Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 103


__ADS_3

Tama terus saja merayu wanita yang tidurnya memunggungi dirinya, segala jurus apapun Tama kerahkan demi mendapatkan hak nya sebagai suami yang telah lama berpuasa menunggu masa nifas sang istri.


"Sayangnya mas, kangen dech sini peluk mas ." ucapnya sembari tangannya mengelus punggung tangan istrinya, dengan gerakan pelan tapi pasti .


"Hemmmm!" suara deheman sebagai jawaban nya Nay.


Sebenarnya Nay tidak tega melihatnya suaminya merengek seperti anak kecil, tapi egonya juga tinggi tidak mau takluk dengan mudahnya.


"Mas ingin ini, ini juga!" Tama terus saja memancarkan aksinya, tangannya memegang benda-benda yang ada di tubuh istrinya, benda itu merupakan candunya.


"Hemmmm!" Lagi-lagi hanya suara deheman yang Nay keluarkan.


Nay ingin menguji kesabaran suaminya mendapatkan hak nya, dalam diam pun Nay juga merindukan tangan lembut suaminya, sentuhan jari yang memabukkan.


Nay sangat gengsi bila harus mudah luluh, atau meminta duluan, gengsi dong ahhhh!


Nay masih aja dalam mode diamnya, tetapi tidak dengan Tama.


Suaminya terus-menerus membelai benda-benda candunya dengan gerakan memutar, pelan-pelan. Tidak patah semangat belum di respon sang istri, terus saja gencar melakukan aksinya lama kelamaan Nay pasti akan luluh, menyerahkan sepenuhnya dengan ikhlas, dan menjerit-jerit namanya.


15 menit tidak ada kemajuan, Tama membalikkan badan isterinya. Kenyataan yang membuatnya kecewa, ternyata istrinya sudah tertidur pulas.


"Pantas saja tidak ada respon, ternyata isteri cantik ku sudah nyenyak dalam mimpi indahnya"


Kecewa itu pasti, Tama langsung bangkit dari tempat tidurnya ingin menyelesaikan ritualnya di kamar mandi.


Intinya sudah menegang bila tidak di tuntaskan pasti akan sakit, dan pusing berkeliling-liling.

__ADS_1


"Akhhh Nay...." jerit suara mengerang nikmat menyebut nama sang istri, menandakan bahwa dirinya sudah berada di puncak nirwana.


"Akhhh leganya.."


Setelah mendapatkan pelepasan, Tama berbaring di sebelah istrinya. Tangannya tidak henti-hentinya memeluk tubuh yang menjadi candunya, menghujani kecupan manis di bibir, pipi, dan terakhir keningnya.


"Sweet dream sayang.."


"Aku mencintaimu."


Mereka tertidur pulas, ada rasa kenyamanan dalam pelukan hangat yang selalu mereka ciptakan.


********


Pukul 03.00 dini hari Nay terbangun lebih dulu, mendapatkan tangan suaminya melingkar di pinggangnya membuat hatinya menghangat.


"Cup... Cup......" Nay menempel kan bibirnya ke bibir suaminya, tidak ada gerakan, Nay hanya menempel kan saja tanpa ada niat untuk menggerakkan.


Bibir ini selalu mengucapkan kata cinta, berbisik kata rindu, dan menciptakan keindahan


Nay berniat untuk melepaskan bibirnya yang menempel, tetapi niatnya malah di balas dengan kecupan tidak kalah manisnya dengan kecupan nya.


"Kamu sudah berani menggoda ku? siapa yang ngajarin? hmmm ," Tama terus saja menggoda dengan pertanyaan yang menyudutkan istrinya.


"Enggak ada, kamu yang ngajarin." jawabnya dengan nada ketus.


"Sekarang sudah pintar ya, nakal kamu Yank!!!"

__ADS_1


Tanpa di minta mereka berdua sudah menciptakan hawa panas, lidah keduanya sudah saling membelit, menginvasi rongga-rongga di dalamnya.


"Akhhh..."


Suara erangan istrinya memacu adrenalin, bersemangat untuk melakukan tindakan lebih. Tama memanfaatkan yang pas sebelum putranya bangun.


Tangannya tidak tinggal diam, dua gundukan yang jadi candunya tidak luput dari perhatian Tama. Mengecup, menghisap, dan memainkan benda gundukan menjadi semangatnya untuk mencari keringat.


Puas dengan gundukan melon di depannya, suaminya beralih ke inti bawah yang sudah basah kuyup dengan air cintanya.


"Mas, jangan dilihatin malu." Nay berusaha menutupi intinya dengan tangan, dan merapatkan kembali kakinya.


"Indah sayang." Tama tak berkedip memandangi inti di depannya, seakan-akan ingin melahapnya habis.


Dengan gerakan lembut Tama menciptakan hawa yang berbeda, mengecup, mencium sudah di lakukan untuk menyenangkan pasangannya.


"Akhhh..." suara mengerang indah.


Mereka berdua sudah mencapai puncak nirwana, puncak yang membuat keduanya terbang melayang ke angkasa, menciptakan kupu-kupu yang indah berterbangan di sekitarnya.


"Terimakasih isteri ku, cinta ku, candu ku ahhh masih banyak lagi.." suaminya menghadiahi kecupan bertubi-tubi, seakan mengungkap kan rasa bahagia.


"Seulas senyum tipis Nay persembahkan untuk suami tercinta."


Akhirnya ikatan cinta mereka bersatu dini hari tadi, semoga semakin kokoh pondasi bangunan yang mereka buat.


Berharap tidak ada orang-orang yang usil mengganggu kebahagiaan sepasang suami isteri yang baru saja di Landa senyum bahagia, bahagia akhirnya suaminya buka puasa sekian hari berpuasa.

__ADS_1


__ADS_2