Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 89


__ADS_3

***Happy reading guyss


Selamat hari Senin


Selamat beraktifitas


S***atu minggu setelah pertemuan kemarin di cafe XXX, ada hal yang berbeda dari pihak klien, klien terus saja menghubungi Reksa menanyakan Ceo Abadi Group tak lain adalah Wiratama Wiratmaja.


Reksa bukan orang yang hangat dengan orang lain, apalagi dengan seorang wanita yang menaruh perhatian kepada adik iparnya, Reksa pasti akan pasang badan apabila Tama bermain di belakang sang adik, Reksa pastikan akan memecat Tama sebagai adik iparnya dan menjauhkan dari keponakannya.


"Sa, kenapa dari tadi diam saja? ada yang sedang kamu pikirkan? atau kamu sedang tidak enak badan?" Tama mengajukan beberapa pertanyaan karena di lihat dari sikap, sifatnya ada yang berubah pada dirinya Kaka ipar.


"Enggak Tam, hanya saja sedang banyak yang Aku pikirkan." Reksa langsung menjawab pertanyaan Tama dengan penekanan kata. Sesekali Reksa tersenyum kecut, bisa-bisanya adiknya mencintai pria yang ada di depannya.


Casing nya sih ganteng, tampan, kaya tapi kalau punya kemauan terlalu egois, menyebalkan!


"Ya sudah pembahasan kerja sama dengan perusahaan XXX kita tunda dulu saja, daripada Aku bicara A_Z Kamu tidak mendengarkan lebih baik kita bahas lain waktu saja, gimana Sa setujukan dengan usul ku?" Tama berbicara seperti panjangnya rel kereta api, lebarnya bangunan, bener-bener sangat panjang sekali.

__ADS_1


"Boleh, Aku kembali ke ruangan ya," ucapnya Reksa berdiri meninggalkan ruangan nya Tama.


"Deal ya..." Tama mengulurkan jari kelingking nya, untuk membuat kesepakatan untuk mereka berdua.


"Oke deal!" Reksa menyambut uluran tangannya Tama. Mereka berdua sama-sama menautkan jari kelingking, sama-sama akan membicarakan soal kerjasama dengan perusahaan XXX.


💚💚💚💚💚💚


Hari sudah mulai petang, Reksa buru-buru membereskan pekerjaan nya, dan merapikan ruangannya.


Tepat adzan berkumandang Reksa sudah rapi dengan ruangan dan beberapa berkas yang berserakan di atas meja kerja, beberapa berkas sudah di masukkan ke dalam tas yang akan di kerjakan di apartemen.


Setelah adzan berkumandang baru Reksa meninggalkan kantornya, tiba di bassement bawah suasananya sangat sunyi mencekam, ada beberapa segelintir mobil yang belum beranjak dari kantor.


Reksa celingak-celinguk mencari keberadaan mobil sang tuan Maha benar, Reksa memicingkan matanya untuk menyelusuri sudut bassement, Alhamdulillah mobilnya sudah tidak terparkir lagi.


Tidak membutuhkan waktu lama, Reksa bergegas untuk masuk ke dalam mobil. Di malam yang sangat terang, lampu kelap-kelip di pinggir jalan mewarnai perjalanannya menuju apartemen.

__ADS_1


Ada rasa membuncah bahagia tiba-tiba menyeruak di hatinya, ada ruang rindu yang tersimpan untuk kedua orang tuanya, dan adik yang tinggal di Solo.


Sudah sampai di unit apartemen nya, Reksa langsung membersihkan tubuhnya, dan tidak lupa merendam tubuhnya dengan air hangat supaya lebih rileks.


Reksa sangat menyukai aroma wangi aromaterapi yang sedang Reksa tuangkan untuk berendam, menghirup aroma saja sudah membuatnya lebih rileks.


Setelah membersihkan tubuhnya, Reksa masuk ke dalam dapur untuk membuat makanan untuk menu makan malam. Bukan pelit atau apa? Reksa hanya merindukan masakan ibunya, makanya Reksa memilih untuk masak sendiri menu favoritnya.


"Hemmmm yummy , rasanya tidak kalah dengan masakan ibu di rumah ." Reksa bergumam sendiri.


"Cocok kali ya Reksa beralih menjadi seorang koki, pensiun menjadi sekretaris tuan Maha benar, ehhh tapi nggak bisa dong mata-matain Ceo Maha benar dong, hahahaha.." Reksa berbicara sendiri, dan tertawa sendiri. Reksa menertawakan dirinya sendiri yang berfikir yang tidak-tidak, berpikirnya terlalu jauh ke depan.


Reksa makan sangat lahap, hanya menu sederhana sudah bisa menggoyang lidahnya. Masakan ini yang bisa mengobati rasa rindu kepada sang Ibu, semoga rasa ini bisa tersalurkan melalui angin malam yang berhembus di apartemen tempat Reksa tinggal.


Selesai makan, Reksa selalu membersihkan tempat makannya sebelum memulai mengerjakan pekerjaan kantornya.


Tiga puluh menit kemudian Reksa sudah berada di depan laptop, dengan berkas yang siap untuk di kerjakan sebelum malam semakin beranjak.

__ADS_1


__ADS_2