Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 145


__ADS_3

Beberapa hari my twins menginap di rumah Opa Oma nya membuat suasana di rumahnya terasa sepi, biasanya celotehan manja, lari-larian, pertengkaran sengit my twins jadi hiburan tersendiri. Hari ini sangat berbeda, semenjak my twins menginap, rumahnya terasa hambar hanya ada suara telivisi dan para pekerja di rumah.


"Mau ngapain? bosen ahh.."


ucap Kanaya merentangkan kedua tangannya.


Di ruang keluarga Nay mengganti-ganti cahanel telivisi, tidak ada yang menarik untuk di tonton. Suami sudah berangkat ke kantor, terus Nay mau ngerjain apa ya? Semua juga sudah beres..


Jenuh dengan suasana rumah lambat laun Nay tertidur di sofa ruang keluarga, televisi di biarkan menyala menonton dirinya yang tengah terlelap.


*****


Di rumah sang Opa dan Oma mereka sangat di manjakan, my twins bener-bener sangat betah beberapa hari bermalam di rumah Opa dan Oma. Seperti hal kecil pun selalu di perhatikan Oma nya, mulai dari kebersihan, makanan dan mainan pun juga tidak boleh sembarangan.


Opa Adi sengaja tidak ke kantor hari ini, ingin bermain dengan sang cucu twins. Di taman belakang ada kolam ikan kecil, biasanya kalau sedang di landa kejenuhan Opa Adi sering memancing di kolam ini.


Mereka bertiga sudah siap dengan peralatan mancing nya, pakaian si kembar pun sangat nyentrik bener-bener kostum mancing sungguhan.


"Opa ikan nya banyak ndak?"


tanya Dana lebih dulu.


"Banyak dong.."


jawabnya Opa Adi.


"Segini Opa."


Tutur si kembar merentangkan tangannya, dan menghitung nya dengan jari tangan dan kaki...


"Hehehe iya sayang..."


"Asyik-asyik, Ita mancing benelan...."


Sorak gembira si kembar mewarnai acara mancing kali ini.


*****

__ADS_1


Di kantor Tama sedikit khawatir meninggalkan istrinya di rumah cuma bersama para pekerja.


Ada rasa ingin pulang melanjutkan bermain panas, tetapi hari ini yang mengharuskan dirinya hadir di kantor karena ada rapat dengan investor asing.


Dengan membayangkan saja sudah membuat celananya sesak, di dalam celana pun meronta-ronta ingin keluar.


"Sabar Otong, nanti juga kita akan bertemu sarang nya yang legit..."


ucap Tama mengelus-elus si Otong di balik celananya.


"Masih ada waktu 10menit..."


ucap Tama.


Ponsel yang tergeletak di atas meja di biarkan saja kemarin-kemarim, tetapi kali ini tidak berbeda tidak di biarkan karena ingin menghubungi sang istri.


Panggilan pertama di biarkan saja tidak terangkat, baru panggilan kedua lah sang istri mau mengangkat telepon dari suami tampannya.


"Assalamualaikum mas..."


sapa Nay dengan suara cempreng.


"Sedang apa sayang?"


tanya Tama sembari mengigit jari nya.


"Tiduran di ruang keluarga, ehh malah ketiduran mas hihihi..."


jawabnya Nay apa adanya tanpa di tutupi.


"Bibirnya jangan begitu dong Bun, bikin Papa ingin cepat-cepat pulang.."


Ujar Tama yang mati-matian menahan hasrat yang membara.


"Emang kenapa dengan bibirnya Nay, perasaan enggak gimana-gimana dech..."


ucap Kanaya tidak mau kalah menggoda sang suami, yang mesummmm nya tingkat dewa.

__ADS_1


"Jangan mulai dech sayang, nanti pulang tidak akan mas biarkan tidur dengan nyaman..."


ancaman nya Tama yang membuatnya ingin menantang sang istri.


"Coba saja kalau berani!"


tantang Kanaya.


"Siapa takut!"


"Tunggu mas pulang, pasti tidak bisa berjalan.."


Ucap Tama dengan senyum smirk.


"Dadah...dan mas..."


"Waalaikumsalam...


Sambungan telepon sudah di matikan Tama semakin berkobar-kobar menahan di balik celana.


"Apakah harus bermain solo?"


batinnya Tama.


"Tidak lucu ahh, tidak asyik, tidak ada lawannya.."


ucap Tama meninggalkan ruang kerja nya berjalan ke tempat rapat.


Setelah telepon terputus Nay tertawa terbahak-bahak, menertawakan reaksi suaminya pasti ke limpungan menahan sesuatu.


Wkwkwk... emang enak...


Mas sih mulai mancing-mancing ikan.


Kan ikan nya mulai terpancing hihihi....


Yang nanyain kisah cinta Reksa dan Dara ada di cerita di bawah ini.

__ADS_1


othor bikin versi chat story.S



__ADS_2