Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 163


__ADS_3

Seperti yang sudah di susun sebelumnya, di rumahnya sudah berdiri tenda-tenda berjajar rapi di halaman rumahnya. Dekorasi warna putih menghiasi tempat acara, acara tujuh bulanan akan di gelar hari esok, bertepatan dengan hari minggu, hari libur nasional.


Rumah besar yang di tempati nya di hias sedemikian indah, warna bunga mawar putih, dan bunga tulip menjadi pilihan Naya sebagai acara pilihan nya bumil.


"Nda, bunga nya bagus mas suka."


seru bocah kembar yang berjalan kearahnya, langkah kecil mengayun ke tempat sang Bunda.


"Bunda juga suka, berarti selera mas dan Bunda sama dong."


Ujar Naya bertos ria tangan nya dengan si kembar.


"Belalti Ita sehati Nda hihihi.."


Celoteh si kembar membuat Naya tidak bisa untuk tidak tersenyum.


Tingkah laku si kembar tidak ada hari, tidak ada yang baru, selalu saja ada yang baru yang bisa membuatnya Naya tersenyum lebar.


"Iya dong sayang, kita saling mencintai satu sama lainnya."


ucap Naya dengan senang, merentangkan kedua tangannya untuk memeluk si kembar yang kelewatan mengemaskan hari ini.


"Mencintai itu apa Nda?"


tanya my twins mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Bundanya.


Ekspresi si kembar sangat lucu, dengan matanya yang terus menatap wajah Bundanya.

__ADS_1


"Hmmm."


Naya menggaruk tengkuknya yang tak gatal sama sekali, Naya sedang berfikir untuk mencari jawaban yang tepat untuk si kembar, supaya bisa di cerna baik oleh my twins.


"Apa Nda?"


Rengekan my twins membuyarkan lamunan indah nya Naya, Naya terkatup bibirnya untuk sekedar berdehem.


Tak TAk TAk Tak TAk


"My twins."


sapa Oma nya yang berjalan kearahnya mereka bertiga, si kembar pun langsung menoleh kearah sumber suara.


Melihat kedatangan Oma nya, my twins tersenyum lebar melupakan pertanyaan yang sebelumnya di lontarkan ke Bundanya.


tanya My twins yang sudah menghambur ke pelukan Oma Nisa.


"Enggak twins, kenapa?"


Oma Nisa melempar pertanyaan untuk cucu kembarnya, ingin tahu reaksinya seperti apa?


"Yah, kilain sama Opa."


My twins mendesah kecewa, karena Opa nya tidak ikut ke rumahnya.


"Ndak ada Opa Ndak selu, ndak asyik."

__ADS_1


ucap my twins dengan mengerucutkan bibirnya


"Kenapa?"


Oma Nisa ingin sekali tersenyum, melihat reaksi cucunya yang sangat menggemaskan dengan bibirnya mengerucut sempurna


"Yah ita ndak bisa main kuda-kudaan sama Opa dong Oma."


Ucap my twins kecewa.


"Cup Cup cucunya Oma, entar pulang dari kantor Opa mau mampir ke sini lho."


Tutur Oma Nisa.


"Benelan Oma."


ucap My twins untuk menyakinkan ucapan Oma Nisa.


""Iya sayang "


"Asyik... ashik Oma ke sini yeeey.. yeeeaaaahhhh.."


Seru My twins penuh dengan binar kebahagiaan.


Badannya yang montok terus saja berputar-putar lucu, bokong nya bergoyang-goyang seperti penyanyi dangdut milenial.


Mendengar ungkapan isi hatinya si kembar membuat Naya terenyuh hatinya, ternyata kedekatan dengan Opa nya membuat Naya sendiri berkaca-kaca. Tidak bisa di pungkiri bahwa My twins sangat dekat dengan Papa mertuanya, tidak heran bila kedatangan Mama mertuanya membuat My twins sedikit kecewa karena Opa Adi tidak ikut datang ke rumahnya.

__ADS_1


Naya menyambut kedatangan Mama mertuanya dengan bibirnya yang terus saja mengembangkan senyumnya. Tidak lupa juga mengecup punggung tangan sang mertua, kebiasaan Naya yang tidak boleh di lewatkan meskipun sedang sibuk dengan pekerjaan lainnya.


__ADS_2