Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 115


__ADS_3

Baby twins boys sedang asyik bermain di kejutkan dengan suara seseorang yang berada di ruang tamu, awalnya keduanya hanya berani mengintip lewat pintu yang berjarak tidak jauh dari ruang keluarga, dan ruang tamu.


Ada rasa sedikit takut, karena ada seorang laki-laki berjas seperti Papa nya, tetapi rasa penasaran sangat tinggi membuat keduanya berjalan mengendap-endap seperti seorang polisi yang akan melakukan penyergapan kepada musuh.


"Ayo Ita selang, Atut Om tu hahat ama Nda dan Papa, Ita halus belani ndak oleh engeng!" kata Papa Jagoannya Papa harus jadi laki-laki pemberani bila itu benar, dan tidak boleh menangis seperti anak perempuan.


"Etul-etul ambang, Ita halus kuat!"


Mereka berdua meneruskan misi nya untuk menangkap mangsa yang berusaha nakal ke Nda dan Papa mereka. Dengan semangat tidak terbatas, keduanya berjalan sangat lucu membawa duo kemoceng di tangan kanan masing-masing.


Siapa saja yang melihatnya pasti akan tertawa terbahak-bahak, karena aksi keduanya patut di acungi jempol, diapers yang di pakai Baby twins boys menambah kelucuan dalam berjalan mengendap-endap, persis seperti detektif kecil.


Setelah sampai di ruang tamu, mereka berdua berhenti di tempat. Mendengar suara Om hahat yang menyebutkan nama Bundanya, membuat mereka berdua ingin segera memukul-mukul pakai kemoceng di tangan mereka berdua.


"Ayo ambang selang!"

__ADS_1


"Iapa Atut!"


Mereka berdua langsung menubruk pria berjas di ruang tamu, tanpa memperdulikan keterkejutan Nda dan Papa nya. Yang mereka lakukan ini untuk menyelamatkan orang tuanya, dan melindungi dari orang-orang jahat yang ada di sekitarnya.


"Lasain nakal ama Nda!"


"Lasain uga nakal ama Papa!"


Mereka berdua terus saja melancarkan serangan ala Baby twins boys, dengan tangan kecil membawa kemoceng membabi-buta memukul seseorang yang di kira nya orang jahat yang ingin menyakiti keluarganya terutama Nda dan Papa.


"Bialin Pa, bial ndak Isa nakal ama Nda dan Papa." sahut Abang Dana dengan tangan masih aktif memberikan pelajaran ke sang tamu.


Laki-laki yang sedang berdiri dengan tangan di masukkan ke dalam kantong saku celananya, kaget dan tidak siap bahwa skenario yang di susunnya Gatot (gagal total), membuat dirinya terkurung dengan keponakan kecilnya, tetapi selalu membuatnya gemas ingin menciumi pipi yang mirip sekali dengan bakpao.


🏓🏓🏓🏓🏓

__ADS_1


Kanaya berusaha memisahkan putra mereka, tetap saja bocah kembarnya susah di buat untuk menjauh dari sang tamu. Bocah kembar terus saja memberikan jurus-jurus andalan Baby boys, dengan gerakan kuda-kuda, tangan melingkar mereka peragakan, meskipun tidak seperti ahlinya.


Setelah kelelahan baru bocah kembarnya bisa di pisahkan dengan keringat bercucuran sebesar biji jagung membasahi pipinya. Pakaiannya pun juga ikut basah, berkat aksi keberanian Baby boys.


"Om Sa.." ucap Dapi yang tidak pangling melihat penyamaran Om nya sendiri.


Mendengar putra bungsu nya memanggil sebutan Om Sa, seketika Kanaya, Wiratama, dan Dana ikut menoleh. Mereka mengikuti arah pandangan mata Dapi, setelah di amati dengan seksama Dapi tidak salah menyebut nama seseorang.


Mereka bertiga terbelalak kaget, bahwa yang menjadi sumber kekacauan di rumahnya adalah adiknya. Kanaya sudah bersungut-sungut marah, tangannya langsung di tahan Tama dengan isyarat mata, tidak baik bicara yang tidak baik di depan anak-anak.


***Maaf othor jarang aktif update, nanti kalau kondisinya sudah benar-benar memungkinkan othor pasti akan rajin update, beberapa hari lalu makan pedas tanpa mau makan nasi, jadilah sekarang othor mendapatkan tangan di infus.


Pesan othor jaga pola makan, hindari makanan yang tidak penting terutama pedas, bersantan. Perbanyak makan sayuran, dan buah. Pokoknya semangat makan, apa saja yang penting menyehatkan.


Semangat sehat, doakan othor ya semoga badai cepat berlalu. Sebenarnya othor kangen menyapa kalian, tetapi othor harus beristirahat sejenak.

__ADS_1


__ADS_2