Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 29


__ADS_3

**Happy reading


Selamat hari Jum'at**


Besok adalah hari pernikahan Kanaya, tenda juga sudah di pasang di rumahnya meskipun hanya keluarga inti yang hadir, tetapi keluarga Kanaya mempersiapkan dengan sebaik mungkin, keluarganya tidak mau mengecewakan besannya yang sudah jauh-jauh datang dari Jakarta.


Rumahnya Kanaya di sulap menjadi sangat cantik, dekorasi kecil memenuhi ruang tamu rumahnya, bau semerbak wangi bunga lili dan tulip menghiasi dekorasi pernikahannya, membuat rumahnya lebih hidup dengan warna-warni bunga yang mengitarinya.


***


Tama dan keluarga sudah tiba di Solo, mereka menginap di hotel berbintang yang berada di Solo yang tidak jauh dari rumahnya Kanaya. Segala persiapan sudah beres, Tama tinggal mengikuti mau kedua orang tuanya, semua seserahan untuk pernikahan sudah Tama suruh orang suruhannya untuk membeli semuanya.


Setelah tiba di hotel, Tama langsung membersihkan tubuhnya dan masuk ke dalam kamar mandi.


Kedua orang tuanya juga melakukan hal yang sama di kamarnya yang berbeda satu kamar dari putranya. Kedua orang tuanya Tama sangat bahagia, dan senyum tidak pernah lepas dari bibirnya, akhirnya Dia berada di titik ini, menikahkan Tama dengan pilihannya merupakan putri dari sahabatnya dulu.


Dirasa semuanya sudah mandi, mereka mulai beristirahat sebentar seperti ada Jawa pada umumnya akan ada malam Widodaren, kalau tidak ada halangan apa-apa keluarga mempelai pria akan berkunjung ke keluarga mempelai .


***


Di rumahnya Kanaya terjadi beberapa persiapan, Reksa juga sudah di rumah. Pertama kali di telepon keluarganya Reksa juga kaget' tiba-tiba Adiknya di lamar orang yang belum Reksa kenal sebelumnya dan hari esok Kanaya akan menikah.


Sebagai kakak tertua Reksa sedikit tidak merelakan Adiknya menikah di usia muda, usia Kanaya yang belum matang, di tambah lagi Kanaya masih berstatus siswi di sekolah tetapi belum lulus.


Reksa di kamarnya tidak bisa memejamkan matanya, Reksa mencari posisi yang nyaman dengan membolak-balikkan badannya, miring, tengkurap, terlentang tetep aja matanya susah untuk di pejamkan. Reksa kembali membalikkan badannya dengan tidur terlentang, Reksa menatap langit-langit kamarnya yang tidak pernah berubah meskipun Reksa karang di tempati. Lambat laun Reksa mulai memejamkan matanya, suara dengkuran halus menandakan bahwa seorang Reksa bisa tertidur pulas, di tengah pikirannya yang kemelut.

__ADS_1


***


Di kamarnya Kanaya susah untuk memejamkan matanya, pikirannya tertuju untuk akad nikah besok pagi, besok Kanaya sudah menyandang status istri. Meskipun belum pernah bertemu, belum saling cinta, tetapi Kanaya yakin ini jodoh dari Allah yang emang di kasih dengan cara yang berbeda.


Ikhlas merupakan jalan terbaik, daripada mengingat masa-masa yang kemarin, jalani hari ini dengan sebaik mungkin kata pepatah "Witing tresno jalaran soko kulino"


Semoga dengan sering bertemu, cinta akan datang dengan sendirinya.


***


Habis Maghrib rumahnya Kanaya sudah banyak tamu yang datang, keluarga mempelai pria tidak bisa datang karena ada alasan yang mendesak, pada akhirnya mereka berdua akan di pertemukan acara akad nikah nanti.


Jam terus saja berputar, malam cepat sekali berganti pagi, semalam tidak ada kegiatan yang berarti, Kanaya lebih memilih tidur di kamarnya daripada keluar kamar, Kanaya ingin mempersiapkan dirinya untuk hari esok lebih baik.


Pukul 07.00 WIB Kanaya sudah di rias dengan MUA aktris di solo yang sangat terkenal, Kanaya sudah siap dengan kebaya putih dengan hijab menutup kepalanya. Tidak ada yang mewah semuanya terlihat simpel, tetapi sangat elegan di pakai Kanaya.


Pak penghulu juga sudah datang, rombongan petugas KUA sudah duduk di tempatnya masing-masing yang telah di sediakan tuan rumah.


Tama sudah menyiapkan dirinya, berjalan dengan sangat berani menuju tempat akad, Tama duduk di depan penghulu yang di sampingnya ada calon ayah mertuanya, yang tidak dalam hitungan jam akan menjadi mertuanya.


Tama sudah siap menjabat tangan calon mertuanya dengan sangat erat, karena akad nikah akan segera di mulai. Tepat Pukul 09.00 WIB, Tama menjabat tangan mertuanya dengan suara lantang akad nikah sudah Tama ucapkan dengan satu tarikan nafasnya, begitu sangat tegas, dan mantap.


"Syahhhh..."


"Syahhhh..."

__ADS_1


"Syahhhh....."


"Alhamdulillah ..." Ucap Tama penuh rasa syukur. tamu undangan juga turut bahagia, acara akad nikah berjalan dengan sangat lancar.


Sedangkan di kamarnya Kanaya sangat was-was menunggu akad nikah, Kanaya takut sampai pernikahannya gagal dan membuat keluarganya malu. Mendengar kata Syah, membuat sang Kanaya sangat lega dirinya sudah menjadi istri orang.


Ibu Kanaya dan saudara perempuannya sedang mengapit Kanaya untuk menuju tempat akad, di pertemukan dengan suaminya yang baru saja mengikrarkan janji suci di depan Ayahnya.


Ada rasa nerveous, tangannya sudah sangat dingin, berat rasanya kakinya untuk melangkah tetapi Kanaya terus berjalan pelan, karena penghulu sudah menunggunya untuk tanda tangan surat nikah.


Kanaya sudah duduk di sampingnya Tama, setelah menandatangani surat nikah, Kanaya mencium tangan suaminya, dan Tama membalas dengan mencium kening istrinya.


"Deg...." jantung Kanaya bergemuruh. ada rasa yang berbeda menjalar di tubuhnya, mendapatkan perlakuan manis dari suaminya.


"Sepertinya Aku pernah bertemu, tetapi dimana ya?" Tanya Kanaya pada dirinya sendiri.


Setelah pemasangan cincin nikah di jari masing-masing, Pak penghulu dan petugas KUA meninggalkan tempat acara. Tamu undangan dan kerabat juga sedang menikmati hidangan makanan yang di sediakan tuan rumah, sedangkan Kanaya dan Tama masih duduk di tempat yang sama, Kanaya bingung mau bicara apa, Kanaya sangat malu bila harus memulai duluan.


Lamunan Kanaya terpecahkan dengan suara kak Reksa yang berada di belakangnya, Reksa juga sangat penasaran Kanaya bisa kenal dengan sahabatnya sekaligus atasannya di kantor, berbagai pertanyaan sudah Reksa persiapan untuk menodong pengantin baru yang berada di depannya.


"Kak Reksa nganggetin saja iiihhh." Ucap Kanaya.


"Hehehe...." Jawabnya Reksa dengan membentuk huruf V.


Setelahnya tidak ada pembicaraan, tamu dan kerabat juga sudah meninggalkan tempat acara, karena tidak ada resepsi pernikahan atau yang lainnya. Kanaya dan Tama meninggalkan tempat acara, mereka berjalan ke kamarnya, tidak ada pembicaraan, hanya ada suara bening di antara mereka.

__ADS_1


Kanaya sangat malu bila harus memulai duluan, sedangkan Tama nampak cuek saja, meskipun sebenarnya ada rasa nerveous. Walaupun Tama bergelimang harta, bukan berarti Tama seorang cassanova yang pecinta wanita.


Part ini bagus nggak? menurut kalian harus ada malam pertama nggak ya? kasih krisannya dong😁


__ADS_2