Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 117


__ADS_3

Satu minggu berlalu


Selama satu ini Reksa di sibukkan dengan proyek baru pembangunan kantor cabang, Wiratama sengaja mengirim Reksa untuk datang ke acara undangan makan malam mewakili perusahaan Abadi Group.


Berbicara dengan Wiratama, Tama memilih menghabiskan waktunya dengan anak dan istri daripada hadir di undangan makan malam kolega bisnisnya.


Bukan tidak menghormati orang yang mengundangnya, hanya saja akhir-akhir ini kesibukannya di kantor membuatnya susah untuk bertemu dengan anak-anak.


Di dalam apartemennya Reksa tengah bersiap untuk mengenakan pakaian dengan setelan tuxedo warna navi, dan di padukan dengan celana slimfiit warna senada dengan warna tuxedo yang di pakai nya.


Bolak-balik Reksa mematutkan dirinya di depan cermin, berulang-ulang juga menata ulang penampilannya yang menurutnya harus perpect dan jangan sampai mengecewakan perusahaan Abadi Group, perusahaan di bawah naungan nya, tempatnya bekerja untuk mencari nafkah.


"Sempurna." Ucap Reksa menjentikkan jari tangan nya.


*********


Tiba di ballroom hotel, tempatnya di adakan acara undangan makan malam para petinggi perusahaan.


Reksa datang ke acara untuk memenuhi undangan yang di tunjukkan kepada Wiratama, berhubungan berhalangan hadir alhasil Reksa yang menggantikan posisi Wiratama selaku CEO Abadi Group.

__ADS_1


Reksa berjalan bak model profesional, rambutnya di tata klimis dengan setelan tuxedo warna navi, dan kacamata hitam bertengger di hidungnya menambah kesan pengusaha muda sukses.


"Selamat malam, selamat datang Pak Reksa di acara ulang tahun perusahaan ..." sapa pemilik acara dalam menyambut tamu yang hadir di tengah-tengah pesta.


"Selamat malam juga Pak , senang bisa menghadiri acara perusahaan, semoga kerjasama kita semakin solid." sahut Reksa menjabat tangan pemilik acara.


Setelah berbincang-bincang sebentar dengan yang punya acara, Reksa melanjutkan jalannya untuk menyapa rekan kerja yang lainnya yang kebetulan mereka melintas di depannya.


"Hai bro, datang sama siapa?" tanya Reksa melirik gadis cantik yang bergandengan tangan dengan mesra dengan rekan bisnisnya.


"Keponakan gue, kenapa emang?" tanya balik Toni. Dengan gaya cengengesan Toni bergelayut manja di lengan keponakannya, seolah-olah banyak mengira mereka berdua seperti sepasang kekasih.


"Si al lho!" Ujar Toni tidak kalah sengitnya, keponakannya di ketawain rekan bisnisnya, padahal hanya bercanda cuma hanya sedikit bete saja dengan kelakuan Reksa yang kelewatan ketawa nya.


*******************


Brukkk


Reksa berjalan pelan menuju stand makanan, pandangan matanya lurus ke depan tidak menyadari bahwa di depannya ada seorang wanita berhijab sedang memegang minuman, dan makanan berisi irisan buah-buahan yang tersaji di stand makanan yang tersedia di meja, gadis itu sengaja mengambilnya untuk teman minum nya.

__ADS_1


"Maaf mbak..." Ucap Reksa yang merasa tidak enak hati telah menyenggol lengan gadis berjilbab.


"Ada yang sakit, atau perlu kita ke rumah sakit'?" tanya Reksa menawarkan bantuan, tetapi tangannya langsung di tepis gadis berjilbab.


"Tidak perlu, saya tidak apa-apa hanya sok saja tiba-tiba ada yang menyenggol lengan saya, padahal saya sudah hati-hati dalam berjalan." jawabnya gadis berjilbab.


"Ini kartu nama saya bila suatu saat nanti mbak membutuhkan tanggung jawab, saya siap untuk bertanggung jawab dalam pengobatan luka yang mbak alami." Tutur Reksa yang gentelment.


Reksa menyodorkan kartu nama nya yang berisi alamat apartemen, dan alamat tempatnya bekerja.


"Makasih, tidak perlu saya bisa mengobati sendiri jadi Anda tidak perlu khawatir bahwa saya akan minta pertanggungjawaban, anggap saja malam ini nasib baik sedang tidak berpihak pada ku!" sahutnya berlalu meninggalkan Reksa yang masih pada posisi nya menyodorkan kartu nama.


Reksa terus saja memandangi gadis berjilbab yang terus saja berjalan meninggalkan Reksa yang masih bengong. Padahal Reksa ingin berkenalan dengan baik-baik, tapi seribu sayang belum juga mengutarakan niatnya sudah di tinggal duluan pergi dari hadapannya.


Gadis aneh, di sodorin kartu nama mau tanggung jawab malah di tolak, cantik sih tapi rada-rada songong, Menyebalkan!" Reksa terus saja ngedumel karena merasa harga dirinya tidak di hargai sebagai laki-laki yang bertanggung jawab.


Sebenarnya othor udah kangen nulis, tetapi banyak hal yang harus dilakukan pikirkan.


Maaf ya belum bisa update panjang, othor masih masa recovery waktu sakit kemarin.

__ADS_1


Mungkin banyak cerita yang tidak nyambung antara Part satu dengan Part lainnya, di maklumi karena pikiran othor terkadang tidak menemukan ide-ide yang cemerlang hihihihihi....


__ADS_2