Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 170


__ADS_3

Hari-hari berikutnya my twins tidak bisa lepas dari dedek kecilnya, kemana pun dedek kecil pindah tempat duduk, tidur, atau sekedar jalan-jalan selalu ada mas nya yang selalu membuntuti nya dari belakang. Seperti di kamar tidurnya dedek kecil, si kembar tidak mau beranjak sedetik pun dari jangkauan adiknya. Mereka bertiga nempel terus seperti perangko, bener-bener tidak mau berjauhan satu dengan yang lainnya.


"Nek, mas ingin endong dedek boyeh?"


tanya si kembar dengan matanya mengerjap-ngerjap lucu.


"Belum dong sayang, nanti kalau mas udah agak besar dedeknya baru boleh, mas."


jawabnya nenek Melati memberikan pengertian kepada cucu-cucunya, dari sorotan matanya Nenek Melati tahu bahwa sang cucu menginginkan adik nya seperti yang di lakukan dirinya.


"Telus dedeknya besal nya kapan, Nek? Mas uga udah besal kalna makannya mas banyak, dan minum cucu duga."


Ujar si kembar dengan mengklaim dirinya sudah besar akibat makan banyak dan minum susu.


"Nanti dedeknya kalau sudah seperti mas nya, mau makan banyak dan minum susu, pasti dedek cepat besar bisa di gendong Mas."


sahutnya nenek Melati.


"Belalti dedeknya halus makan dan minum susu ya Nek."


"Iya dong!"


"Ayo Nek, kalau gitu kita kasih dedek makan yang banyak dan minum susu, bial seperti mas besal nya."


Ucap si kembar dengan semangat sembari menggenggam tangan nenek Melati, untuk bangkit dari ranjang.

__ADS_1


"Eehhh nenek mau di ajak Kemana?"


"Ngambililin makan dan minum cucu untuk dedek nek, ayo Nek!"


Ajak si kembar yang tidak sabaran menggeret tangan neneknya.


Mendengar celotehan si kembar membuat nenek Melati menepuk jidatnya, salah ngomong apa aku? masak anak si kecil kemarin sore sudah di kasih makan? ada-ada saja kamu mas kembar membuat nenek geleng-geleng kepala.


Oek...oek....


Suara tangis dedek kecil melengking membuat si kembar diam berceloteh. Nenek Melati pun sangat sigap menenangkan dedek kecil, dan si kembar pun juga sama membantu nenek nya mengusap-usap keningnya sampai rambut.


Tidak sampai 1menit ajaibnya tangisnya langsung berhenti, merasakan usapan lembut tangan mas kembarnya. Dedek kecil pun merespon langsung dengan memberikan senyuman tipis.


"Nek, dedek kecilnya senyum-senyum cama Mas." Ucap my twins dengan antusias nya, melihat dedeknya.


"Nenek berharap kelak kalian dewasa nanti, bisa saling menyayangi satu dengan lainnya. Jangan suka bertengkar ya cucu-cucunya nenek." Batinnya Nenek Melati sembari mengusap pipi cucu-cucunya bergantian.


*******


Tama dan Naya sedang quality time di kamarnya, mereka sedang bersenda gurau, dan saling bertukar cerita. Mereka bak pengantin baru seperti perangko yang tidak terpisahkan sedetik pun jaraknya. Naya selalu menempel pada dada bidang suaminya, Tama pun tidak bosan-bosan nya menciumi wangi rambutnya Naya.


"Jangan suka mancing-mancing deh Bun, nanti ikan nya masuk umpan lho, gimana mau masuk sarangnya sedang kamu masih berdarah-darah."


Ucap Tama sedikit frustasi dengan reaksi tubuhnya, tubuhnya selalu merespon jari-jari istrinya yang mulai tidak diam di tempat.

__ADS_1


"Siapa yang mancing? Naya hanya ingin mengusap-usap dadanya Mas, siapa tahu sudah berubah hihihi.."


Sahut Naya asal. Naya tahu suaminya tidak bisa menahan gejolak yang menelusuri jejak-jejak dada bidangnya.


"Bun!"


"Apa?"


Tanpa pikir panjang merasa di tantang untuk melakukan perbuatan lebih, Tama sangat rakus memainkan benda di depannya. Terutama dua bukit yang semakin aduhai, menantang dirinya untuk berbuat lebih lagi semakin dalam.


Tanpa di komando Tama member tanda-tanda cintanya di seluruh benda kesayangannya. Naya mendapatkan kenikmatan yang bertubi-tubi membuatnya meliuk-liuk seperti ular keket.


"Akhh mas... jangan!"


Naya mencegah tangan suaminya masuk ke dalam celana nya.


"Kenapa?"


tanya Tama dengan naf su yang sudah di ubun-ubun.


"Masih masa nifas Mas, mau benda ini berlumuran darah?"


"Emang belum selesai?"


"Mas harus sabar menunggu 40 hari lagi, bila mau pakai Naya."

__ADS_1


Mendengar jawaban istrinya membuat Tama menepuk jidatnya berkali-kali, rasa pusing di ubun-ubun langsung sirna mendengar kata 40hari berpuasa.


__ADS_2