
Tak.... Tak..... Tak.....
Derap langkah sepatu pantofel menggema di seluruh ruangan, Nay yang sedang berada di dapur sangatlah bahagia hanya dengan mendengar langkah kaki seseorang.
Itu pasti suamiku
Senyum merekah terbit di sudut bibirnya, lesung Pipit nya sangat jelas terlihat. Nay yang sedang membikin kan susu untuk my twins tidak sabaran untuk keluar dari dapur.
Ingin segera bertemu dengan sang suami, lelaki yang dicintainya, lelaki yang menemani suka duka, lelaki yang sudah memberikan benihnya untuk mengandung keturunannya.
****
"Cle Sa, Ita lindu..."
My twins berseru gembira dengan kedatangan unce nya, sudah beberapa hari tidak pernah main ke rumah seperti dulu lagi.
My twins tidak berhenti nya melebarkan senyumnya, saking bahagianya mereka tetap menampilkan deretan giginya.
"Uncle juga rindu kalian, rindu banget!"
Reksa memeluk my twins sangat erat, mengecup puncak kepala adalah tradisi yang tidak pernah di lupakan bila main ke rumah ada my twins yang tampan.
"Hi boys, sedang main apa?"
"Obil-mobilan cle Sa..."
Mereka melanjutkan permainan nya, tanpa melihat sosok uncle yang katanya sedang di rindukan.
Reksa yang melihat keponakan nya merasa tidak tega menyampaikan berita yang kurang baik. Sesekali tangannya mengusap surai rambut keponakannya yang sudah tumbuh lebat, nampak sekali sedikit gondrong tetapi sangat tampan .
__ADS_1
"Bunda mana sayang? kog tidak kelihatan nemenin kalian..."
"Nda di dapul bikin susu, cle..."
Setelah mendengar jawaban my twins, Reksa ikut bergabung bermain dengan keponakan tampan nya.
Mereka bertiga sangat asyik menikmati permainan, Nay yang memandangnya dari jauh pun ikut tersenyum.
Melihat ketiga lelaki nya dekat satu dengan lainnya sangat akrab, bercanda, tertawa membuat hati Nay menghangat.
"Maaf, Nay tidak menyambut mas pulang karena nay sedang di dapur... Tutur Nay sedikit tidak enak, karena tak biasanya Nay tak menyambut suaminya pulang.
Deg
Reksa diam tak berkutik, di sangka dirinya adalah suaminya. Bibirnya Kelu untuk berucap, memulai berbicara atau sekedar menyapa saya hello.
"Ayo cle Sa, kejal obil nya aku!"
Deg
Jantungnya berdegup, bergetar hebat membayangkan bahwa itu kakaknya bukan mas Tama suaminya.
"Kemana suamiku?"
****"**
"Kanaya...."
"Kakak...."
__ADS_1
Setelah saling berpelukan, mereka duduk jauh dari anak-anak karena ada hal yang ingin kakaknya sampai kan ke Nay.
Tidak ada kecurigaan sama sekali, awalnya mereka mengobrol , menceritakan tumbuh kembang my twins.
"Huuuffft....."
Satu tarikan nafas, Reksa mulai menceritakan awal kronologi kejadian di kantor sampai Wiratama di rawat di rumah sakit.
"Hiksss.... hiksss..."
Tanpa di minta air mata nya langsung meluncur deras, tidak ada kata yang ingin Nay ucapan kan, kecuali tangisan yang belum mau berhenti...
"Cup Cup sayang...."
"Udah dong nangisnya, apa enggak malu kalau my twins tahu bahwa kamu habis nangis?"
"Menggeleng, enggak ka."
Reksa memeluk kembali sang adik memberikan kekuatan supaya adik nya bisa menjalani ujian ini dengan sabar.
"Ayo kak!! antar Nay sekarang juga ke rumah sakit !" rengekan Nay membuat tidak tega, rasanya hatinya sakit melihat adiknya menangis seperti ini.
"Besok ya ini udah malam , kasihan my twins mereka butuh kamu, dik...." Reksa mencoba memberikan pengertian untuk adiknya, ada my twins yang harus di pikir kan, di jaga nya.
Setelah mendengar penjelasan kakaknya, berangsur-angsur tangisan Nay mereda hanya tinggal Isak tangisnya.
Di usap bekas air mata, mencoba tersenyum kembali demi anak-anak.
Tidak ingin membuat my twins sedih, nay sudah seperti biasanya, seolah-olah sedang tidak ada masalah.
__ADS_1
Yang nanyain kehamilan Nay, sabar ya nanti ada waktunya untuk terungkap, nikmati dulu alurnya.
Komentar, like, vote, jangan lupa ya insyaallah nanti double Up bila kalian suka dengan cerita othor.