
Selamat membaca
Hoek Hoek Hoek...
Di wastafel kamar mandi Tama terus saja memuntahkan cairan bening yang terus saja keluar, tanpa bisa untuk di cerahnya. Rasa lemas membuat tubuh tidak mampu menopang berat tubuhnya, dengan berpegangan dinding kamar mandi Tama berusaha untuk menyandarkan tubuhnya di tembok.
Sudah tiga hari hampir setiap bangun dari tidurnya, perutnya selalu saja bergejolak, ingin terus di keluarkan.
Hampir tiap pagi badannya lemah, berkali-kali Tama pingsan, tetapi selalu ada tempat untuknya bersandar untuk menopang tubuhnya.
Hoek hoeekkk.....
Lagi-lagi Tama memuntahkan sesuatu di dalam tubuhnya, hanya cairan bening yang di muntah-kan nya.
Setelah muntah Tama mulai membersihkan sisa-sisa cairan yang ada di sekitar bibirnya, dan membasuh mukanya dengan air supaya tidak terlihat pucat pasi.
Ada apa dengan diriku? kenapa tiap pagi saya muntah-muntah? pusing enggak? demam juga enggak?
Tama menjadi bingung sendiri dengan reaksi tubuhnya, membuat dirinya harus telat untuk berangkat ke kantor. Banyak juga pekerjaan yang tidak bisa ontime, akibat rasa mual yang datang nya suka tiba-tiba, dimana pun? kapan pun?
****
Nay baru saja selesai membantu mbak Marni untuk memasak untuk sarapan, anak-anak pun juga belum bangun dari tidurnya. Nay sejenak untuk bersantai minum teh, di temani biskuit yang menjadi teman nya untuk bersantai.
"Alhamdulillah nikmat masih di berikan kesehatan, di kasih oksigen yang gratis, masih banyak lagi nikmat yang Allah beri kepada hamba-Nya.
Selesai dengan satu cangkir teh hangat, beberapa keping biskuit. Nay beranjak dari duduknya tatkala mendengar suara-suara aneh seperti benda jatuh.
__ADS_1
Siapa?
Nay menaiki tangga dengan sedikit tergesa-gesa, takutnya putra kembarnya kenapa-kenapa ? mengharuskan dirinya segera tiba di kamar atas, terutama kamar putra kembarnya.
Kleekk....
Pintu kamar terbuka pelan, menampilkan deretan gambar kartun lucu yang di sukai keduanya. Walaupun keduanya terlahir kembar, tetapi masing-masing memiliki selera yang berbeda-beda.
Nay melangkah kakinya pelan supaya tidak menimbulkan suara, menelisik pemandangan kanan kiri mencari suatu objek yang di carinya, tetapi semuanya nihil tidak ada benda yang mencurigakan.
Aneh, tidak ada yang jatuh, terus apa ya?
Sedang putra kembarnya masih tertidur pulas, apa ?
Mereka masih bobo sangat nyenyak dengan selimut sebatas leher, Nay hanya bisa tersenyum gemas kepada putranya. Mereka bobo saja menggemaskan, coba kalau sudah bangun dengan pakaian piyama nya pasti akan tambah menggemaskan.
******
Kamar yang bernuansa warna putih, sangat elegan dengan kasur ekstra besar, muat untuk tidur berempat vila anak-anak ingin bobo bersama Papa dan Bundanya.
Klek.....
Di bukanya secara pelan, mengintip celah ke dalam untuk melihat diatas ranjang suaminya masih tidur apa sudah bangun. Nay enggak enak langkahnya sampai membangunkan, suaminya tercinta yang sedang mimpi indah.
Deg
Ranjangnya kosong, suaminya kemana?
__ADS_1
Tidak ada suara gemericik air di dalam kamar mandi, Nay menyusuri kamarnya untuk mencari keberadaan suaminya, di sudut ruangan sudah di carinya, masih juga belum ketemu.
Di ruang kerjanya juga tidak luput dari pencarian Nay, tidak menemukan apa-apa, hanya ada meja kursi, beberapa berkas diatas meja.
"Mas..." panggil Nay.
"Belum ada jawaban."
Nay kembali melakukan pencarian, di tempat-tempat yang sering di buat bersantai kala di lantai atas. Belum juga mendapatkan hasil atau petunjuk yang memudahkan dirinya menemukan suaminya.
Kamar mandi?
Satu kata yang terlintas di pikirannya, kenapa tadi Nay enggak kepikiran kamar mandi? kamar mandi menjadi tujuan terakhirnya untuk menemukan suaminya, dengan melangkahkan kaki setapak demi setapak Nay mulai membuka pintu kamarnya. Keadaan nya sangat hening, tidak ada suara air maupun suara air yang mengalir dari kran kamar mandi.
Nay berjalan tidak melihat ke bawah, pandangan nya lurus ke depan. Membuka tirai penghubung antara kamar mandi dan wastafel, Nay di buat membelalakkan matanya melihat pemandangan yang susah untuk di artikan. Matanya sudah berkaca-kaca siap untuk mengeluarkan air embun, air yang siap untuk di tumpahkan.
"Astagfirullah Mas....."
Sehat, sehat, sehat
Indonesia tangguh
Indonesia tumbuh
Selamat ulang tahun ke-76
Negeri tercinta Indonesia
__ADS_1
Semoga segera bebas dari virus covid 19
Aamiin