Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 129


__ADS_3

Kesibukan pewaris tahta kerajaan bisnis Abadi Group, Wiratama Wiratmaja terbayar manis, bisa bertemu, memeluk dan mendekap erat sang putra dengan leluasa. Tama baru saja melakukan perjalanan bisnis satu bulan untuk dua negara sekaligus. Waktu satu bulan bagaikan bertahun-tahun lamanya, hanya via telepon , video call dan berkirim kabar melalui pesat singkat yang bisa Tama lakukan untuk melepas rindu dengan keluarga di rumah.


"Sayangnya Papa..." Tama sudah merentangkan kedua tangannya untuk menyambut pelukan hangat putranya.


Putra kembarnya cepat-cepat berlari ke Papa nya, di sertai binar bahagia di mata indahnya, dan senyum lebarnya.


"Brukkk..."


"Papa, kangen..."


"Papa tidak kalah kangennya sama putra kembar Papa yang tampan ini!"


"Bunda mana sayang?" tanya Tama dengan ekor mata yang celingak-celinguk untuk melihat keberadaan sang istri.


"Nda ada di sana, tempat duduk!" Putra sulungnya menjawab pertanyaan Papa nya, salah satu jari telunjuk nya mengarah ke keramaian kursi tunggu.


"Owhhh..."

__ADS_1


"Makasih sayang udah jagain Bunda, selama Papa enggak ada di rumah, jagoan Papa yang terbaik.." Tama memuji putranya.


"Cup Cup..." Tama mengecup puncak kepala putranya bergantian, dan kecupan pipi membuat putranya tertawa bahagia.


Di pintu keluar bandara mereka berdua masih saja bergelayut manja dengan sang Papa, sebagai seorang ayah Tama juga tidak kalah bahagia melihat putra kembarnya dengan kondisi sehat walfiat.


Dari jauh Kanaya melihatnya tersenyum penuh dengan kebahagiaan, akhirnya penantian satu bulan yang sangat berkesan sangatlah indah dan manis.


Perjuangan satu bulan menjadi seorang ayah dan ibu untuk putra kembarnya tidak lah mudah. Seiring berjalannya waktu, keduanya sangat kritis untuk menanyakan keberadaan Papa nya.


💜💜💜💜💜💜💜


Kanaya, Tama dan dua jagoannya sedang berada di Restauran cepat saji yang tidak jauh dari bandara. Sebagai orang tua mereka menekankan ego pada dirinya sendiri, untuk mengabulkan keinginan putranya yang ingin makan di K*C.


"Makan nya pelan-pelan Bunda enggak minta lho! Papa juga minta lho!"


"Ini enak Nda!" Mereka makan sangat lahap dengan menu daging ayam yang mengunggah seleranya untuk meningkatkan ***** makan, untuk menambah imun supaya kuat, sehat dan yang jelas cepat gede.

__ADS_1


Sepasang suami isteri tersenyum manis melihat pemandangan di depannya yang menyejukkan hati nya, dan sangat bahagia bila setiap hari melihat makan dengan sangat lahap..


"Pelan-pelan sayang." Lagi-lagi Nay memperingati putranya, Nay takut putranya keselak makanan akan berakibat kurang baik untuk mood makan nya.


Dana, Dapi tersenyum dengan pipinya menggembung karena banyak makanan yang masuk ke mulutnya."


"Mau nambah?"


"Ndak Nda udan nyenyang."


"Habis makan minta pergi kemana lagi jagoannya Papa?" Tama ikut menimpali percakapan istri dan putranya.


"Puyang saja udah antuk, au bobo di lumah, udah nyenyang uga!"


Mereka pasrah menuruti keinginan putranya, mobilnya pun sudah keluar dari Restauran, melaju ke arah rumahnya. Di dalam mobil pun sangat hening, berkali-kali putranya sudah menguap. Mereka bergelayut manja di paha Bundanya, dan satu berada di paha sang Papa....


Mobil sudah membolekkan ke gang perumahan elite yang terletak di jantung kota, usapan lembut Bundanya dan Papa nya, putra kembarnya sudah bobo dengan nyenyak sembari memegang tangan Papa dan Bunda. Mereka tidak ingin terlepas dari kenyamanan usapan lembut tangan orang tuanya, suara dengkuran halus menjadi perjalanan menuju kediaman Wiratmaja.

__ADS_1


__ADS_2