Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 176


__ADS_3

Setelah ikut sarapan bersama si kecil Esha sudah tidur kembali, pipinya yang gembul membuat Naya tak jemu-jemu memandangi wajah putrinya yang duplikat banget wajah Papa nya, Naya sendiri hanya kebagian warna rambutnya.


"Aku yang mengandung selama sembilan bulan, aku juga yang kesakitan pasca melahirkan, kenapa wajah mu mirip sekali dengan Papa, Nak! Mama hanya kebagian warna rambut saja."


Tutur Naya tak berkedip memandangi wajah putrinya.


"Cup Cup..." Naya tak bosan-bosan menghadiahi kecupan bertubi-tubi di seluruh wajah sang putri.


Kecupan bertubi-tubi membuat si kecil Esha terbangun, sedang rewel dengan gangguan Bundanya. Kelopak matanya terbuka sebentar, memberikan Senyum matahari ke Bundanya, lalu kembali memejamkan kelopak matanya.


"Pintarnya putrinya Bunda.."


Naya tersenyum melihat gaya tidur Esha yang terus saja memegangi tangan Bundanya. seakan enggan untuk di lepaskan.


Naya hayut dalam genggaman tangan lembut sang buah hati, sampai-sampai Naya memejamkan kelopak matanya, berharap hari ini sudah selesai dhuhur dan dirinya bisa beristirahat dengan tenang.


Baru memejamkan kelopak matanya sebentar, Naya terganggu dengan bunyi ketukan pintu di kamar nya.


Tok Tok Tok Tok Tok....


"Masuk." Ucap Naya dari dalam.


"Kenapa mbak?"


tanya Naya dengan alis yang mengkerut.


"Anu non di telepon dari sekolahnya my twins, katanya mereka sudah pulang, nunggu Bunda yang jemput."


jawab Mbak Marni seperti yang di bilang guru my twins, pembicaraan di telepon.


"Astagfirullah... aku sampai lupa mbak."


Ucap Naya mengelus-elus dadanya, baru sadar ternyata hari masih pagi.

__ADS_1


"Makasih mbak, aku titip Esha sebentar mau jemput my twins." Ujar Naya berpamitan sembari merapikan penampilannya


*****


Nafas yang sedikit memburu, Naya mencoba untuk meminta maaf dengan jagoannya karena telat menjemput.


"Nda sukanya jemput ama-ama cih."


Ucap mas Ara yang sudah pintar protes dengan bibirnya mengerucut seperti ikan.


"Bunda kelupaan mas nemenin adik main, maafin Bunda ya."


sahut Naya berjongkok menyamakan tinggi nya dengan tinggi sang putra.


"Mas Ala maafin, tapi nya dangan lupa beli es klim sepelti Nda janjiin kemalin."


Ujar mas Ara mencoba untuk bernegosiasi dengan Bundanya.


"Siap sayang."


"Bialin wlekk.." balas Ara menjulurkan lidahnya.


"Sudah-sudah ayo kita pulang, kasihan dek Esha kalau nungguin kalian berdebat!"


Ucap Naya menengahi perdebatan my twins.


******


Derrrtttttt...


"Assalamualaikum Pa.."


sapa Naya memperlihatkan seluruh wajah nya.

__ADS_1


"Waalaikumsalam.."


"Bunda lagi dimana?"


"Di jalan Pa, habis jemput anak-anak."


"Mau makan siang bareng? atau mau lanjut pulang Bun?"


tanya Tama untuk memastikan.


"Pulang aja Pah, kasihan Esha nanti kalau nangis mbak Marni nya bingung hehehe."


"Sudah dulu ya Pa, sudah sampai HemaMart my twins minta es krim katanya."


"Papa Ita mau beli es klim.


sapa mas Atya yang lebih antusias.


"Boleh beli es krim tapi enggak boleh banyak-banyak, oke jagoannya Papa!"


"Oce Papa."


"Sudah ya Pa, Bunda matiin."


"Da da... Bunda.. my twins.


"Assalamualaikum.."


Klik sambungan telepon sudah Tama matikan, tinggal mereka memasuki HemaMart. Wajah jagoannya berseri-seri memasuki tempat tujuannya, tujuannya tak lain adalah lemari pendingin dan box es krim.


Naya pun sampai kelimpungan mengejar mas Ara yang berlarian ke tempat box es krim, mas Ara tidak ingin ke dahulu an saudara kembar nya mas Atya.


Terimakasih readers Mimin semuanya, masih setia dengan cerita Mimin, masih b kekurangan nya. Sekali lagi Mimim ucapkan terima kasih, cerita ini baik level ke-9 semoga gajiannya juga ikut naik level hehehe harapan Mimin.

__ADS_1


Selamat hari 1 Oktober.


__ADS_2