
Diatas tempat tidur mereka sedang melepas rindu, sekian hari sang suami sibuk sampai tak punya waktu untuk duduk berdua, berpelukan, mencurahkan isi hati yang selama ini Kanaya pendam sendiri. Kanaya semakin terbuai dengan usapan lembut tangan suaminya, seakan-akan melayang ke angkasa.
"Mas.."
"Hmm."
"Kanaya mau bicara serius, dengerin dulu, mas.." ucap Kanaya di sertai rengekan bagai simfoni lagu yang indah.
"Iya-iya bicara saja mas pasti dengerin kog, memangnya kamu mau bicara apa, sayang? kog sepertinya sangat penting."
"Mas iihhh jangan tidur dulu dengerin Naya ngomong." Naya terus saja merengek, tidak ingin kesempatan emas nya sia-sia sudah, bila tidak memanfaatkan momentum seperti ini.
"Mas enggak tidur sayang hanya ngantuk saja, nunggu kamu berbicara semakin bikin Mas ngantuk saking lamanya.." seloroh Tama yang tidak mau kalah dengan alibi sang istri yang mengatakan dirinya tidur, padahal dirinya tidur beneran.
Naya membalikkan badannya pura-pura ngambek, tidurnya pun memunggungi sang suami. Naya sangat kesal dengan mas Tama, suaminya susah untuk diajak bicara hati ke hati. Padahal dirinya sungguhan untuk menyampaikan uneg-uneg yang selama ini Naya Pendem seorang diri.
"Sayang, katanya mau bicara. "Kenapa malah memunggungi mas?" tanya Tama yang bingung dengan perubahan istrinya, moodnya cepat sekali berubah-ubah, apa mungkin efek kehamilan?
Tidak mendapatkan respon dari sang istri, malah terdengar suara dengkuran halusnya membuat Tama ingin sekali menertawakan istrinya yang kelewatan lucu.
"Kirain ngambek eehh ternyata tidur duluan. "Kamu lucu sayang." beberapa kecupan mendarat cantik di seluruh wajahnya, Naya pun tidak sama sekali terusik dengan gerakan suaminya.
__ADS_1
Saking ngantuk nya Tama ikut terlelap juga, meskipun hanya memeluk tubuh istrinya dari belakang itu sudah mengobati rasa dinginnya AC di kamarnya.
***___***
Pengajian empat bulan kehamilan sang istri, tenda-tenda sudah berdiri gagah di halaman belakang rumahnya. Wangi bunga sangat semerbak menghiasi taman belakang, di dominasi warna putih semakin elegan di pandang mata.
Sengaja mereka memilih Taman belakang sebagai tempat acara, My twins sangat antusias melihat pemandangan yang menakjubkan. Ini kali pertama belakang rumah di jadikan tempat acara, di sulap sekian rupa supaya enak untuk dipandang, nyaman untuk dipakai pengajian empat bulan'an.
Sebelum acara dimulai, tamu undangan belum ada yang datang hanya keluarga dari Solo yang baru saja tiba. Mencuri perhatian Naya yang tengah bersiap di kamarnya, Tama sengaja mengundang makeup artis terkenal supaya istrinya terlihat sangat cantik.
"Assalamualaikum Naya. " sapa ibu Melati yang masih berdiri di ambang pintu.
"Sayang, jangan lari-lari nanti kalau jatuh gimana?" pekik Tama yang sangat khawatir melihat tingkah istrinya, yang kelewatan ekstrim untuk ibu hamil.
"Naya kangen ibu." ucap Kanaya memeluk ibunya sangat erat, bagaikan bertahun-tahun mereka tidak bertemu.
Pelukan ibu sangat hangat membuat Naya enggan untuk melepaskan, suara pekikan suaminya bagai angin lalu untuk Naya. Saking bahagianya Naya tidak menghiraukan lingkungan sekitar, lebih memilih menubruk tubuh renta wanita yang di cintai nya.
"Naya hutang penjelasan sama, Mas. " Pasti ini ulahnya Mas, ayo ngaku-ngaku."
"Nanti malam di tunggu di kamar." ucap Naya sembari mengedipkan matanya, mengerjap-ngerjap lucu.
__ADS_1
***___***
Acara pengajian sudah di mulai, tamu undangan juga sudah memenuhi tempat duduk yang tersedia. Kali ini mereka memakai seragam warna putih, my twins menjadi pusat perhatian tamu undangan. My twins lucu memakai kemeja warna putih, peci dan celana slimfiit warna hitam.
"Uuhh gemesin."
"Tampan seperti artis sinetron."
"Coba aku punya cucu-cucu seperti mereka berdua, pasti aku tidak bisa tidur, pengen nya aku uyel-uyel terus."
Sayup-sayup Naya mendengar bisik-bisik ibu-ibu pengajian dan tamu undangan. Mereka tidak pernah puas membicarakan my twins, my twins menjadi bintang di acara pengajian Bundanya. Mendengar semua itu, Naya tersenyum kecil. My twins menjadi primadona ibu-ibu di usia masih kecil, gimana kalau sudah besar nanti pasti banyak kaum hawa yang mengantri di belakang untuk mendapatkan cintanya.
"Kamu kenapa sayang?" bisiknya Tama.
"Enggak pa-pa mas."
Rangkaian acara empat bulanan telah usai, tamu undangan sudah meninggalkan tempat acara. Tinggal beberapa kerabat yang masih asyik mengobrol, bagaikan acara reuni mereka di pertemukan kembali setelah sekian bulan tidak saling bersua karena kesibukan masing-masing yang membuatnya tidak punya waktu.
Saking capeknya my twins ketiduran guys. Sedang tidur saja mereka sangat tampan, coba kalau sudah bangun pasti sangat tampan seperti Papa Wiratama hehehe...
__ADS_1