
Satu bulan lalu mereka lewati dengan kebahagiaan berlipat ganda, atas hadirnya malaikat kecil menjadi pelengkap kebahagiaan keluarganya.
Baru saja kemarin berumur 5 bulan, 1 bulan mereka lewati sangatlah cepat, kini sudah 6 bulan umurnya.
Masih seperti mimpi, bahwa dirinya sudah menjadi seorang Bunda dari baby boys.
Kanaya tidak menyangka dalam umur yang masih sangat muda di percayakan malaikat kecil, pelengkap rumah tangganya.
"Baru saja kemarin kita menikah, tidak menyangka bahwa kita sudah menjadi orang tua balita yang mengemaskan ini!" Tutur Tama yang mengecup rambut istrinya, wanginya membuatnya kecanduan untuk selalu mengecup nya.
"Iya mas, Nay juga tidak menyangka perjalanan kita sudah sangat panjang, mulai menikah, mengandung, dan melahirkan malaikat kecil kita!" Sahut Nay memainkan kancing kemeja suaminya.
Mereka berdua sudah berada di kamar tidurnya, setiap malam bila ada kesempatan mereka selalu bertukar pikiran tentang perjalanan cintanya penuh lika-liku hingga berakhir dengan kebahagiaan.
"Jangan mulai menggoda Bun, nanti Papa tidak akan bisa berhenti sebelum mencapai puncaknya." Berulang-ulang Tama menahan desahan nya, akibat permainan tangan liar istrinya membuatnya ingin bertukar peluh, dan memacu adrenalin bersama.
"Siapa takut,! coba saja kalau berani." Tantang Kanaya yang ingin mengetahui seberapa besar suaminya bisa menahannya, bisa kuat berapa ronde dalam permainan ke puncak.
"Jangan salahkan aku bila tidak bisa berhenti!" ancaman Tama membuat Nay terhipnotis dengan perlakuan suaminya, ada hasrat dikedua matanya yang ingin segera dituntaskan.
Tidak ada niatan untuk menyakiti istrinya, mereka berdua berpacu dengan keringat yang bertukar membasahi tubuh keduanya.
Mereka berdua hanyut dalam melodi cinta yang indah, tidak ada yang boleh mengganggu nya meraih surga terindah di dunia ini.
Mereka berdua mengganggap putranya sudah nyenyak dalam istirahat nya, berharap putranya tidak akan terbangun dan paham maksud Papa dan Bundanya yang tidak ingin diganggu aktivitas keduanya yang sedang mencari puncak tertinggi atas nama cinta, namanya terukir indah seperti wanita yang berada dalam kendali permainan nya.
***************
Satu bulan berlalu.....
__ADS_1
Semakin hari baby boys twins semakin pintar, lima bulan yang lalu banyak akal yang ingin keduanya tahu, setiap kali Bundanya memakan sesuatu pasti tangannya ingin meraih tangan Bundanya, untuk meminta makanan yang di tangan Bundanya.
"Aaa uuu tuuuuu..." baby boys twins terus saja mengeluarkan suara planet nya, Nay yang mendengarnya hanya bisa tersenyum kecil, dan geleng-geleng kepala melihat tingkah keduanya yang super mengemaskan...
"Mau apa sayang?" tanya Nay mendekati putranya, dan memberikan kecupan sayangnya di pipi bergantian.
"Auuuuuu...." jawab baby boys twins, hanya baby boys yang tahu maksud ucapannya, dan Tuhan yang tahu.
"Mau mam atau mau num? apa mau di ninaboboin sama Bunda? ." tanya Nay .
Saking gemasnya Nay menghadiahkan kecupan bertubi-tubi di wajah putranya, semakin mengemaskan dengan pipi gembulnya.
Mendengarkan suara Bundanya, baby boys twins langsung tersenyum lebar menampakkan lesung pipinya.
Uhhh gemesin banget kamu sayang, Bunda makin jatuh cinta berlipat-lipat ganda, pokoknya I Love You Pull
*************
Nay selalu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, selama hari kelahiran sampai hari ini Nay selalu memberikan yang terbaik untuk baby boys twins.
Kini putranya sudah menginjak usia 6 bulan, hari pertama Mpasi Nay membuat makanan sendiri, Mpasi untuk putranya bukan hal mudah semua butuh perjuangan, dan minat untuk membuatnya.
Berbekal gadget yang di pegang nya, Nay mulai pencarian di Google. Awalnya susah emang, demi putranya Nay berjanji untuk membuatnya sendiri. Menurutnya membuat sendiri lebih sehat, dan lebih higienis bahan-bahan yang akan di masak.
Satu, dua kali mungkin hasilnya belum maksimal, berjalannya sang waktu Nay sangat pandai mengolah bahan makanan untuk putranya, karena ini pertama kalinya baby boys twins mengenal makanan jadi Nay ingin memberikan terbaik.
Mama Nisa turut membantu menjaga cucunya, sedang Nay berkutat di dalam dapur untuk membuat Mpasi.
"Cucunya Oma bentar lagi mau mam ya." Ucap Mama Nisa.
__ADS_1
Mama Nisa tidak henti-hentinya menggoda cucunya, baby boys twins sangat tanggap dengan suara Oma nya yang selalu menemani bermain, dan menjaganya di Kala Bundanya sedang sibuk.
"Iya dong Oma! bial cepat besal ikut Papa kelja, dan bantu-bantu Papa belantakin keltas-keltas di meja kelja Papa, Oma..." sahut Nay dari arah belakang.
Nay sangat fasih menirukan suara anak kecil, baby boys twins pun ikut melebarkan sudut bibirnya, tat kala mendengar suara Bundanya yang sudah sangat mereka kenal.
"Ehh Nay bikin kaget Mama aja!" ucap Mama Nisa sedikit terkejut dengan suara mirip-mirip seperti suara anak kecil.
"Sorry mah, habisnya Nay semakin gemas, dan tidak sabar melihat keduanya Mpasi untuk pertama kalinya mah!" Ujar Nay merasa tidak nyaman, sudah bikin mertuanya sedikit nya kaget.
"Enggak pa-pa Nay, santauy aja." sahut Mama Nisa memberikan senyuman hangat nya, senyum ini yang membuatnya nyaman dengan Mama mertuanya.
Baby boys twins langsung menggerakkan kakinya keatas, dan tangannya pun juga seakan-akan keduanya ingin meraih apa yang sedang di pegang Bundanya.
"Lihat mereka Nay, sudah sangat hafal dengan suara Bundanya." seru Mama Nisa dengan senyum lebarnya, siapa tidak bahagia melihat tumbuh kembang cucunya sudah pandai mengetahui bahwa itu suara Bundanya.
"Iya Mama benar, mereka hafal betul kalau Nay adalah Bundanya." ucap Nay dengan raut wajah yang bahagia.
Setelah berbincang bentar, fokusnya beralih ke baby boys twins yang ada di depannya. Mereka masih asyik dengan gerakan kakinya, terkadang jempolnya sudah di masukkan ke dalam mulutnya.
"Mau mam sekarang apa nanti nich, cintanya Bunda .." Ucap Nay sudah mendudukkan bokongnya di sofa ruang tamu, dan disebelahnya ada Mama Nisa.
"Uuuuu...." baby boys twins seakan-akan menjawab pertanyaan Bundanya dengan bahasa yang orang dewasa tidak paham, hanya mereka yang tahu maksudnya...
Nay mulai menyuapi putranya bergantian, awalnya mereka tidak begitu menyukainya makanan yang di buat Bunda Nay, setelah di rasa-rasa di lidah keduanya, baby boys twins mulai merespon suapan Bundanya, sedikit demi sedikit alhasil menu Mpasi nya habis, tinggal sisa sedikit.
"Aku udah kenyang dong Bunda, belkat masakan Bunda aku jadi sehat, tubuhku kuat karena setiap harinya minum ASI, dan makanan bergizi buatan Bunda..."Lagi-lagi Nay menirukan suara putranya, seakan-akan itu suara anak kecil.
"Pintarnya cucu Oma, makin cinta dech ." Mama Nisa menghadiahi kecupan di pipi, dan kening putranya.
__ADS_1
Mereka berdua saling melempar senyum, dan tatapan cintanya untuk malaikat kecilnya.
Membawa warna berbeda, menjadi yang sepi sekarang menjadi ramai, dulu nya tidak ada canda tawa, sekarang hampir setiap saat bisa tersenyum, dan bercanda dengan suka cita.