
Satu tahun....
Esha panggilan sayang nya untuk putri kecilnya, di usia sebelas bulan Esha sudah pintar berjalan, gigi nya sudah tumbuh satu tetapi bicaranya masih menggunakan bahasa alien yang hanya di pahami Bunda Naya sajaa.
Berbicara tentang my twins, keduanya sudah bersekolah di taman kanak-kanak yang memiliki taraf internasional pelajaran agama nya sangat bagus, paling elite di Jakarta.
Sebagai seorang ibu, Naya selalu ingin yang terbaik untuk jagoannya, soal sekolah itu menjadi prioritasnya untuk membentuk karakter si anak di usia dini.
Sebagai seorang Ayah, Tama tidak ingin pergaulan anaknya bebas bila tak di bentengi ilmu agama yang tinggi. Makanya sebagai kedua orang tua muda, mereka sepakat menyekolahkan jagoannya ke sekolah yang ilmu agamanya tinggi.
*******
"Nda cekolah ya."
Ucap Ara yang masih mengucek-ucek kelopak matanya.
"Iya sayang, yuk kita mandi."
sahut Naya duduk di ranjang my twins.
"Endong."
Rajuk si bungsu nya my twins.
"Ishhh adik Ara manja."
Celetuk Atya yang mengejek Saud kembarnya.
"Bialin wlekk.. "
__ADS_1
Ara menjulurkan lidahnya, karena dirinya merasa menang diatas angin.
"Udah-udah, kalian suka ribut nanti telat lho sekolahnya."
Tutur Naya menengahi perdebatan keduanya yang saling ejek.
Atya yang lahir pertama, hanya perbeda 10menit saja dengan saudara kembarnya Ara. Melihat sang adik yang masih manja meskipun mereka terlahir kembar membuat Atya berdecak kesal sifat saudara kembarnya..
Mas Atya sangat mandiri, pendiam, dan gayanya mirip Papa Tama. Beda dengan mas Ara yang masih harus apa-apa sama Bunda, tidak mau bila sang Papa yang mandiin nya bila mau berangkat ke sekolah.
*****
Esha si baby kecil sudah anteng duduk di baby car, ada biskuit di depan kursi duduknya.. Mulutnya sangat belepotan dengan biskuit, tetapi memberikan kesan menggemaskan untuk si baby kecil.
"Pintarnya putrinya Papa, Cup..."
"Adik makan apa? sampai pipi nya belepotan kayak gini tetapi lucu hihihihihi..."
Ucap mas Ara yang berjalan kearah meja makan, ada sang adik yang mencuri perhatiannya.
"Aaa......" Si kecil malah berceloteh menggunakan bahasa planet, dan tertawa kegirangan..
"Cantiknya putrinya Bunda, makin pintar, makin di sayang sama Mas."
Ucap Naya yang ingin mencubit pipi gembul putrinya.
Di puji Bundanya si kecil melebarkan bibirnya membentuk senyuman, membuat Baby kecil tertawa gigi nya di perlihatkan sangat lucu. Semuanya melebarkan senyumnya melihat tingkah lucu si baby kecil nan menggemaskan.
******
__ADS_1
"Mas sekolahnya di antar Papa ya."
Ucap Naya lembut mengusap bekas makan di bibir putranya Ara, dan beralih ke Atya.
"Iya Nda."
sahut mas Atya.
"Maunya di antal sama Nda, ndak mau belangkat sama Papa."
sahut mas Ara dengan suara merajuk.
"Ishhh manja, udah sekolah juga.."
decak Atya. Atya memilih menghampiri Baby car adiknya ketimbang mendengarkan suara rengekan, kemanjaan adiknya.
"Belangkat sama Papa, nanti pulangnya yang jemput Bunda, nanti kita pulangnya mampir beli es krim, oke sayang.."
"Tapi yang buaanyak segini Nda."
Ujar Ara dan jari tangan yang berjumlah 5buah.
"Iya tapi harus berangkat nya sama Papa, oke mas."
"Oce Nda."
Setelah drama panjang dengan jagoannya, terutama mas Ara yang masih lengket dengan Bundanya, harus ekstra sabar menghadapi kemanjaan putranya.
Beda dengan Atya lebih dewasa, mandiri, dan tidak lagi merengek atau manja terhadap sang Bunda.
__ADS_1