
Hai .... hello readers semua selamat membaca ya.
Setelah tamu undangan pulang, hanya keluarga yang masih berbincang terutama Kanaya yang masih saja bergelayut manja dengan tangan sang Ibu. Kanaya dan ibu Melati seperti pinang di belah dua, mereka tak terpisahkan, sungguh mereka sangat romantis, keromantisan nya membuat para kerabat yang masih berbincang membuatnya iri dengan kemesraan ibu dan anak.
Mama Nisa melihat adegan yang menyegarkan matanya, berkali-kali mengulum senyum. Mama Nisa sampai terharu, kedua matanya berkaca-kaca melihat Kanaya yang bermanja-manja ria dengan sang Ibu.
"Mama kenapa? kenapa berkaca-kaca begitu, apa ada yang membuat Mama sakit atau Mama menahan sakit?" tanya Papa Adi yang langsung merengkuh tubuh istrinya, Papa Adi memeluk istrinya membiarkan dada bidangnya menjadi sandaran istrinya.
"Menggeleng, Mama enggak pa-pa, Pa." jawab Mama Nisa yang masih nyaman di pelukan suaminya, terutama dada bidangnya yang selalu membuatnya lebih menenangkan.
"Terus Mama kenapa? Sudah berkaca-kaca seperti itu, Papa jadi khawatir, mah." Tutur kata Papa Adi menjelaskan ke khawatiran nya, melihat istrinya seakan-akan lahar nya akan meluncur.
Kemesraan suami dan istri menjadi pusat perhatian orang-orang yang masih tertinggal, mereka fokus memandangi pasangan tak muda lagi tetapi kemesraan keduanya tidak perlu di ragukan. Meskipun usia pernikahannya sudah bertahun-tahun, jangan tanyakan soal cinta, cinta mereka semakin besar seiring berjalannya waktu.
"Mama bahagia, akhirnya kita akan mempunyai cucu yang ketiga." sahut Mama Nisa.
"Lihatlah menantu kita, Pa. "Kanaya sepertinya sangat merindukan ibunya." tunjuk Mama Nisa dengan jari telunjuknya, jari nya pun mengarah langsung ke mereka berdua.
__ADS_1
"Iya mah, Papa bisa merasakan apa yang di rasakan menantu kita, biarkan mereka menikmati berduaan sebelum pada akhirnya mereka akan terpisah jarak lagi."
"Ayo mah kita masuk ke kamar, bikin adik untuk anak kita Tama, Mah." seloroh Papa adik mengundang delikan mata sang istri, Mama Nisa terlepas dari pelukan suaminya, setelah mendengar "Bikin adik untuk Tama".
Mama Nisa berniat untuk protes, mulutnya langsung ditutup dengan telapak tangan suaminya. "Papa " panggil Mama Nisa dengan sedikit marah. Papa Adi hanya cengengesan melihat istrinya yang gemesin.
Setelah berpamitan dengan kerabat yang masih di belakang, dan kepada besannya yang masih tertinggal di belakang, pak Adi dan istri untuk beristirahat ke kamar duluan.
******
Tama sudah menidurkan si kembar di kamarnya, mereka tertidur sangat pulas sekali ketika di bopong ke kamar pun mereka tidak terbangun atau terusik sama sekali.
Setelah menidurkan si kembar Tama bergabung kembali dengan kerabatnya, mereka berbincang-bincang tentang pekerjaan, anak-anak dan masih banyak yang mereka bahas sampai larut malam. Lalu satu persatu kerabatnya berpamitan pulang, karena hari sudah larut malam.
Di belakang hanya Tama seorang, sang istri sudah berpamitan tidur bersama sang Ibu. Anak-anak sudah tidur, orang tuanya juga sudah masuk kamar.
"Nak Tama.." sapa mertuanya pak Bhakti.
__ADS_1
"Belum tidur, Pak." Ujar Tama sedikit berbasa-basi dengan mertuanya.
"Bapak belum ngantuk, nak!"
"Karena enggak ada ibu ya pak, bapak enggak bisa tidur hehehe.." Tutur Tama yang diiringi dengan kekehan kecil.
"Itu salah satunya nak Tama hehehe bercanda, Nak." sahut bapak Bhakti untuk meluruskan kata-katanya, takutnya bercanda nya menyinggung perasaan menantunya.
Mereka akhirnya memutuskan untuk duduk di bangku kosong, mereka mengobrol banyak hal berdua, sampai lupa waktu bahwa hari sudah hampir pagi.
"Sudah hampir pagi, ayo nak kita ke kamar sebelum waktu subuh tiba." ucap bapak Bhakti.
"Mari pak!"
Mereka berdua berjalan beriringan untuk memasuki kamarnya masing-masing, malam ini Tama merana, Tama tidur sendirian setelah sang istri lebih dulu memilih bersama sang Ibu daripada dirinya.
"Ahhh nasib punya isteri tapi tidurnya terpisah, tidak ada yang bisa di peluk-peluk kecuali guling yang menjadi temannya," batinnya Tama sedikit gundah.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan tanda cintanya untuk othor ya, like, vote, komentarnya di tunggu lho hehehe....