
Setelah mengantar istrinya ke sekolah, Tama kembali ke rumah mertuanya. Di dalam mobil yang di tumpangi-nya terjadi keheningan, Tama sibuk dengan pikiran pekerjaannya, yang tidak bisa di tinggalkan lama-lama berada di Solo.
Bukannya Tama tidak percaya dengan Kakak iparnya, tetapi ada pekerjaan yang mengharuskan hadir di dalam proyek barunya yang mereka sedang tangani. Tama sibuk dengan pekerjaan sampai tidak tahu, bahwa mobilnya sudah sampai persis di rumah mertuanya.
"Maaf Pak, sudah sampai." Tutur sopir taksi.
"Eeehh, ini Pak.." Tama mengulurkan uang berwarna merah tiga lembar, karena Tama tidak tahu berapa ongkos taksi sesungguhnya, Tama tidak pernah naik angkutan umum atau taksi.
"Ini kebanyakan Pak..." Ucap sopir taksi.
"Kembalinya ambil aja Pak.." Sahutnya Tama turun dari mobil. Tama berlalu ke rumahnya, dan kebetulan keadaan rumahnya sangat sepi, seperti tidak ada penghuninya.
"Makasih Pak, semoga rezeki Bapak di lancarkan, dan rumah tangganya cepat di berikan momongan." Tutur sopir taksi dengan sangat tulus.
Setelah penghuni taksinya sudah memasuki rumah, sopir taksinya meninggalkan rumahnya Tama , dengan perasaan hatinya yang begitu bahagia karena mendapatkan rezeki nomplok, tidak henti-hentinya sopir taksi tadi mendoakan kebahagian sang pemurah hati.
"Alhamdulillah hari ini istri dan anak-anaknya akan makan enak, Bapak dapat rezeki lebih, nak ." guman sang sop taksi.
__ADS_1
Kembali ke keluarga Bhakti.
Setelah mengantar istrinya, dan sekarang sudah di rumah mertuanya. Tama langsung masuk ke dalam kamarnya, membuka gadget-nya untuk memeriksa pekerjaan kantornya yang sudah masuk apa belum? Selesai di buka beberapa email yang masuk begitu beruntun, Tama mulai fokus memeriksa email yang masuk, sampai asyiknya memeriksa pekerjaannya lewat email, ternyata hari sudah sore istrinya juga sudah pulang dari sekolah.
"Masuk kamar kok nggak mengucapkan salam dulu sih." tuturnya Tama yang sedikit sewot, tiba-tiba istrinya sudah di kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Mas aja sibuk dengan gadget-nya sampai salamku tidak Mas jawab!" Sahut Kanaya bersungut-sungut tidak terima tuduhan suaminya, yang tidak mengucapkan salam, padahal Kanaya memberi salam, karena melihat suaminya sedang asyik dengan gadget-nya membuat Kanaya tidak mau menganggu kesibukan suaminya.
Terjadi keheningan di kamarnya, Kanaya langsung masuk ke dalam kamar mandi tanpa memperdulikan keberadaan suaminya yang sangat posesif," "Padahal cinta juga nggak tetapi sangat mengaturnya, uhhh menyebalkan." gerutuan Kanaya menutup pintu kamar mandi sedikit keras.
Ceklek...
Pintu kamar mandi terbuka pelan-pelan, Kanaya berjalan mengendap-endap seperti maling, celingak-celinguk Kanaya mencari keberadaan suaminya. Setelah keadaan lebih aman, Kanaya keluar dari kamar mandi dengan jalannya tergesa-gesa, tetapi Kanaya malah menubruk dada bidang suaminya.
Brruuukkkk....
"Adduuuhhhh....sakit...." teriaknya Kanaya sembari satu tangannya memegang handuknya, Kanaya takut handuknya melorot melihatkan tubuhnya, meskipun sudah menikah tetapi Kanaya belum terbiasa dengan situasi yang sangat intim.
__ADS_1
"Kamu nggak pa-pa?" tanyanya Tama yang sedikit khawatir dengan kondisi istrinya, tetapi malah membuat Tama terdiam sejenak untuk melihat penampakan istrinya yang begitu menggodanya.
"Mas itu kenapa? kok ngelihatnya begitu." tanya Kanaya tanpa ada rasa bersalah, sedangkan Tama sudah meneguk air liurnya berulang-ulang.
Setelah kondisinya hening, Kanaya baru menyadari bahwa dirinya hanya memakai sehelai handuk melilit di tubuhnya, kulitnya terekspos sempurna, siapa saja yang melihatnya pasti akan terpesona dengan kulitnya yang putih mulus tanpa ada cacat sedikitpun.
"Ahhkkk....kamu ngapain lihat-lihat Aku sampai hlgitu..." Ucapnya Kanaya yang sedikit sewot dengan tatapan mata suaminya.
"Kamu sangat seksi..." Bisiknya Tama
"Aku suka, rasanya ingin menerkammu diatas ranjang.." Bisiknya Tama.
"Kamu apain sih, mesum banget..." Ujar Kanaya berusaha untuk bangkit dari duduknya.
"Nggak apa-apa mesum, mesum sama istri sendiri ini kan nggak dosa..." Tutur Tama mengedipkan matanya.
"Enggak jelas banget..." Sahutnya Kanaya berlalu dari hadapan suaminya. Kanaya memilih berganti pakaian di dalam kamar mandi, daripada di depan suaminya yang sangat mesum.
__ADS_1