Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 120


__ADS_3

Dua tahun....


Tidak terasa waktu berjalan sangat cepat, banyak hari-hari bahagia yang mereka lewati suka dan dukanya menjadi seorang isteri, dan ibu dari dua putra sungguh sangat membahagiakan mempunyai keluarga kecil.


Dua putranya tumbuh jadi anak-anak yang benar-benar sangat pintar, cerdas, dan juga sangat bisa di banggakan.


Semakin anak-anak beranjak usia 2tahun, kepintarannya semakin bertambah, tingkah lakunya yang gemesin menambah fans baru untuk si kembar. Sebagai seorang ibu terkadang Nay uploud foto si kembar di sosial media, banyak pula yang menyukai dua putranya yang kelewatan mengemaskan.


Kalau dilihat dari segi wajah keduanya duplikat Papa nya banget, tetapi sifat keduanya bertolak belakang. Putra sulungnya memiliki sifat seperti Papa nya, sedang putra keduanya seperti sang Bunda.


💜💜💜💜💜


Di rumah Nay hanya dengan putranya, suami sudah berangkat ke kantor satu jam yang lalu.. Mbak Marni yang biasanya suka membantu mengasuh si kembar sedang berbelanja bulanan di antar Pak sopir.


Di sinilah Kanaya berada di ruang keluarga menemani putranya bermain, dua putranya sangat menyukai bermain dengan mobil-mobilan. Setiap weekand ada aja mainan baru yang di belikan Papa nya, di ruang keluarga pun sangat penuh dengan banyak mainan. Kanaya pun hanya mampu geleng-geleng kepala, melihat banyak mainan yang berserakan di ruang keluarga.


Tama sebagai seorang ayah pun sangat memanjakan keduanya, apapun permintaan putranya pasti Tama turuti asalkan itu bermanfaat. Dan mengajarkan putranya dengan kata berbagi, berbagi dengan orang-orang yang berada di bawah nya, karena tangan diatas lebih baik daripada tangan di bawah.

__ADS_1


"Nda ..." panggil Dana yang fokus dengan mainannya, tetapi bibirnya memanggil Bundanya yang sedang merapikan barang-barang mainan keduanya.


"Kenapa sayangnya Bunda?" Kanaya bertanya kepada sang putra sulungnya, tangannya mengusap lembut rambut sang putra sulungnya.


"Hehehe kilain Nda pelgi..." jawab Dana yang tertawa kecil, menampilkan deretan giginya yang putih bersih.


"Cup.. " satu kecupan mendarat cantik di pipi sang putra.


Mendapatkan kecupan dari sang Bunda, Dapi putra keduanya berlari ke arah Bundanya. Mereka membalas pelukan, kecupan pipi kanan kiri oleh putranya.


"Nda tantik alau telsenyum. Ucap putra keduanya dengan riang.


"Hihihi geyi Nda..." keduanya tertawa cekikikan mendapat hadiah kecupan bertubi-tubi dari sang Bunda.


Ketiganya saling memeluk, mencurahkan rasa cinta yang membumbung tinggi, saling memberikan kehangatan yang tidak bisa di cari dari orang lain selain dekapan hangat sang Bunda.


💜💜💜💜💜

__ADS_1


Di kantornya Tama sedang berlangsung rapat akhir bulan sebagai evaluasi para pegawainya, meningkatkan etos kerja adalah cara untuk meningkatkan sumber daya, kemajuan perusahaan nya.


Tama selalu memberikan reward kepada pegawainya yang memiliki prestasi, tidak segan-segan Tama mengapresiasi seluruh pegawai di kantornya. Bagi Tama seluruh pegawai yang bekerja di perusahaan Abadi Group adalah keluarga.


Reksa sangat respek dengan CEO tempatnya bekerja, sebagai kakak ipar nya Reksa sangat mengacungkan jempol untuk Wiratama Wiratmaja.


Terkadang memiliki sifat yang dingin, jarang tersenyum, irit bicara tetapi memiliki sifat yang mulia kepada para pegawainya. Bila pertama kali melihatnya pasti memiliki pikiran yang tidak-tidak terhadap nya, jika sudah mengenalnya pasti akan jatuh hati pada pesona Papa muda.


Othor lanjut cerita ya sebagai pengalaman ini bisa di ambil hikmahnya, bila ada kejelekan silahkan di buang jauh-jauh ya 😀😀😀


**Setelah hari ketiga kakak othor di rawat, Alhamdulillah semakin membaik hasil laboratorium dan hasil Rontgen paru-paru.


Hari kelima dan keenam, othor konsultasi langsung kepada dokter yang merawat, ada rasa deg-degan berhadapan langsung dengan dokternya. Takut jawabannya membuat othor dan keluarga down, karena masih harap-harap cemas menanti jawaban dokternya.


Jawaban hari kelima " Masih seseg, saturasi sudah bagus, kondisi pasien sadar, masih pakai selang oksigen tetapi sekarang sudah pakai yang nasal canule, mbak. kita lihat perkembangannya besok ya."


Alhamdulillah mendengar jawaban dokter yang merawat, othor langsung bahagia tiada tara, ada angin segar dan semangat untuk menyemangatinya untuk sembuh.

__ADS_1


Semangat untuk pejuang negatif, jangan lupa dukungan keluarga itu sangat penting, terutama memberikan makanan yang bergizi untuk pasien adalah bukti perhatian keluarga terhadap pasien itu sendiri.


Next othor ceritain hari keenam ya**.


__ADS_2