Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 90


__ADS_3

Satu bulan terlewati sangatlah cepat berlalu, kini kehamilan Kanaya sudah memasuki bulannya. Berbagai persiapan sudah meraka berdua lakukan mulai nama, tempat tidur bayi, pakaian, dan segala bentuk model permainan sudah mereka belikan.


Kanaya semakin tidak sabar menunggu baby twins lahir ke dunia, menemaninya, mengusir rasa lelahnya.


"Bunda tidak sabar nak nunggu kalian lahir ke dunia yang penuh warna ini!" Tutur Kanaya mengelus-elus perutnya yang buncit membesar, yang melihatnya pasti akan mengira bahwa Kanaya seperti badut, padahal dirinya sedang mengandung baby twins.


"Papa juga tidak sabar nunggu kalian lahir, nak! tumbuhlah dengan sehat Papa dan Bunda menyayangi kalian." sahutnya Tama berjalan kearah sang istri. Tangannya terulur untuk membingkai perutnya Kanaya untuk membentuk kata cinta.


Mereka tertawa berdua, duduk berdua di temani dua cangkir teh hangat membuat paginya semakin berwarna. Warna langit yang berubah warna, Matahari yang mulai menampakan sinarnya, menambah kesan pagi yang indah untuk jiwa yang sedang berbahagia seperti Kanaya dan Tama.


...***************...


Flasblack On


Pulang dari kantor, Tama mencari keberadaan sang istri yang tidak tahu dimana rimba-nya. Tama sudah menelusuri ruang tamu, taman belakang, kamar anak-anak, dapur dan tempat yang lainnya.


Keberadaan sang istri bagaikan di telan bumi, rasa frustasi menyeruak di dalam hatinya, istri yang sudah di sakiti nya ternyata pergi meninggalkan, meninggalkan sejuta kenangan indah, entah kapan akan bertemu kembali , rasanya Tama tidak akan sanggup berpisah dengan Kanaya, wanita hamil yang akan melahirkan keturunannya.

__ADS_1


Tama di buat kalang kabut dengan hilangnya Kanaya, para pekerja di rumahnya tidak tahu keberadaan istri kecilnya.


"Kemana kamu, Nay?" Tama berulang-ulang mengusap wajahnya. Sungguh ada rasa cemas di hatinya, dadanya terasa sesak, nafas terengah-engah seperti habis lari maraton di siang bolong.


Sampai di kamarnya Tama langsung menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur, lelah hati, lelah pikiran Tama rasakan, kepalanya rasanya sangat pening.


"Bagaimana Tama harus berkata, bila mertuanya bertanya tentang putrinya, dan calon cucu-cucunya?" tanya Tama bermonolog dengan dirinya sendiri.


Rasa kantuknya yang mulai berat, membuat seorang Tama tertidur pulas dengan posisi kakinya menjuntai ke bawah, dan pakaiannya compang-camping tidak beraturan, tidak membersihkan tubuhnya atau sekedar cuci muka dan lain sebagainya.


Pukul lima sore, Tama mulai menggeliat tubuhnya menghirup aroma masakan yang membuatnya terbangun dari tidurnya. Kelopak matanya terasa berat sekedar untuk membukanya, tetapi aroma masakan yang tidak biasa membuatnya mengenyahkan rasa kantuknya.


Tama terus saja mengikuti aroma masakan lezat yang sedari tadi mengganggu tidurnya, dan merusak pikirannya.


Tama dibuat melongo dengan berbagai menu makanan terhidang di atas meja makan, celingak-celinguk mencari seseorang, tetapi tidak ada seorangpun yang berada di dalam dapurnya.


Selamat makan Papanya anak-anak, semoga suka ya! jangan cari Nay ya, Nay pergi dulu sama Mama! tulis notice Kanaya selembar kertas putih dengan emoticon love.

__ADS_1


Hatinya Tama langsung menghangat bagaikan tersiram air hujan di teriknya matahari. Dengan sangat kelaparan Tama mulai melahap makanan diatas meja, rasanya sangat pas di lidahnya, tidak diragukan lagi masakan sang istri tidak ada duanya, selalu menjadi nomor satu di lidahnya.


Semenjak kejadian marahan tempo hari, sirna sudah tergantikan senyum merekah indah. Hatinya selalu berdebar setiap kali mengucapkan kata istri ku, Bunda dari anak-anak ku.


Tama bertekad bulat untuk mengakui kesalahannya, dan meminta maaf duluan. Tidak ada yang sempurna, semuanya pasti ada coretan tinta pada kertas putih, tetapi mengakui kesalahan bukan berarti mencari salah dan benarnya.


Tama tidak ingin masalahnya berlarut-larut, mengakibatkan tidak baik untuk kandungannya sang istri.


Meminta maaf duluan bukan berarti kalah, tetapi orang yang mau meminta maaf duluan itu lebih baik, daripada tidak mau mengakui kesalahannya.


Flasblack Off


#***Maaf ya kalau part-nya sering pendek, auuttor juga masih ada kesibukan di dunia nyata, ini auuttor berusaha untuk update supaya kalian para readers bisa membaca tulisan receh auuttor, meskipun banyak kritikan tetapi tidak membuat auuttor marah ke kalian.


#Semoga kritikan, masukkan dari kalian bisa menjadi pembelajaran yang lebih baik lagi dalam mengembangkan alur cerita yang auuttor buat.


#Terimakasih untuk kalian yang masih setia dengan cerita auuttor, auuttor berharap selalu memencet tombol favorit supaya bisa tahu kalau auuttor update.

__ADS_1


Kasih tanda cinta untuk auuttor seikhlasnya ya, vote boleh, like bole, kasih bunga juga boleh banget apalagi bunga deposito atau bunga bank hahahaha canda ya😀😀😀***


__ADS_2