
Hoek... Hoek.....
Tama terus saja memuntahkan makanan yang baru masuk ke dalam mulutnya, suapan beberapa sendok akhirnya keluar semua. Membuat tubuhnya melemes, pusing dan mual perutnya bergejolak terus.
"Kenapa mas?"
Mimik wajahnya Nay sangat khawatir, khawatir melihat keadaan suaminya yang belum membaik muntah nya. Meskipun sudah sedikit berkurang, tetap saja ada saja yang bisa di muntah-kan.
"Perutnya mual, sakit, ingin muntah..."
Tama menjawab pertanyaan sang istri seperti ogah-ogahan, rasa di perutnya begitu mendera Kala mengingat makanan berjejer di di atas nakas kamarnya.
"Singkirkan ini sayang!"
Saking tidak kuat nya akhirnya Tama meminta sang istri untuk menjauhkan makanan, makanan di dekatnya membuat perut terus saja merasakan mual.
Rasanya sangat lemas, makanan yang masuk ke dalam mulutnya harus keluar semua.
Sungguh sangat tersiksa....
Selang beberapa menit dari muntah nya, my twins menggeliat tubuhnya, kelopak matanya ingin sekali membuka tetapi terasa sangat berat....
"Eughhh....."
My twins mengerjap-ngerjap kelopak matanya lucu, saking lucunya membuat Tama gemas mencubit pipinya.
Pipi yang selalu memerah tatkala sedang malu-malu kucing, atau sedang menangis terbayang sudah di pelupuk matanya.
__ADS_1
"Papa udah bangun ...." My twins masih saja mengucek-ucek kelopak mata nya, untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke gorden kamarnya....
"Iya sayang...."
Mendengar ucapan papanya membuat my twins tersenyum manis, tangan kecilnya mengecek suhu, badan sang Papa dengan telaten seakan-akan my twins tidak percaya ucapan sang Papa.
"Benel kata Papa, Papa udah sembuh..."
"Yeeeaaaahhhh Papa cembuh...."
Kegirangan my twins membuat orang dewasa ikut merasakan kebahagiaan, bisa melihat senyum putranya seperti ini membuat keduanya berkali-kali mengucapkan rasa syukur dan terima kasih untuk kebahagiaan yang tak terhingga.
***********
Beberapa hari sudah berlalu, Infus pun sudah di lepas kemarin. ***** makan juga sudah membaik. Nay ikut senang melihat perkembangan suaminya yang mengarah ke hal-hal positif, meskipun belum pergi ke kantor tetapi Tama memantau pekerjaan nya dari rumah.
My twins juga senang bisa bermain kembali dengan sang Papa, sakit kemarin membuat my twins kehilangan sosok sang Papa.
Sore hari di taman belakang rumahnya, mereka berempat sedang menikmati my time menemani my twins bermain di alam terbuka belakang rumah.
"Mas udah enggak mual lagi kan?"
Kanaya menanyakan kondisi suaminya lebih lanjut, takut-takut mual nya kambuh kembali. Meskipun pucat nya sudah berkurang, tetap saja ada rasa ke khawatir dari dirinya sendiri.
"Alhamdullilah sudah enggak..."
Mereka berdua menghabiskan sore nya dengan mengobrol sembari menemani anak-anak bermain.
__ADS_1
"Cup...."
Tama mencuri satu kecupan di bibir sang istri, melirik tidak ada pergerakan my twins kearah mereka.
Tama mulai melancarkan aksinya, memberikan kecupan singkat sedikit tetapi membuat keduanya tersulut aliran listrik.
"Mas... ada anak-anak..."
Tama seakan tuli, tidak mendengar ucapan istrinya yang sudah merengek minta untuk di lepas. Tangannya tidak bisa tinggal diam, bergerilya mencari titik-titik yang membuat sang isteri mendesah kan namanya.
Sesekali ekor matanya melirik, berharap my twins tidak tahu kegiatan para orang dewasa...
"Papa Nda sedang apain?"
My twins curiga dengan gerak-gerik orang tuanya, mereka penasaran akhirnya menanyakan kegiatan para orang tua dengan tatapan mata penuh selidik.
"Ehmmm, bantuin jawab Bun.. " bisiknya Tama tepat di telinga sang isteri.
Nay hanya mengulum senyum, melihat ekspresi suaminya yang seperti maling sedang ke tangkap basah oleh yang punya rumah.
"Papa tenapa? bicik-bicik telus sama Nda?"
Pertanyaan my twins membuat Tama mati kutu, mau menjawab pertanyaan yang pertama saja minta bantuan sang istri.
"Ehhhh ... apa Bun?"
"Mau petak umpet.."
__ADS_1
Nay tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban sang suami. Nampak sekali my twins mengernyit dahinya, seolah-olah meminta jawaban yang pasti kedua orang tuanya...
Tetapi tidak ada jawaban yang dari para orang tua, mereka bingung mau menjawab apa? tiba-tiba pikirannya buntu.