Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 43


__ADS_3

Satu bulan sudah berlalu, sang waktu berjalan sangatlah singkat, seperti siang berganti dengan malam, seperti hujan berganti dengan terang seperti itulah kisah cinta sepasang pengantin baru yang masih bermekaran indah seperti bunga mawar yang harum semerbak menebarkan aroma wangi.


Kini sudah satu bulan usia pernikahan Kanaya, dan Tama. Mereka berdua sangat cepat akrab, tidak malu-malu Kanaya mengucapkan kata cinta kepada sang suami. Tama tidak kalah bahagianya mendengarkan kata-kata cinta dari sang istri, meskipun jarak memisahkan mereka berdua tetapi cintanya tidak akan lekang dimakan oleh waktu.


Sudah hampir dua Minggu Tama tidak pulang ke Solo, dengan alasan pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan. Kanaya berusaha untuk berfikir positif, karena ini resiko yang harus Kanaya jalani menikah di usia masih sekolah, dan suami harus pergi kerja.


Ada rasa khawatir, dan berprasangka buruk tetapi Kanaya tepis semuanya hanya sang waktu yang bisa menjawabnya.


🍭🍭🍭


Kanaya sedang sibuk dengan ujian sekolah, sampai Kanaya tidak sempat memikirkan suaminya. Tujuannya belajar, dan belajar seperti keinginannya dulu Kanaya ingin membanggakan dirinya sendiri, keluarga, mertuanya, dan suaminya.


Seperti sekarang ini Kanaya di sibukkan dengan berbagai persiapan ujian praktek, rencananya ujiannya yang akan di jadwalkan hari Senin mendatang. Segala persiapan sudah Kanaya siapkan mulai dari mental, dan pikirannya supaya bisa fokus untuk menghadapi ujian praktek.


Tinggal selangkah lagi dirinya akan lulus dari bangku Putih abu-abu, masa yang paling indah, dan suatu saat nanti pasti akan di rindukan-nya.


"Nay, tumben-tumbennya mukamu kusut gitu? biasanya cerah secerah matahari bersinar..." Tutur Difa yang memperlihatkan wajahnya yang berseri-seri karena bahagia sedang menghampirinya.


"Biasa saja wajahku setiap hari seperti ini, tetap cantik natural..." Tutur Kanaya yang membanggakan dirinya. padahal wajahnya terlihat tidak seperti biasanya, wajahnya sedikit pucat, dan kedua matanya sangat cekung.


"Mungkin Difa yang lagi bahagia, Nay." Sahutnya Dina yang sibuk dengan handphonenya.

__ADS_1


"Mungkin Din..."


Tidak ada Tutur kata yang terucap di bibirnya, mereka bertiga sibuk dengan pikirannya masing-masing, dan sedang menikmati hidangan makan siang di dalam kantin sekolah.


🍭🍭🍭


Tama di Jakarta sedang uring-uringan, karena pekerjaan yang belum selesai-selesai membuatnya Tama tidak bisa melepas rindu dengan sang istri.


Hampir dua minggu tidak bertemu dengan pujaan hatinya, bagaikan bertahun-tahun tidak bertemu saja, padahal hanya berpisah sekian Minggu menurut Tama rindu itu berat biar Aku saja yang merasakan, readers jangan ya karena itu berat hehehe.


🍭🍭🍭


Padahal Dia kan CEO, kenapa nggak bisa di wakilkan dengan orang lain? berbagai pertanyaan memenuhi otak cantiknya Kanaya, tetapi tidak menemukan jawaban pastinya.


Weekand ini Kanaya ingin menghabiskan waktu dengan sahabat-sahabatnya, mereka bertiga akan pergi ke Mall, ingin re-fresh ke pikirannya.


Sampailah mereka bertiga di Mall dengan gaya pakaian yang sangat modis, dengan balutan OTTD kekinian. Mereka bertiga bak pinang dibelah tiga, mereka sangat mirip meskipun tidak terlahir dari rahim yang sama, tetapi persahabatan ketiganya seperti tidak pernah di lekang oleh waktu.


Mereka bertiga berputar-putar dalam Mall, naik turun menggunakan eskalator merupakan hal biasa di lakukan para pencari diskonan.


Lelah berkeliling Mall, akhirnya bertiga makan dulu di tempat Foodcourt sebelum pulang ke rumahnya. Seperti biasanya mereka akan memilih menu makanan yang sama, paket hemat adalah pilihannya.

__ADS_1


"Kamu nggak ganti menu apa gitu? biar Aku yang traktir mumpung ada rezeki sedikit..." Tutur Kanaya dengan barisan giginya yang rapi.


"Beneran Nay, kamu yang traktir? tanya Difa dengan kedua matanya yang berbinar bahagia.


"*Kamu banyak uang ya, Nay?" tanya Dina yang mulai penasaran.


"Nggak juga, sedikit ada rezeki saja kan sayang kalian makanya Aku traktir hehehe...." Jawabnya Kanaya.


"Ya sudah bila itu menjadi keputusanmu, Kita berdua mah bahagia makan gratis ini..." Tutur Difa, Dina secara kompak*.


Setelah memesan makanan, tidak waktu lama makanan sudah datang mereka bertiga makan dengan lahap satu porsi ayam bakar mereka habiskan sisa hanya ada tulang-tulangnya yang berada di piring.


Setelah kenyang mereka berpisah di depan Mall, ketiganya pulang ke rumahnya masing-masing, Difa, dan Dina mengendarai sepeda motor mereka berdua berboncengan. Sedangkan Kanaya memilih untuk naik taksi, yang sudah di pesannya secara online. Semenjak menikah Kanaya di larang sang suami naik angkutan umum, alhasil Kanaya hanya menurut saja titah suaminya daripada ada pertengkaran di antara kita.


Partnya sepertinya tidak nyambung ya? krisannya dong autthor tunggu, meskipun tidak di balas satu-satu pasti autthor baca kogg😁😁😁


o



Mampir Kakak ke cerita autthor lainnya, tinggalkan jejak untuk vote, like, komentar, dan Rate-nya di cerita autthor ya biar selalu tambah semangat😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2