Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 184


__ADS_3

Kebahagiaan keduanya bertambah dengan kehadiran calon adik mereka, my twins mengekspresikan perasaan nya biasa saja, beda halnya dengan Esha yang sangat excited tentang calon adiknya. Meskipun baru telat dua mingguan, belum di periksakan ke rumah sakit, Naya sangat yakin dengan perubahan pada bentuk tubuhnya. Semakin hari semakin doyan makan, semakin menambah berat badannya.


Tama pun sama merasakan perubahan yang berbeda dengan sang istri, Tama sendiri tidak begitu naf su makan. Biasanya juga sehari-hari Tama tidak makan banyak, kecuali bila dirinya benar-benar mood dengan makan pasti Tama akan menghabiskan semua makanan yang di masak sang istri.


Menurut Tama masakan sang istri membangkitkan naf su makannya, padahal hanya menu sederhana yang setiap hari ada di jual tukang sayur dekat komplek rumahnya..


Sifat suaminya sangat menurun ke tiga kurcaci kecilnya, terutama Esha yang sangat manja kebangetan sama sang Bunda. Apalagi yang masak makanan kesukaannya yang masak adalah Bundanya. Pasti ***** makan Esha sangat meningkat tajam, sebanding dengan bobot tubuhnya yang semakin berisi, dan montok.


******


Esha dan My twins sedang berlarian di taman kecil yang dibuat khusus untuk tempat main anak-anaknya. Di lengkapi beberapa fasilitas yang bukan kaleng-kaleng, ada ayunan, perosotan, lapangan kecil untuk bermain bola atau bisa digunakan untuk main apa saja. Semuanya sangat lengkap untuk ketiga buah hatinya.


Tama juga sangat memanjakan sang istri, ada taman kecil yang khusus di buat untuk sang istri. Terserah mau di buat tanam bunga, tanaman atau berbagai sayur mayur hidroponik. Semua tak kalah lengkap dengan fasilitas ketiga anak-anaknya, bagi Tama sendiri senyum mereka adalah kebahagiaan nya juga.


"Mas... Elca pinjam bola nya boyeh."

__ADS_1


Ucap Esha dengan mengedip-ngedip lucu kedua matanya.


"Hmmm gimana ya?"


Mas Ara pura-pura menggaruk-garuk kepalanya, seolah-olah sedang berfikir untuk menarik perhatian si kecil Esha yang sudah tersenyum manis.


"Nda, Pa, mas Ala nya peyit, inta pinjam bola ndak boyeh, uhhh mas Ala peyit."


Tutur Esha mengadu ke Bunda dan Papa, bibirnya di buat-buat sangat lucu. Tak menghilangkan rasa cantiknya, meskipun sudah dibuat-buat.


"Cantiknya putri kita ya Bun, makin pintar, makin aku tak tahan untuk tidak tersenyum lebar." Ucap Tama berbisik lirih ke sang istri, keduanya sangat dekat seperti sedang berciuman mesra, padahal mereka berbisik-bisik manja.


"Ieee ieee Nda ... Appa agi apain belinsik-belinsik itu, Elca dengel lho..." ledeknya Esha yang mencuri-curi pandang kearah Bunda dan Papa nya.


Naya mendengar suara putrinya langsung menoleh seketika, wajahnya langsung memerah seperti kepiting rebus. Tidak menyangka putrinya sudah pintar menggoda dirinya, dan sang suami yang tengah berbicara lirih.

__ADS_1


"Lihat putri mu Pa, tingkahnya tiap hari bikin aku tersenyum lebar, badannya montok, pipinya sangat gemesin."


Puji Naya kepada putrinya Esha, semakin bertubuh besar badannya, makin pintar segala hal.


"Putri kita Bun, kan buatnya berdua sampai Bunda teriak-teriak minta lagi." Ujar Tama yang suka menggoda istrinya, yang pipinya memerah seperti udang rebus.


"Tenapa Elca di uekin? Elca helek ya, ndak cantik milip Nda." Ucap Esha bibirnya yang mengerucut lucu.


"Uhhhh mulai dah drama queen nya, mas sampai malas dengernya." cibir mas Ara yang semakin jengah dengan dengan kemanjaan adik kecilnya, wajahnya di buat melankolis membuat para penggemar merasa iba, dan tidak tega untuk tak tersentuh.


"Bialin wlekk! Mas Ala helek kayak api ompong." Esha menjulurkan lidahnya


Tama dan Naya yang melihat perdebatan kecil anak-anaknya tersenyum tipis, perdebatan kecil itu menandakan bahwa mereka adalah saudara. Kedekatan ketiganya tidak bisa di pungkiri, ketiganya sangat dekat satu dengan yang lainnya.


Sebagai ibu dari ketiganya, yang sekarang ini mau menjadi ibu dari empat orang anak. Tidak di pungkiri Naya merasa suka melow, terkadang tersenyum, tetapi banyak bahagianya.

__ADS_1


__ADS_2