Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 54


__ADS_3

Maafkan auttor tidak bisa update setiap hari, atau update panjang seperti rel kereta api. Auttor sudah berusaha untuk update setiap hari, dan auttor juga sudah berusaha 1000 kata lebih, maklum auttor juga bekerja.


Flasblack On


Mereka berdua sudah bangun dari tidur sorenya, ada perasaan rindu yang Kanaya rasakan, tidak berjumpa beberapa hari seperti beberapa tahun tidak bertemu.


Di dalam keheningan, Kanaya menimbang-nimbang untuk memberikan surprise ke suaminya.


Kanaya ingin melihat respon sang suami, Apakah suaminya menerima kehamilan ini? atau sebaliknya suaminya akan menolak seperti ada di cerita novel yang pernah Kanaya baca.


Ada rasa takut menghinggapi dirinya, takut di tolak, suaminya tidak bisa menerima perubahan setiap bulannya, pada dirinya yang berubah seperti bentuk tubuh, perutnya, dan mungkin warna kulitnya.


"Mas, Nay ingin kasih sesuatu ke mas, tetapi tutup matanya dulu ya..." Tutur Kanaya dengan puppy eyes-nya.


"Sesuatu apa yank?" tanya Tama yang penuh dengan tanda tanya di otaknya.


"Tapi mas tutup mata dulu ya ya ya..." Ucap Kanaya dengan kedua matanya berkedip-kedip dengan lucu.


"Oke deh!" Tama mulai memejamkan matanya. hatinya bertanya-tanya tentang kejutan apa yang istrinya berikan***.


Setelah Tama menutup kedua matanya sempurna, Kanaya mulai meletakkan box kecil di atas pangkuan suaminya. Box kecil sudah Kanaya berikan pita kecil, di hias, dan di bungkus seperti kado.


"Mas buka matanya..." Ucap Kanaya .


"*Tama melongo melihat kadonya ternyata testpack kehamilan"


"Garis dua, berarti istriku hamil dong ." batinya Tama*


"Garis dua, beneran ini sayang." Tutur Tama yang ingin memastikan .


"Kanaya mengangguk sembari tersenyum lebar, dan merentangkan kedua tangannya "Peluk.." ucap Kanaya manja.


Tama langsung menghambur ke pelukan sang istri, beribu-ribu Kata terimakasih sudah Tama lontarkan. Hatinya sungguh membuncah bahagia, rasa bahagia ini melebihi dalam memenangkan tender atau proyek di perusahaannya.


Flasblack Off

__ADS_1


Tama tidak henti-hentinya mengucapkan kata syukur atas anugerah terindah yang diberikan kepada dirinya, dan istrinya. Ucapan terimakasih untuk sang istri, selalu Tama ucapkan, dan memeluknya adalah tujuan untuk mengungkapkan rasa bahagia.


"Terima kasih atas semuanya, yank." Tutur Tama yang masih memeluk tubuh sang istri, dan mengecup keningnya.


"Mas bahagia mendengarnya." Ucapan Tama dengan tulus.


"Bertubi-tubi Tama mengecup perut sang isteri, meskipun belum membuncit tetapi si dedek pasti tahu Papa menyapanya." ucap Tama dalam hatinya.


"Sama-sama mas, Kanaya juga bahagia di berikan kepercayaan untuk menjadi Ibu muda, di usia masih sekolah.." sahutnya Kanaya yang tidak kalah bahagianya, karena ada anggota baru di rumahnya kelak.


🍭🍭🍭


Mereka berdua terus saja berpelukan, menyalurkan rasa cintanya, dan rasa bahagianya menyeruak di hati keduanya.


Rasanya seperti baru kemarin menikah, masih menikmati momen-momen indahnya pengantin baru, ehh sudah di kasih kepercayaan pada yang kuasa atas anugerah terindah yang Tuhan kirim untuk keluarganya.


Setelah mendengar berita kehamilan sang isteri, Tama memutuskan untuk cuti dua hari, kembali ke Jakarta hari Selasa malam.


Keesokan paginya Tama sedang mengajak sang isteri, untuk jalan-jalan di sekitar taman, Tama ingin memanjangkan sang isteri yang tengah hamil muda.


🍭🍭🍭


Pulang dari jalan-jalan paginya, senyum lebar sang isteri terus saja menjadi obat yang mujarab untuk dirinya, rasa lelahnya menemani istrinya berkeliling taman, membuatnya tidak henti-hentinya mengacak-acak kerudung sang isteri yang pagi ini menggunakan kerudung instan.


Kanaya sudah menenteng satu kantong kresek besar, yang berisi makanan yang sengaja Kanaya beli untuk keluarganya yang berada di rumahnya.


Sesuai pesan Kanaya, ibunya tidak memasak menu sarapan paginya, sang ibu hanya merebus air yang akan di jadikan teh hangat, atau susu hangat sesuai selera masing-masing.


Akhirnya satu keluarga sedang duduk manis di meja makan, mereka mulai melahap habis bubur ayam yang di beli Kanaya dan Tama.


Setelah acara sarapannya selesai, mereka satu keluarga sedang berkumpul di ruang televisi. Sang adik Rudi sedang asyik menonton serial kartun yang terkenal pada masanya, sesekali rindu tersenyum sendiri, karena gaya kartunnya yang sedikit kocak membuatnya tertawa terpingkal-pingkal.


Sedangkan orang dewasa membahas pekerjaan kakak ipar, dan Kanaya hanya sebagai obat nyamuk, karena Kanaya tidak tahu seluk-beluk masalah bisnis terutama bisnis yang di geluti sang suami, dan kakaknya Reksa.


Pagi yang cerah untuk hati, dan jiwa yang tengah bahagia. Siang yang terik tergantikan warna jingga menghiasi wajah langit di kota Solo, senja adalah pergantian antara petang ke malam, karena senja mempunyai pesona yang susah untuk di lupakan, meskipun hanya di pandang mata hanya sekejap saja.

__ADS_1


🍭🍭🍭


Setelah melaksanakan rangkaian kewajibannya masing-masing secara berjamaah, ada yang sedang berlibur tidak menjalankan perintahNya karena terhalang tamu bukanan, satu keluarga sudah memasuki kamarnya masing-masing untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sedikit kelelahan, dan kekenyangan.


Di kamarnya Kanaya sedang bermesraan dengan sang isteri, Tama jadi menyukainya tanpa meminta duluan, sang isteri sudah meminta duluan dengan gaya manja-manja cantik.


"Mas... " Sapa Kanaya memainkan kancing depan kemeja suaminya.


"Hemmm." sahutnya dengan suara deheman. Tama sibuk dengan gadget, ada beberapa email yang masuk membuatnya harus segera membalasnya supaya pekerjaan sedikit ringan, setelah sampai Jakarta.


"Mas iiiihhh nyebelin, di ajak bicara cuma hem, hmm saja, Kanaya capek tahu!" Tutur Kanaya yang kedua matanya sudah berkaca-kaca, dan matanya sudah nampak memerah.


Kanaya sudah membalikkan badannya membelakangi sang suami, rasanya sangat sakit di tolak sang suami, padahal dirinya tidak minta yang macam-macam.


"*Hikkzzzz..... Hikkzzzz....."


Suara tangisan Kanaya memenuhi ruang kamar, Tama yang sedang sibuk membalas email jadi terkejut, padahal dirinya tidak nakal, atau berbuat macam-macam dengan sang isteri.


Kenapa menangis?


"Ada apa, yank?" tanya Tama meletakkan ponselnya di atas nakas, sudah membalikkan badan sang istri, tetapi Kanaya belum merespon apapun.


"Mas jahhhhattt!" ucap Kanaya.


"Jahat kenapa?" tanya Tama yang tidak tahu masalahnya seperti apa.


"Mas Ndak mau jawab waktu Nay panggil!" Tutur Kanaya masih memejamkan kedua matanya.


"Salah apa? cuma gara-gara deheman sang istri pakai acara ngambek, dan menangis. Jangan sampai mertuanya tahu, dan menuduhnya telah berbuat yang tidak-tidak dengan putrinya."


"Bumil itu selalu benar."


Akhirnya dengan bujukan mautnya, sang istri sudah mulai tersenyum kembali, semenjak di ketahui hamil dirinya begitu sangat sensitif. Inginnya selalu berdekatan dengan sang suami, seperti malam ini yang merasakan syahdu di pelukan hangat dada bidangnya.


Terimakasih yang masih setia dengan cerita novel ku yang banyak kurangnya, jika berkenan dukung terus cerita auttor biar auttor bisa membuat novel yang lebih baik lagi 😁😁😁.

__ADS_1


Tekan tombol favorit bila kalian suka👌


__ADS_2