
Deg..........
Deg............
Jantung Nay seperti lari maraton, kebingungan dan kegelisahan terus menghantuinya.
Bingung harus menjawab apa dari pertanyaan Mama mertua?
Gelisah, takut kalau prediksi nya salah, membuat banyak orang pasti akan kecewa....
Nay tidak ingin terlalu berharap tentang praduga mertuanya, jika iya dirinya hamil kembali pasti bahagia.
Bahagia karena ada teman main yang bisa di ajak couple baju kembaran, berharap yang ada di dalam perutnya Baby girl.
"*Kenapa tidak jawab pertanyaan Mama, Nay...?" tanya sang Mama penuh dengan kelembutan, tatapan matanya pun tidak mengintimidasi sama sekali.
"Ehhh maaf, Mama tadi tanya apa? Nay mendadak bingung..." sahut Nay
"Begini sayang...." sang Mama mendekattkan duduknya, mengusap lembut hijab sang menantu...
"Kapan terakhir kamu dapat tamu bulanan, Nay?" tanya Mama mertua kedua kalinya, sikap yang lembut membuat Nay nyaman berada di dekat sang Mama.
"Sepertinya ia, bulan ini Nay tidak dapat tamu bulanan, mah...." jawab Nay dengan malu-malu, menunduk kepalanya sembari tangannya *******-***** ujung bajunya*.
"Apa yang di bilang Mama suka bener..." Ucap sang Mama membanggakan dirinya sendiri, karena prediksinya sesuai yang selama ini di pikirannya.
"Yeeeaaaahhhh tambah cucu..." seru sang Mama mengekspresikan perasaan bahagia......
My twins yang melihat tingkah absurd Oma nya ikut berdiri dan bertepuk tangan, meskipun belum paham apa yang di ucapkan orang dewasa yang berada dalam satu ruangan dengan sang Papa.
"Apa benar itu sayang?"
tanya nya Tama ingin memastikan dari bibir sang istri.
"Mengangguk," ia mas...." jawabnya
"Yes...yes....." Tutur Tama yang tak kalah bahagianya.
My twins pun sama ikut bahagia, melihat ekspresi Papa nya mereka hanya tahu nya mendapatkan kabar gembira.
__ADS_1
Kabar apa? yang jelas mereka bahagia , tersenyum memamerkan deretan giginya yang rapi...
*****
Setelah mendengar jawaban langsung dari bibir menantunya dan juga istrinya, Tama berinisiatif untuk memeriksa kan kandungan istrinya untuk mengetahui sudah berapa bulan sembunyi di dalam perut sang isteri...
Tet....tet.....
"Tama memencet tombol di ruangan nya, siapa pun yang mendengar nya berharap cepat datang ke ruangannya.."
"Kenapa mas? ada yang sakit? Nay panggil kan dokter ya...." tanya Nay penuh dengan kekhawatiran.
"Enggak usah, mas enggak pa-pa sayang..."
"Kenapa tekan tombol?"
"Nanti juga tahu!"
Hanya 3menit seorang perawat masuk ke dalam ruangan nya Tama dengan sedikit tergopoh-gopoh.
"Ada yang bisa kami bantu?"
"Cepat tidak pakai lama! mengerti!"
"Baik tuan..."
******
Kleekk...
"Bayu Winarta..."
"Wiratama Wiratmaja..."
Kedua orang dewasa yang berteman dari bangku SMA, kini mereka di pertemukan kembali ke dalam tidak sengaja'an.
Mereka sungguh terkejut, sekian tahun tak bertemu mereka bisa bertemu setelah sama-sama sukses di bidangnya masing-masing.
"Apa kabar nya bro?"
__ADS_1
"Baik, kamu ngapain tidur di tempat ini? sepertinya kamu tidak sakit..."
"Si al...!" Tama melempar permen tetapi tidak mengenai wajahnya, hanya sedikit nyerempet di pakaian.
"Isteri ku yang sakit, tetapi aku ikut merasakan sakitnya..."
Setelah melakukan penjelasan panjang lebar, tentang perjalanan sampai Tama di rawat di tempat ini ada sebab dan akibat.
Membuat bayu paham apa yang di ceritakan teman nya, itu yang di namakan suami sayang istri.
*****
"Lihat Tam, di layar ada bulatan kecil di rahim isteri mu, itu yang di namakan janin. Usia nya masih sangat rentan sekitar 5 minggu."
Bayu menjelaskan dengan alat ultrasonografi, menggesernya ke kanan kiri untuk mengetahui letak janin nya.
"Ada beberapa kantung, Bay?"
"Satu Tam..."
Selesai pemeriksaan di lakukan, mereka duduk berhadapan langsung dengan dokter Bayu.
"Kenapa aku sering mual-mual, terkadang muntah sedang istri ku tidak merasa kan apa-apa, Bay?"
"Wajar bila sang istri hamil, itu namanya kehamilan simpatik yang merasakan mual, muntah adalah sang suami...."
"Nanti ada obat yang menghilang kan mual, diminum nanti aku resep kan..."
"Oke Bay..."
Nay hanya diam saja tidak pernah ikut obrolan dengan dokternya, Nay masih belum kenal meskipun dia teman suaminya.
Nay memilih memperhatikan percakapan keduanya, tanpa mau menyela atau mencoba untuk nimbrung...
#**Partnya gimana?
#Makasih krisann nya, ini hanya cerita halu, jangan di masukin ke hati sampai terbawa suasana... hihihi...
Bijaklah dalam menyikapi setiap cerita ya readers**...
__ADS_1