
Keesokan paginya senyum di sudut bibirnya Kanaya terus saja tidak pernah pudar, kelopak matanya mulai terbuka ada suami yang di cintanya, ada suami yang bisa di peluknya sesuka hati.
Mimpi yang menjadi nyata
Menoleh ke samping ada suami yang bisa di pandangi wajahnya, ada garis wajah yang lurus dan tegas. Tak jemu-jemu Kanaya memandangi wajah sang suami, tangannya terulur untuk mengelus bingkai wajah sang suami yang semakin tampan mempesona, semakin membuat kaum hawa terpesona dengan hanya sekali melihatnya.
Mas kok makin Tampan sih, makin membuat Nay semakin cinta berlipat-lipat, pokoknya I Love Pull....
Tama ingin tertawa mendengar suara hati sang istri, rasanya geli-geli gimana setiap kali mendapatkan usapan lembut tangan sang istri. Sungguh sangat menyenangkan, membuatnya semakin nyaman dengan posisi tidurnya.
***Makin cinta
Cup cup..... Kanaya mengecup bibir*** suaminya yang nampak menggoda imannya, awalnya hanya kecupan tanpa Kania sadari sang suami malah menahan tengkuknya untuk memperdalam ilmu pengetahuan biologi.
Kanaya memejamkan kedua matanya menikmati sentuhan lembut sang suami, alur yang dibuatnya sangat membuatnya semakin dilema.
"Uhuhkkkkk...." Kanaya terbatuk-batuk karena sang suami tidak mengijinkan diry lepas dari kungkungan dekapan suaminya, padahal Nay sudah kehabisan nafas.
Setelah semuanya terlepas Nay bisa menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, dan rasanya sangat lega.
__ADS_1
"Mas iiihhhh rakus banget seperti orang yang tidak pernah begituan saja!" ucapnya Kanaya nampak kesal. Bibirnya sudah mengerucut ke depan, bener-bener semakin lucu menurutnya Tama suaminya.
"Habisnya mas gemas dengan istri mas yang cantik ini, seksi ini!" Tanpa rasa bersalah Tama malah mencubit pipi Nay yang nampak chuby, siapa saja yang melihatnya pasti akan mencubitnya atau menoel-noel.
Drama pagi yang singkat semakin membuatnya mesra, mereka saling mendekap, saling menyalurkan rasa cinta diantara keduanya.
Cinta yang semakin tumbuh subur.
*********
Selesai membersihkan tubuhnya, mereka turun ke bawah untuk sarapan bersama. Sedangkan di meja makan sudah di tunggu kedua orang tuanya, memberikan senyuman tipis kepada seseorang orang yang dicintai menjadi obat tersendiri bagi orang tua mereka berdua.
Setelah sarapan, calon orang tua baru beranjak dari meja makan terlebih dahulu. Rencananya mereka akan pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kehamilan istrinya, menurut hitungan Nay bulan ini sudah memasuki bulannya. Perkiraannya sudah memasuki usia sembilan bulan, yang sebentar lagi akan lahir anggota baru di tengah-tengah mereka.
Perjalanan dari rumah ke rumah sakit sangatlah cepat, mobil mereka sudah memasuki halaman rumah sakit. Senyum selalu tersungging di sudut bibirnya Nay, rasa tidak sabar menyeruak di lubuk hatinya.
Tidak perlu mengantri lama, sebelumnya mereka sudah membuat janji bahwa mereka akan periksa kandungan istrinya.
Mereka sudah duduk di depan sang dokter, setelah rangkaian pemeriksaan sudah di lakukan secara lengkap, mulai cek HB, USG dan pemeriksaan kehamilan lainnya.
__ADS_1
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan semuanya sehat, lengkap, beratnya juga sudah pas!" sang dokter menjelaskan hasil dari pemeriksaan.
"Terus jeni kelaminnya apa Dok? tanyanya Kanaya yang sangat antusias, matanya semakin berbinar menunggu jawaban dari dokternya.
"Menurut hasil USG, mereka ......." ucapnya langsung terpotong oleh Tama yang tidak ingin mengetahui jenis kelamin nya dulu, mereka ingin menjadi surprise bagi keduanya..
"Mas iiihhhh kan Nay ingin tahu! kok nggak boleh sih untuk tahu!" protesnya Kanaya yang masih berada di depan dokternya.
Dokter yang melihatnya hanya tersenyum tipis memperhatikan pasangan muda yang sedang berselisih paham, menurutnya sangat lucu, dan menggemaskan untuk mereka yang akan menjadi orang tua baru.
"Saya akan menulis resep dan vitamin, silahkan di tebus di apotek!" ucap sang dokter memecah keheningan mereka berdua. Keduanya saling melirik tajam sebagai tanda ada permusuhan diantara keduanya.
"Baik dok, terimakasih saya dan istri permisi dulu!" sahutnya Tama mengajak sang istri untuk keluar dari ruangan.
Setelah menebus obat dan vitamin, mereka berdua sudah berada di dalam mobil. tidak ada yang bersuara mereka masih sibuk dengan pikirannya, terutama Nay yang masih dengan mode marahnya.
Sesekali Tama melirik lewat spion mobil bagian depan, ingin sekali menertawakan istrinya yang kelewatan mengemaskan tetapi Tama mencoba untuk menahannya supaya tidak lepas kendali menubruk tubuh sang isteri nya.
Semakin cantik saja isteri ku, dengan bibirnya yang nampak seksi mengerucut nya.
__ADS_1
#***Rasanya sangat nyesek, udah nulis, udah bikin kerangka ehh tiba-tiba kehapus seperti seseorang yang tengah di kasih harapan setinggi langit, tiba-tiba di jatuhkan begitu saja. Sungguh ***nyesekk-sek******!