Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 138


__ADS_3

Keesokan paginya Kanaya pagi-pagi sekali sudah bangun, sengaja ingin membuat sarapan untuk my twins dan untuk dirinya sendiri.


Dengan sangat cekatan Nay mulai mengolah bahan makanan mentah, lauk pauk dan kesukaan my twins Nay masak.


"Nona...."


"Ehh mbak Marni, baru bangun ya mbak...." sapa Nay tersenyum, tidak ada raut kecewa karena dirinya lebih dulu masuk ke dalam dapur, ketimbang pekerja di rumahnya.


"Maaf non, kesiangan hehehe..." jawab Mbak Marni sedikit ada guyonan receh nya...


Sebenarnya ada rasa tidak enak, sang majikan lebih dulu bangun dari pada dirinya yang baru masuk ke dapur.


"Enggak pa-pa mbak, santai saja ini juga baru mulai hihihi...."


Tanpa di suruh atau di perintah mbak Marni mulai mengerjakan pekerjaan rumah, mulai dari nyapu, ngepel, menyiram tanaman, membersihkan peralatan dapur setelah majikannya selesai memasak.


Ritual di dapur sudah selesai, Nay menata makanan diatas meja dengan berbagai menu favorit my twins.


Apapun kesukaan mereka, pasti Nay akan memasak dan mengolah nya menjadi masakan ala Restauran


*****


Klekkk....


"Assalamualaikum....."


Tak..... Tak....


Derap langkah kaki tanpa alas kaki memasuki kamar my twins yang di dominasi warna putih, berbagai tokoh kartun terpampang di kamar yang sangat luas.


Nay sengaja satu kamar tidur untuk berdua, toh mereka juga terlahir kembar dengan jenis kelamin yang sama.


Nay sudah menyibak gorden, terlihat sangat jelas matahari sudah memancarkan sinarnya masuk ke sela-sela gorden kamarnya.


"Euuh Nda, asih antuk..."


"Sudah jam8 lho, masa masih bobok apa ndak malu sama ayam..."

__ADS_1


"Ndak...!"


My twins semakin merapatkan selimutnya mencari posisi yang nyaman, posisi yang membuat bobok nya semakin nyenyak lagi, dengan selimut tebal membungkus tubuhnya.....


Melihat tingkah my twins membuatnya gemas sendiri, ingin sekali mendusel-dusel di ketiaknya, menganggu dalam bobok nya supaya mereka segera bangun.


Dengan jurus andalan sebagai mak-mak, akhirnya my twins hanya bisa pasrah di bangunkan kembali Bundanya.


Mau tidak mau mereka bangun, tetapi harus di mandiin Bundanya, di pakai kan baju oleh sang bunda.


*****


Mereka bertiga duduk di bangku meja makan, my twins sarapan sangat lahap.


Pagi ini mereka akan berkunjung ke rumah sakit, mengunjungi suaminya yang semalam sudah menginap di rumah sakit.


Dengan semangat menggebu-gebu mereka cepat sekali menghabiskan sarapannya, di temani susu putih yang menjadi favorit my twins.


Di antar Pak sopir mereka sudah berada di mobil menuju rumah sakit, my twins sangat anteng ada raut kesedihan mengingat sang Papa berada di rumah.


*****


Kreetttt...


Pintu rawat inap VVIP Nay buka pelan.


"Assalamualaikum...."


Sapa Nay tetapi belum ada jawaban, Nay masuk ke dalam terdapat suaminya masih bobok nyenyak.


Ada mertuanya yang masih tertidur di sofa, berbagai menu makanan sudah tersaji di meja nakas.


Nay dan my twins sudah duduk tidak jauh dari ranjang sang Papa. Mereka mengecup kening lama, berharap sang Papa segera bangun, dan bisa bermain bersama kembali.


Merasakan ada usapan dan kecupan lembut membuat Tama perlahan membuka kelopak matanya.


"Papa..." sapa my twins menjatuhkan tubuhnya di atas dada bidang Papa nya.

__ADS_1


"Hi boys..!" ucap Tama masih sedikit lemas, meskipun tengah semangat di kunjungi istri dan my twins.


Mereka saling melepas kerinduan, 24 jam terpisah mereka merasakan hal yang sama yaitu rindu yang mendalam.


Sejenak berbincang-bincang sebentar, saatnya Tama melakukan pemeriksaan tahap yang lebih mendalam lagi, mengingat ***** makan berkurang, sering mual dan muntah.


Pihak keluarga sepakat untuk di lakukan pengecekan menyeluruh terhadap tubuhnya.


Beberapa jam kemudian...


Tama sudah di kembali kan ke bangsal inap, my twins , mertua dan Nay mengikuti dari belakang dan menemani suaminya selama di lakukan pemeriksaan.


"Papa udah cembuh, Nda..."


"Belum boys, doain Papa cepat sehat ya...."


Nay mengelus surai rambut my twins dengan sangat sayang, dan mengecup kening, pipi dan terakhir bibirnya.


"Pasti Nda, Ita uga kangen main dengan Papa agi sepelti dulu....!"


*****


Sampai di ruang perawat sedikit ramai, ada perawat, dokter dan keluarga tengah menunggu hasil dari pemeriksaan, menunggu penjelasan dokternya.


"Setelah di lakukan pemeriksaan lanjutan, tuan Wiratama tidak menderita penyakit yang serius, maupun penyakit penyerta lainnya..," ucap sang dokter Reno, dokter yang memeriksa nya.


"Kenapa suami saya sering mual-mual, terkadang di sertai muntah, dok?" tanya Nay dengan lugas.


"Mungkin juga karena tidak enak badan, atau angin lewat, Nyonya..."


"Atau jangan-jangan kamu telat bulan Nay.... Kapan terakhir kamu dapat tamu bulanan, Nay?" tanya sang Mama mertua penuh dengan kehati-hatian, takut menyinggung perasaan menantunya.


Deg....


Deg....


Deg.....

__ADS_1


__ADS_2