
Maaf update sedikit dulu ya, auuttor lagi ada kepentingan, terpenting auuttor update ya😀😀😀
Dua bulan sudah usia kandungan Kanaya, satu Minggu yang lalu sebelum sang suami kembali ke Jakarta. Tama dan Kanaya menyempatkan dirinya menemani sang isteri untuk periksa kehamilan, ke dokter kandungan yang terpercaya di kota Solo.
"Maafkan Bunda tidak menyadari kehadiranmu, yang sudah tumbuh dua bulan di perutnya Bunda sayang....." ucap Kanaya mengelus lembut perutnya yang belum menonjol.
Sudah beberapa hari ini Kanaya sudah sibuk mempersiapkan ujian Nasional, kalau tidak ada halangan akan di selenggarakan minggu depan sesuai tanggal yang telah ditetapkan pemerintah.
Berbagai persiapan dalam belajar, dan mental untuk menghadapi ujian sudah Kanaya lakukan meskipun sedang hamil, tetapi malah membawa semangat tersendiri untuk dirinya dalam belajar.
"Bantu Bunda ya dik, biar Bunda lulus dapat nilai yang bagus dan memuaskan seperti harapan Bunda..." ucap Kanaya di dalam hatinya.
🍭🍭🍭
Tama tidak pernah lepas memandangi foto USG calon anaknya, Tama sengaja memeriksakan kehamilan istrinya, dan mencetak hasil USG untuk membawanya ke Jakarta.
"Sayangnya Papa...." ucap Tama membelai lembut lembar USG.
"Tumbuhlah dengan sehat, Papa dan Bunda menunggu kehadiranmu.." Tak jemu-jemu Aku memandang bingkai foto USG, supaya kamu tahu nak bahwa Bunda dan Papa sangat menyayangimu.
Tidak berselang lama pintu ruangan terbuka, Reksa masuk ke ruangan Tama untuk menyerahkan berkas yang harus di tanda-tangani.
__ADS_1
"*Selamat bro, bentar lagi jadi Papa..." Tutur Reksa yang sudah duduk di meja yang tersedia di depannya Tama.
"Kebiasaan masuk ke ruangan tidak ketok-ketok pintu dulu, untung tidak sedang main kuda-kudaan..." kelakar Tama mendengus kesal. acara memandangi foto USG calon baby-nya terganggu kakak iparnya, atau Om Reksa.
"Sewot amat sedang PMS, atau tidak dapat jatah..." Tutur Reksa yang menggoda adik iparnya. Tama dalam mode tidak baik-baik saja, wajahnya yang cemberut layaknya anak kecil yang minta jajan*.
Tama menarik nafasnya, dan mulai menghalau rasa kesalnya. Moodnya suka berubah-ubah, kadang sangat sensitif banget membuatnya bertanya-tanya sendiri.
"Apa bawaan si dedek ya..." batinnya Tama.
"*Ada apa datang ke ruangan?" tanya Tama to the point.
Setelah menandatangani berkas yang Reksa sodorkan, Reksa pamit untuk kembali bekerja. Sedangkan Tama juga kembali memeriksa berkas yang sudah masuk ke meja kerjanya.
🍭🍭🍭
Hari yang ditunggu-tunggu Kanaya telah tiba, hari ini hari pertama ujian nasional sudah selesai di gelar. Raut-raut wajah bahagia, kucel, dan kurang tidur ada di barisan duduk Kanaya.
Semua siswa-siswi murid SMA sedang melaksanakan ujian nasional, wajahnya Kanaya cerah sendiri ketimbang kedua sahabatnya yang nampak kusam.
"*Lho kenapa muka kamu di tekuk begitu?" tanya Kanaya menatap wajah Difa, dan Dina bergantian.
__ADS_1
"Mumet tentang soal tadi, mana nggak belajar semalam..." jawabannya Difa sedikit lesu, dan seperti tidak bersemangat.
"Sama, semalam tidak belajar juga..." Dina ikut menimpali jawaban Difa.
"Semangat dong, kan masih ada hari esok, jangan lupa belajar di rumah nanti malam ya ya ya..." Ucap Kanaya memberikan semangat kepada dua sahabatnya*.
Setelah berbincang-bincang sebentar, ketiganya pulang ke rumahnya masing-masing, Kanaya sudah di jemput dengan sopir pribadinya yang sengaja Tama pekerjakan untuk mengantar jemput istrinya, dan keluarga istrinya.
"*Mau langsung pulang, apa mau mampir dulu neng?" tanya sang sopir yang sudah duduk di kemudi.
"Pulang saja pak." jawabannya Kanaya yang sudah menyenderkan kepalanya di jok mobil belakang.
"Baik neng*...."
Mobil melaju meninggalkan sekolah tempat Kanaya belajar, Kanaya sudah memejamkan kedua matanya, rasanya lengket seperti lem yang bawaannya sangat ngantuk.
Menikmati siang hari dengan cuaca yang cukup terik, membuatnya malas untuk singgah ke tempat yang dulu pernah menjadi makanan favoritnya, semenjak hamil Kanaya sangat pemilih soal makanan tidak ceroboh seperti dulu.
Semenjak menikah Kanaya mulai menata hidup yang lebih sehat lagi, di tambah dirinya sedang hamil. Kanaya mulai memakan makanan yang lebih higienis, dan tidak suka jajan di luar harus masakan ibunya.
Maaf dikit dulu ya. next time di pajangin ya😀😀😀
__ADS_1