
Selesai sarapan bersama di temani Baby twins yang selalu berceloteh ini itu tentang pengalaman baru pergi bersama Opa Oma beberapa waktu yang lalu. Mereka sangat antusias menceritakan selama berlibur di villa, banyak yang di lakukan nya dan itu semua membuat dirinya dan kembarnya bahagia bisa merasakan udara segar, fresh di alam terbuka dengan pemandangan pegunungan.
Mereka berempat sudah berada dalam mobil, suasananya sangat hidup berkat Baby twins yang tidak berhenti bercerita, bertanya, dan menanyakan beberapa hal yang menurutnya sangat asing.
Mereka duduk di bangku belakang, sedang Papa dan Bunda duduk di depan. Terkadang Tama sangat kualahan menjawab pertanyaan my twins yang kelewatan kritis. Hanya dengan dekipan mata saja sang istri sudah paham, bahwa dirinya sedang butuh bantuan contoh nya seperti di dalam mobil ini.
"Itu pohon apa, Pa? kog tinggi cekali sepelti mostel, selem...."
Ujar my twins. Mereka sangat penasaran dengan pohon tinggi yang tumbuh di pinggir jalan, meskipun sangat rindang menurutnya itu menyeramkan karena tumbuh sangat rimbun, lebat..
"Lihat-lihat Pa, pohon-pohon nya lucu anyak banget, bunganya walna-walni seperti bintang di langit yang anyak walna nya hihihi."
Tutur My twins menunjuk di sisi jalan tumbuh dengan ribuan warna bunga, bertepatan bunga sedang bermekaran.
"Hmm.." suara Tama melirik sang istri meminta bantuan jawaban..
"Tersenyum sembari mengedihkan bahunya, Kanaya tidak memberikan jawaban a-pa lebih fokus melihat jalanan dan melihat my twins lewat kaca spion..."
Saking antusiasnya my twins, Tama pun kesusahan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan. Jika di jawab asal nanti mereka akan semakin kritis bertanya dan bertanya, bila di jawab jujur pasti akan panjang menghabiskan durasi othor menulis novel di bab ini hehehe...
__ADS_1
******
Di pelataran parkir rumah sakit mobil berhenti khusus tempat parkir, mobilnya berjajar rapi seperti mobil lainnya yang tengah terparkir pada tempatnya.
Tama keluar duluan, memutari badan mobil untuk membukakan pintu untuk Kanaya dan my twins. Di dalam mobil, Tama bisa melihat kegembiraan wajah putranya yang memperhatikan sekeliling yang sangat ramai orang berlalu lalang.
"Silahkan tuan putri dan paduka raja kecil untuk turun dari mobil..." Ujar Tama membukakan pintu, mempersilahkan mereka bertiga untuk turun, dengan di sambut uluran tangan Tama...
"Terimakasih suamiku, cintaku, kesayangan ku..." balas Kanaya tidak kalah dengan perilaku yang di berikan sang suami.
"Maacih Papa hanteng.." ucap my twins dengan bibirnya tersenyum membentuk bulan sabit, dan binar kebahagiaan di matanya.
******
"Selamat siang bapak ibu, silahkan masuk, langsung berbaring ya buk" Pinta perawat wanita yang memakai pakaian putih.
Disini lah mereka, Kanaya sedang terbaring di atas bankar yang telah di sediakan di temani Wiratama dan ny twin yang setia menggenggam tangan Kanaya.
"Mas aku gugup.." ucap Kanaya lirih.
__ADS_1
"Tenang ada suami tampan mu ini yang akan menemanimu.." sahut Tama dengan sedikit dengan guyonan.
Jantung Tama dan Kanaya berdegup kencang, meskipun ini bukan pengalaman pertama mereka mendengar penjelasan sang dokter.
jantung mereka tidak bisa diajak kompromi, berdegup kencang menunggu hasil pemeriksaan.
"Bagaimana dok? apakah kondisi bayi kami baik-baik saja? Tanya Tama tidak sabaran untuk mengetahui keadaan sebenarnya.
"Ini ya pak janinnya, sudah terbentuk..." Ucap dokter tersebut.
Wajahnya Tama langsung berbinar cerah, melihat kantung kecil bersemayam di rahim sang istri. Kanaya pun sama bahagianya mendengar ucapan dokter tersebut, melihat ekor mata suaminya Kanaya tahu suaminya sedang bahagia.
"Itu adik Ita Om domtel, tenapa adik Ita kecil? tenapa belum besar seperti Ita, Om domtel? tanya my twins.
"Iya pria kecil Tampan, karena usianya dedek kecil baru tiga bulan sayang, nanti kalau usianya bertambah tiap bulannya akan besar seperti kalian.." jawab dokter tersebut.
"Benalkah Nda , Pa yang di katakan Om domtel itu!"
"Iya sayang.."
__ADS_1
My twins tersenyum bahagia, bahagia baru saja mendengar berita bahagia tentang calon adiknya yang masih sangat kecil, belum bisa untuk di ajak lari-lari dan bermain.