Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 78


__ADS_3

Di ruang tamu hanya ada keheningan diantaranya, Kanaya masih saja berada di dekapan sang suami. Kedua matanya sudah mulai mengantuk, usapan lembut tangan suaminya membuatnya seperti menina bobokan dirinya.


Kanaya menutup, dan membuka matanya pelan. Mendongakkan wajahnya untuk melihat sang suami yang masih sangat telaten, membelai hijab instan yang sengaja Kanaya pakai setelah sampai rumah.


Tidurlah, mas disini menemani," bisiknya Tama di telinga sang isteri.


Mendengar suara suaminya, Kanaya menyunggingkan senyumnya, dan mengangguk-anggukkan kepalanya


Tama tersenyum tipis melihat wajah sang istri yang begitu sangat damai dalam dekapannya, rasanya sangat menenangkan, dan nyaman.


"Papa sangat mencintai Bunda, dan calon anak kita!" batinnya di dalam hatinya Tama. Meskipun di dalam hati, sesungguhnya Tama sangat-sangat mencintai sang istri yang sedang mengandung Calon penerusnya.


%%%%%


"Yeeeeyyeeye.... kita akan mendapatkan cucu kembar, Pak!" sorak gembira sang ibu, mendengar pengakuan sang putri menandakan dirinya sangat di hormati putrinya.


Ibu Melati berjingkrak-jingkrak senang, perilaku nya persis seperti anak kecil, seperti seorang anak kecil di kasih uang jajan. Begitulah sikap ibu Melati mengekspresikan rasa bahagia, dia tidak pernah memikirkan orang sekitar yang tengah memandangi nya dengan berbagai pertanyaan.


"Nay , ibu senang bakalan punya cucu kembar pasti cantik-cantik seperti kamu, dan ganteng-ganteng seperti nak Tama!" Tutur ibu Melati menghampiri putrinya yang tengah terlelap dalam dekapan mesra suaminya. Ibu Melati ikut mengelus punggung putrinya yang tengah merajut mimpi indah.

__ADS_1


"Makasih buk, doakan kandungannya sehat sampai melahirkan nanti, Aamiin." sahutnya menimpali ucapan bahagia ibu mertuanya. Tapi tatapan matanya beralih menatap sang isteri, Kanaya masih sangat nyaman di dekapan nya.


Bapak mertua berjalan mendekati tempat duduknya Tama, Kanaya, dan isterinya.


"Bapak titip Kanaya, meskipun sudah menikah sebentar lagi akan menjadi seorang Ibu, Kanaya tetap Putri bapak yang terkadang kambuh manjanya, kamu yang sabar dengan tingkah laku Kanaya." Tutur bapak mertuanya menepuk pundak menantunya, Bapaknya Kanaya menitikan tanggung jawab besar kepada dirinya, selaku suaminya, dan kepala keluarga.


"Siap Pak!" ucap Tama dengan sangat mantap, tanpa ada keraguan sama sekali.


Mendengar jawaban menantunya, membuatnya bernafas lega. Putrinya jatuh di tangan yang tepat, tidak salah dirinya sepakat menjodohkan putrinya dengan putra sahabatnya.


"Bapak percaya padamu, nak!" Ujarnya dengan kedua matanya berkaca-kaca.


%%%%%


Sebelum berangkat ke Jakarta, kedua sepasang calon orang tua baru sedang memeriksa kandungan di rumah sakit di Solo. Rencananya besok mereka akan melakukan perjalanan ke Jakarta, pesawat adalah tranportasi yang tepat bagi dirinya, dan sang istri.


Mengingat perjalanan yang lebih cepat, dan memudahkan bumil untuk mendapatkan kenyamanan. Bila melalui jalur darat naik mobil pribadi maupun kereta api pasti akan memakan waktu yang tidak sebentar, ini yang membuatnya sedikit khawatir dengan kondisi sang isteri.


Alhamdulillah semuanya dinyatakan sehat, siap kapanpun bila mau melakukan perjalanan jauh.

__ADS_1


%%%%%


Di kamarnya Kanaya sedang mempacking barang bawaannya yang akan di bawa kembali ke Jakarta. Sudah siap satu koper untuk barang bawaan dirinya, dan sang suami.


"Selesai sudah!" Kanaya merebahkan tubuhnya memandangi atap kamarnya. Mungkin akan lama untuk pulang kembali, menempati kamar ini lagi, ahhh rasanya berat tapi seorang istri harus mengikuti suaminya kemana pun tinggal, selagi dalam kebaikan untuknya.


Satu, dua tetes air mata membasahi pipinya, meskipun berat Kanaya ikhlas meninggalkan kisah Kita di kamar ini. Kamar yang penuh dengan sejarah, kenangan, dan suka duka di lalui nya, tempat ini jadi saksi bisu perjuangannya untuk meraih cita-cita, dan cintanya.


Cita-citanya untuk menjadi seorang Dokter harus Kanaya tunda dulu, bukan tidak ingin menggapai nya, tetapi ada alasan yang membuatnya untuk menundanya.


Kanaya sudah bertekad akan merawat anaknya sendiri, meskipun ada mbak yang bekerja, atau mertuanya.


Melewatkan tumbuh kembang calon anak-anaknya tidak akan datang dua kali, Kanaya ingin memanfaatkan waktu yang ada untuk merawat, mendidiknya sebisanya, dan semampu yang dia miliki.


Madrasah pertama anak-anak adalah orang tuanya, keduanya ingin mengasuhnya berdua, menjadi madrasah yang baik untuk anak-anaknya kelak.


"***Setinggi-tingginya pangkat, pendidikan, dan kehebatan . Seorang wanita yang sudah menikah adalah sebagai seorang istri, dan ibu rumah tangga."


#Happy weekand.

__ADS_1


"Selamat berbelanja pakaian baju baru untuk menyambut hari raya idul FitriπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€***


__ADS_2