
Tahun berlalu sangat cepat, perasaan baru saja kemarin Tama dan Naya baru saja menikah, mengucapkan janji suci di depan penghulu. Tak terasa usia pernikahannya sudah memasuki tahun ke tahun, tak terbayangkan kini keduanya sudah mempunyai buntut tiga.
Banyak suka duka yang mereka lewati, baik senang, bahagia dan air mata semuanya menjadi satu. Kebahagiaan rumah tangga keduanya semakin lengkap, di karunia-Nya putra-putri yang sangat pintar dan lucu. Kebahagiaan yang sempurna bukan.
Memasuki usia pernikahan ke sepuluh tahun, semakin bertambah kebahagiaan nya. Tepatnya di ulang tahun pernikahan mereka mendapatkan kado terindah dari Tuhan, Naya diberikan kepercayaan kembali untuk mengandung buah cinta keduanya.
Usia kandungan yang masih sangat rentan membuatnya tidak terlalu banyak aktivitas, ada mbak yang membantu mempersiapkan kebutuhan sehari-hari anak-anak. Ada suami yang selalu siaga membantu merawat anak-anak bersama.
"Mas.. Naya memainkan kancing piyama suaminya yang sudah mempreteli satu persatu."
"Kenapa?"
"Mau main kuda-kudaan, atau mau di pok-pok seperti Esha putri kita."
"Ahhh mas mah kalau soal kuda-kudaan langsung On, masak iya aku minta seperti Esha nanti kalau ada yang lihat malah di ketawain kan enggak lucu mas."
"Terus apa?"
"Apa ya, ohh ya aku punya sesuatu untuk mas. di jamin mas pasti suka kado pernikahan kita."
"Pernikahan?"
__ADS_1
"Bukannya pernikahan kita ulang tahun nya sudah lewat waktu kita bulan madu kedua itu! kenapa sekarang pakai acara ulangtahun lagi, pernikahan siapa?"
Naya semakin jengah dengan sikap suaminya yang melupakan hari bersejarah nya, hari dimana dirinya di satukan dalam ikatan tali suci pernikahan. Janji suci di hadapan penghulu dan kedua orang tuanya yang turut hadir menjadi sanksi bisu perjalanan pernikahannya.
Tama berusaha mengingat-ingat hari bersejarah seumur hidup, tidak ada kata perpisahan kecuali maut yang memisahkan keduanya. Melihat wajah sang istri yang berubah mimik wajahnya membuatnya tak tega melihat istrinya cemberut, sebisa mungkin Tama mengingat nya.
"Ohhh iya mas ingat! ulang tahun pernikahan kita yang ke_10 tahun kan, benar kan sayang..."
"Suami hebatku, Naya langsung menghambur ke pelukan suaminya, memberikan hadiah bertubi-tubi sebuah kecupan di seluruh wajahnya."
Tidak butuh mengulur waktu lebih lama, Naya menyodorkan kotak kecil berwarna hitam diatas nya ada pita kecil menghiasi kotak itu.
"Buka saja paati kamu suka melihat isu di dalam."
Dengan tiba sabaran Tama langsung membuka tali simpul puta itu, dan kotak kecil terbuka sempurna memperlihatkan beberapa testpack.
"Beneran ini sayang."
"Naya mengangguk, sembari tangannya mengelus perutnya dengan ucapan "Tama junior" .
"Terimakasih sayang."
__ADS_1
Keduanya berpelukan saling memberikan kehangatan rasa yang sama, mengungkapkan rasa yang sama untuk calon bayi mereka yang masih berada di dalam kandungan.
Suka cita kebahagiaan menyambut keluarga baru, kedua rasakan. Bulan madu yang kedua ternyata mendapatkan hasil yang baik, butuh satu minggu mencetak Tama junior di rahim istrinya.
******
"Esha, mas mana?"
"Andi sendili Nda, Elca di andiin embak."
Si kecil Esha sibuk dengan mainan yang di pegang nya, tetapi mulutnya menyahuti ucapan sang Bunda.
"Mas di kamal beldua, Elca ain sendili dong kan udah deude ." Tutur Esha dengan bahasa nya yang belum bisa fasih mengucapkan huruf R.
"Iya-iya yang udah gede, berarti Kaka berani dong tidur sendiri, tanpa Papa, Bunda, dan Mas." sahutnya Naya mengabsen satu persatu.
"Hmmm ndak belani, maunya boboknya baleng-baleng di kamal yang ama dengan mas." Esha merentangkan kedua tangannya untuk mengistirahatkan tidur bersama, tidak mau bila sendirian di dalam kamar.
"Elca tatut hantu katanya kepalanya belwalna hitam, selem Nda." Esha malah menghambur ke pelukan Bundanya. Tubuhnya bergidik ngeri, takut ada setan tiba-tiba menerkam tubuhnya yang mungil.
Naya tidak bisa menyembunyikan senyumnya, senyum untuk putrinya yang semakin hari semakin pintar dalam mengolah kosakata baru. Membuat Naya sendiri tidak henti tidak untuk mengulum senyumnya, senyum untuk putrinya yang semakin hari semakin pintar.
__ADS_1