Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 41


__ADS_3

HAPPY READING


Hari yang di tunggu sepasang suami isteri akhirnya terlaksana, rencananya Tama akan pulang ke sekolah menemui istrinya. Sekian hari mereka terpisah, ada segudang rindu yang Tama rasakan, rasanya ingin sekali secepatnya sampai Solo bisa mendekap tubuh sang istri.


Lagi-lagi Tama harus bersabar untuk hari esok, karena hari ini masih hari Jum'at membuatnya harus sedikit bersabar lagi untuk menunggu esok tiba.


Setelah pulang dari kantor Tama langsung masuk ke dalam kamar untuk membersihkan tubuhnya, sedang Mamanya menyiapkan makan malam bersama.


Sebisanya mungkin Mama Tama memasak untuk suami, dan Anaknya. Bukan tidak percaya sama pekerja dirumahnya, akan tetapi kedua jagoannya tidak menyukai masakan dari tangan orang lain selain tangannya Mamanya.


Selesai mandi, dan berganti pakaian. Tama turun ke bawah, berjalan ke arah dapurnya untuk menghampiri sang Mama yang sedang sibuk memasak untuk makan malam.


"***Selamat sore Mama-ku yang paling cantik selain istrinya Tama..." Bisiknya mengecup pipi kanan sang Mama.


"Sore juga anak Mama yang paling tampan.." Sahutnya Mama Tama menangkup wajah putranya.


"Masak apa, Mah?" tanya Tama yang sudah duduk di kursi meja makan. Tama sangat intens memperhatikan Mamanya dalam mengolah bahan makanan.


"Menu kesukaan kamu, dan Papa-mu..." Jawabnya Mama Tama***.


Tama terus saja mengekori Mamanya dari belakang, Mamanya berjalan ke kanan, Tama pun juga mengikuti gerakan kemana pun Mamanya bergerak.


"*Kamu itu ngapain sih ngitilin Mama terus? Mama itu pusing ngeliatin kamu mondar-mandir di belakang Mama!" Tuturnya sedikit panjang, karena Mamanya sudah jengah dengan sikap sang putra.


"Hehehe Tama ingin jadi bodyguard, bila Mama ada apa-apa? ada Tama yang siap menyelamatkan.." ucap Tama yang tidak masuk akal dengan cenggiran khas Tama, dan membentuk huruf V.

__ADS_1


🍭🍭🍭


Kanaya baru saja pulang dari sekolah, setelah mengucapkan salam. Kanaya lebih memilih masuk ke dalam kamarnya untuk mandi, dan berganti pakaian.


Setelah melakukan ritual mandinya, dan berganti dengan pakaian piyama. Kanaya lebih memilih bersemedi di kamarnya, ingin merebahkan tubuhnya yang sedikit capek karena kegiatan di sekolahnya begitu sangat padat.


Tanpa kata ini itu, Kanaya langsung merebahkan tubuhnya diatasnya, menurutnya ini kasur terempuknya setelah suaminya.


Kanaya sedang berguling-guling diatas tempat tidurnya, senyumnya terus saja merekah sangat manis, tidak sabar menunggu hari esok tiba.


Bila tidak ada halangan rintangan, besok adalah hari bahagianya bertemu dengan sang suami, besok suaminya akan pulang ke Solo yang berarti rindunya sebentar lagi akan terobati, rasanya ingin cepat-cepat jam berputar menit berganti menjadi jam, dan berputar hingga hari esok tiba.


Kelelahan dengan kegiatan sekolahnya, dan membuncah bahagia untuk esok harinya. Kanaya sudah terlelap dalam tidurnya sebelum makan malam, Kanaya tertidur dengan posisi belum makan, saking bahagianya .


🍭🍭🍭


Tama ingin membuat surprise ke istrinya, karena Tama ingin melihat reaksi Kanaya setelah berpisah kurang lebih satu minggu lamanya.


Makanya Tama tidak ingin dijemput, memilih untuk naik taksi untuk sampai ke rumah mertuanya. Di dalam Tama sudah tidak sabar, menurutnya perjalanannya kali ini sangatlah lama, padahal jarak Bandara ke rumah mertuanya tidak terlalu jauh.


Sampai di rumah gerbang warna hitam, Tama menurunkan kakinya, membuka kacamatanya, dan menurunkan kopernya dengan pelan supaya tidak menimbulkan suara kegaduhan di luar.


Setelah membayar ongkos taksi, dengan langkah kaki mengendap-endap Tama masuk ke dalam rumah mertuanya, kebetulan pintu rumahnya sedang terbuka.


"***Ehhh Nak Tama, kirain tadi tamu siapa?" tanya mertuanya.

__ADS_1


"Hehe maaf masuk ke rumah tidak ketok-ketok pintu dulu, Buk!" Jawabnya sedikit tidak enak hati. Saking bahagianya Tama sampai lupa mengucapkan salam, dan menyapa ibunya terlebih dahulu.


"Ayo masuk Nak! mau minum apa?"


"Tidak usah repot-repot Buk , kalau Tama haus Tama bisa ambil sendiri kok."


"Ibu tidak merasa di repot-kan, ayo di minum..."


"Makasih Buk.


Setelah meminum seteguk air yang di buatkan mertuanya, Tama pamit untuk masuk ke dalam kamar untuk menemui istrinya yang sudah mengisi hatinya yang lama tidak berpenghuni.


Ceklek


Pintu di buka sangat pelan, mengintip sebentar untuk mengetahui aktivitas Kanaya di dalam kamarnya. Senyumnya langsung terbit karena sang istri sedang mimpi indah, suara pintu, dan derap langkah suaminya pun tidak terbangun, benar-benar tidurnya seperti kebo.


Selesai membersihkan badannya, dan berganti pakaian hanya menggunakan celana boxer, dan bertelanjang dada Tama ikut berbaring di samping sang istri.


Merengkuh tubuh istrinya adalah hobi barunya, Tama mulai mengendus-endus leher jenjang Kanaya. Lidahnya terus saja menyelusuri, dan memberikan kecupan, gigitan kecil membuat warna keuangan.


"Akhhh..." Kanaya mulai menggeliat merasakan sesuatu menerpa lehernya.


"Kamu kok lucu sih, sedang bobok saja sudah cantik.." guman Tama.


Tama memutuskan untuk masuk ke alam mimpi untuk ikut bermimpi indah bersama sang istri. Karena kelelahan habis perjalanan, akhirnya Tama tertidur juga tanpa melakukan aktivitas yang sudah beberapa hari ini sudah Tama rindukan.

__ADS_1


"Sweet dream sayang.."


__ADS_2