Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 86


__ADS_3

Sudah tiga hari mereka saling diam, tetapi Kanaya melakukan tugasnya sebagai seorang istri yang berbakti kepada suaminya. Mulai menu sarapan, baju ganti, sepatu, dan keperluan lainnya Kanaya siapkan dengan apik.


Meskipun di hatinya menyimpan sejuta pertanyaan, bibirnya rasanya Kelu untuk menanyakan akar permasalahan. Selama tiga hari pula mereka tidur satu kamar, tapi tidurnya saling membelakangi.


Padahal setiap malam Kanaya sering merasa perutnya yang terkadang kram, dan tendangan calon baby-nya yang tidak mau Bundanya untuk beristirahat.


"Mas pakaian nya sudah Nay siapkan diatas tempat tidur, Nay tinggal ke bawah dulu untuk menyiapkan sarapan." Tutur Kanaya.


"Tidak ada jawaban, Nay berlalu dari hadapan sang suami. Ada rasa tidak ikhlas, tapi berusaha untuk bersabar semoga ada titik baiknya."


Kanaya berjalan kearah dapur, sudah ada bibi yang sudah selesai memasak sarapan, Nay hanya membantu menata menu diatas meja makan.


"Makasih ya bi, sudah bikinin kita sarapan." ucap Kanaya tulus. Jangan salah Kanaya akan menampilkan mukanya yang suram, Kanaya akan selalu tersenyum tulus.


"Sama-sama non Nay, sudah tugas bibi." jawabnya sang bibi membalasnya dengan senyuman.


"Jadi kangen Mama, kapan ya bibi Mama dan papa pulang? biasanya sarapan bersama pasti sangat hangat." tanya Kanaya.

__ADS_1


"Bibi enggak tahu non Nay, biasanya nyonya dan bapak akan lama karena akan mengunjungi saudara-saudara nya juga." jawabnya bibi menerawang jauh ke masa lalu. masa di mana majikannya akan lama bila sudah bertemu dengan saudaranya, karena jarang-jarang mereka akan berkumpul bersama .


"Ohhh begitu ya bibi..." sahutnya Kanaya ada nada sedikit sedih. Nay sangat merindukan Mama mertuanya, biasanya Nay ada teman ngobrol tidak kesepian seperti ini.


"Sabar non Nay pasti Nyonya akan segera pulang, kan ada non Nay yang harus di jaga, sebelum non Nay melahirkan pasti Nyonya dan tuan akan segera pulang!" Tutur sang bibi. Bibi memberikan semangat supaya tidak sedih lagi, karena ibu hamil tidak boleh sedih harus bahagia.


"Hehehe iy bi, semangat!" ucap Kanaya dengan senyum merekah nya.


**********


Tama sangat merindukan pelukan hangat sang istri, tetapi ego nya sangat tinggi, di tambah dirinya sangat gengsi bila harus minta maaf duluan. Itu bukan Tama banget, yang mudah nya mengucapkan kata maaf, walaupun itu dengan sang istri.


Maafkan mas sayang


Setelah memakai pakaian yang sudah disiapkan sang istri, Tama mematutkan dirinya di cermin untuk melihat penampilan nya sekali lagi sebelum keluar dari kamarnya.


Perpect, pilihan istriku tidak pernah salah selalu pas

__ADS_1


Tama berjalan kearah meja makan, tetapi tidak ada seorangpun hanya ada bibi yang berada di dalam dapur. Sang bibi mencuci alat-alat yang digunakan untuk memasak, dan tidak menyadari bahwa ada pak Tama di belakangnya.


"Lagi apa bi? tumben di meja makan tidak ada orang, Nay kemana ya bi?" tanya Tama penuh dengan rasa khawatir. khawatir Kanaya tiba-tiba menghilang, biasanya akan tersenyum manis menyambutnya.


"Non Nay katanya mau pergi ke rumah sakit, pak!" jawabnya sang bibi.


"Siapa yang sakit bi? tanya Tama kembali.


"Non Nay mau periksa kandungannya kayaknya Pak!" Tutur bibi.


Deg


Dirinya sampai melupakan jadwal rutin kontrol baby twins, yang biasanya setiap bulanan mereka akan pergi ke rumah sakit bersama.


Tetapi kali ini ada yang berbeda, seperti ada yang kurang, Tama hanya tertunduk lesu menyesali kesalahan nya, melewatkan perkembangan baby twins.


Maafkan Papa, nak

__ADS_1


__ADS_2