai untuk menebus obat dan vitamin. Di sinilah mereka sedang duduk bersantai di ruang tunggu, tidak ada obrolan yang keluar, mereka sibuk memperhatikan lalu lalang orang yang lewat di koridor rumah sakit.


"Are You Oke, twins?" tanya Kanaya untuk memastikan, tidak biasanya si kembar diam, mereka akan selalu aktif menanyakan ini itu yang di lihatnya.


"Oke Nda, Ita dalam keadaan baik-baik saja" ucap si kembar menepuk tubuhnya, menyimbolkan bahwa dirinya tidak kenapa-kenapa.


TAk TAk TAk...


"Papa..." panggil si kembar.


"Iya sayang"


"Papa udah ebus ombat dan itamin uat dedek kecil nya" ucap si kembar tidak sabaran ingin tahu jawaban Papa nya.


"Iya mas Atya dan mas Ara" jawab Tama mengulas senyum tipis.


"Les't go"


Mereka sudah meninggalkan rumah sakit, tujuan selanjutnya makan di luar seperti yang di request si kembar yang menginginkan makanan ala-ala Italia.


Sebelum berangkat pun Nay tidak menyukai makanan yang berbeda-beda Piramida, semenjak hamil Nay suka pilih-pilih makanann. Makanan yang dulu pernah menjadi favoritnya, sekarang Nay malah tidak menyukai makanan itu, aneh kan hihihi....


Setelah memesan makanan tersebut, si kembar Lagi-lagi berceloteh , menceritakan hal-hal yang membuat orang dewasa ingin tertawa dengan bahasa yang masih sedikit cadel.


"Silahkan di nikmati, Pak" ucap pramusaji meletakkan pesanan nya diatas meja makan...

__ADS_1


"Macihh embak" balas si kembar dengan gayanya yang super keren, dan sok imut dengan matanya mengedip-ngedip lucu.


"Kalian ganteng, tampan dan juga lucu" Tutur Mbak tersebut.


"Maacih embak yang tantik" my twins tersenyum manis.


"Anakmu Mas" bisiknya Kanaya.


"Anak kita berdua sayang, kan kita bikinnya berdua uahh ahhb" ucap Tama memperagakan permainan yang menghebohkan diatas ranjangnya.


"Tenapa Papa, Nda bicik-bicik? tanya my twins yang penasaran apa yang di bicarakan keduanya.


"Ayo makan sayang" ajaknya Kanaya untuk mengalihkan ke topik pembicaraan orang dewasa, anak-anak tidak boleh tahu permainan ahh uhh...


"Ini benelan untuk Ita beldua?


"Iya mas"


Wajah my twins tergambar jelas penuh kebahagiaan, lengkungan bibir tipisnya terpatri indah di bibir kecil nan mungil milik jagoannya.


"Maacih Papa, Nda"


"Sama-sama Mas"


My twins menikmati potongan pizza dengan semangat, tidak menghiraukan wajah gantengnya mulai belepotan saus yang menempel. My twins asyik mengunyahnya perlahan-lahan, sesekali berceloteh memberikan ulasan tentang pizza yang di makannya.

__ADS_1


*****


Mereka sudah berada di dalam mobil, my twins nampak sekali kekenyangan. Matanya terlihat sayu, tinggal beberapa watt saja, mereka pasti sudah bobok.


"Mereka kayaknya ngantuk Mas"


"Sepertinya"


Sebentar berbincang dengan sang suami, Nay menoleh ke belakang mendapati my twins sudah bobok. Gaya tidur nya yang gemesin membuat Nay ingin sekali menjembel pipi chuby ala-ala bakpao.


"Lihatlah mereka sudah tidur, mas"


"Iya sayang"


Tama mengintip dari spion kaca depan, senyumnya langsung mengembang melihat tidur si kembar. Meskipun sedang tidur pun mereka tetap ganteng dengan gayanya yang tampan.


Kanaya pun juga mengulas senyum tipis, memandangi wajah my twins yang sudah tumbuh besar. Seakan-akan waktu cepat sekali berlalu, padahal baru kemarin rasanya melahirkan, ehh my twins sudah mau punya adik kecil.


Perjalanan hidup tidak ada yang tahu, pengennya nanti nambah momongan kalau my twins sudah sekolah. Allah memberikan rezeki lebih cepat dari perkiraan, meskipun sedikit kerepotan dengan my twins yang super-super aktifnya. Nay sangat menikmati kehamilan ini, tidak ada ngidam yang terlalu rumit. Bersyukur di karunia-Nya momongan lebih cepat dari waktu yang di mintanya....


**Happy weekand


Masih setia kan baca cerita othor, semoga kalian semua sehat, jaga kesehatan selalu.


Take care ya**.

__ADS_1


__ADS_2