
Mereka berempat masih saja menikmati liburannya di kebun binatang, kedua jagoannya sangat antusias melihat banyak binatang-binatang peliharaan kebun binatang yang di suguhkan dalam memori di kepalanya..
"Ambang hiyat jelapah nya lehelnya panjang, Api ingin hiyat dati dekat." Ucap Dapi .
Jari telunjuknya menunjuk kearah jerapah yang sedang memakan rumput, dan senyum manisnya tercipta di sudut bibirnya.
"Ana ambang ndak hiyat jelapah nya, coba adik kasih tahu lewat tangan.." sahut Dana.
Kedua ekor matanya Dana celingak-celinguk mencari keberadaan jerapah yang di maksud ucapan adiknya.
"Itu ambang, jelapah nya agi maem lumput." seru Dapi.
Dapi kegirangan melihat bintang kesukaannya, menurutnya itu binatang luar biasa lehernya.
"Iya dek, ambang halu hiyat." jawab Dana yang tidak kalah bahagianya.
Mereka berdua bersuka cita melihat binatang kesukaan nya, bersorak gembira, dan bertepuk tangan dalam euforia kebahagiaan Baby boys twins.
***************
Lelah berkeliling area kebun binatang, mereka berempat memutuskan untuk istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan menuju tempat binatang lainnya.
"Nda, ambang au itu!" jari tangannya menunjuk satu stand kedai es krim yang tidak jauh dari tempat duduknya.
"Boleh, tapi Abang dan adik harus makan nasi dulu! baru Bunda beliin es krim nya, gimana setuju?" tanya Kanaya memberikan penawaran kepada dua jagoannya.
__ADS_1
Sejak dari pagi keduanya belum makan nasi sama sekali, hanya susu dan roti menu sarapan mereka.
Selesai makan siang bersama, sesuai ucapan yang terlontar dari bibir Bundanya. Baby boys twins sedang menikmati es krim, mereka sangat menyukai menu es krim karena dalam kandungan pun mereka sering minta ini itu ke Bunda Nay dan Papa Tama.
Terutama es krim sampai Kanaya menyetok banyak es krim di dalam freezer nya sampai penuh....
*****************
Di unit apartemen nya Reksa masih saja bergelung dalam selimut, Reksa masih menikmati mimpi indah di dalam tidurnya.
Berhubung ini akhir pekan, Reksa ingin menghabiskan sisa liburnya di dalam kamarnya.
Kruk.....kruk.... Bunyi di perutnya membuatnya harus terbangun , dan membuka kelopak matanya karena rasa lapar sudah membumbung tinggi di dalam perutnya.
Reksa berusaha untuk membuka kelopak matanya yang terasa berat seperti tertimpa benda berat.
Berulang-ulang Reksa membuka kelopak matanya, meskipun sudah berusaha membukanya tetap saja nihil.
Melanjutkan tidur adalah opsi yang baik, karena ingin memulihkan stamina tubuh nya yang satu minggu kemarin sangatlah sibuk karena perusahaan tempatnya bekerja sedang ada proyek baru.
Pukul 13.00 WIB Reksa terbangun dari tidurnya, karena rasa perutnya yang sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi.
Sedang rasa laparnya sejak tadi, tidak bisa di tahannya.
Reksa memutuskan bangkit dari tidurnya, berjalan ke pantri dapur apartemennya. Dengan matanya yang sedikit terpejam, Reksa berusaha memakan makanan yang ada di dalam kulkas karena sebelumnya Reksa sudah stock beberapa biskuit di dalam lemarinya.
__ADS_1
*************
Mereka berempat melanjutkan perjalanan menuju ke tempat, tempat binatang-binatang yang berada dalam satu terali besi.
Ada banyak binatang mulai dari ular, harimau, burung, monyet dan berbagai binatang lainnya.
Terpampang beberapa binatang yang mulia dari yang buas, bahkan ada pula binatang yang jinak.
Baby boys twins sangat bahagia, karena ini hal baru untuk keduanya bermain di luaran rumah.
Mengenal binatang adalah hal yang baru bagi mereka berdua, di usia satu tahun keduanya baru saja diajak pergi ke luar rumah oleh Papa dan Bundanya.
"Selu Nda." ucap Dana dan Dapi berbarengan.
"Iya sayang.." sahut Kanaya mengecup pipi putranya bergantian.
Tama pun melakukan hal sama, kebahagiaan keluarga nya adalah kebahagiaan yang hakiki, dan kebahagiaan yang sesungguhnya karena keluarga adalah harta yang berharga.
"Aku mencintaimu..." bisiknya Tama di telinga istrinya, dan kecupan manis mendarat cantik di keningnya.
"Kanaya tersenyum, dan mengangguk-anggukkan kepalanya sembari berbisik kata " Aku mencintaimu juga suamiku."
Hari Senin, jangan lupa untuk vote cerita Baby boys twins putranya Papa Wiratama, dan Bunda Kanaya
Ditunggu guys!!!
__ADS_1