
Malam ini mereka tidur berempat, my twins berada di tengah-tengah mereka. Hingga satu jam kelopak mata my twins enggan untuk terpejam, mereka mengajak bercerita sama Bunda dan Papa.
Tumben malam ini my twins cerewet, pertanyaan nya selalu kritis
Tama mulai memejamkan kelopak matanya, rasa kantuk yang berkepanjangan akibat pergulatan yang memakan waktu berjam-jam. Seakan-akan ingin segera membalas dendam dengan tidur sepuasnya, tanpa ada yang mengganggu jam tidurnya.
"Jangan Bobo Papa..."
"Hmmm..."
"Temenin Ita celita tentang si kancil yang suka culi timun, Papa..."
"Hmm..."
Tidak ada respon hanya suara deheman, my twins beralih kearah sang Bunda untuk membangunkan nya.
"Nda...."
"Tidak ada sahutan..."
Suara dengkuran halus di sebelahnya membuat my twins tertawa cekikikan, melihat Bundanya yang mendengkur dengan bibirnya yang sedikit terbuka.
"Nda lucu ya, bang hihi...."
"Iya dik... malah makin tantik katak ibu peli..."
Tutur Dapi menyahuti ucapan sang Abang.
Mereka enggan sekali untuk tertidur kembali, karena menurutnya hari sebentar lagi mulai pagi....
My twins berceloteh berdua, mereka menyaksikan Bunda dan Papa tertidur pulas membuat keduanya ingin menjahili supaya mereka menemani nya bermain...
Tetapi niatnya di urungkan, tidak ingin membuat waktu bobo nya berkurang karena ulah dirinya...
****""""""*******
"Assalamualaikum cucu-cucu Oma yang tampan..." sapa Oma berjalan ke kamar my twins...
Kreeeettt....
__ADS_1
"Lho kog di tempat tidur kosong." ucap sang Oma bengong sendiri.
"Kemana mereka?"
Mama Nisa masuk ke kamar my twins, mencari keberadaan di kamar mandi namun nihil my twins bagaikan hilang di telan bumi..
"Tooolong... tolonnng....."
Teriaknya Mama Nisa.
Saking paniknya Mama Nisa langsung berteriak, takutnya cucu tampannya di culik orang lain...
****
Sedang tidur nyenyak nya Tama mendengar suara Mama nya berteriak, membuatnya terbangun dari dunia mimpi.
Dengan gerakan cepat Tama masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian, maklum semalam bau-bau wangi tetapi menyengat hahahaha....
"Ada apa sih Mah? pagi-pagi sudah teriak-teriak seperti di hutan saja.. " jawab Tama dengan muka bantal nya.
"Tam, cucu-cucu Mama hilang, mereka tidak ada di kamarnya nya..." Ujar sang Mama di tengah kepanikan..
Sebagai seorang Papa Tama pun tidak menyadari bahwa my twins tidur bersama di kamarnya...
"Iya buat apa Mama bohong, Tam....."
Tanpa adu percakapan dengan sang Mama, Tama langsung menyerobot masuk ke kamar my twins.
Wiratama di buat melongo bahwa yang di ucapkan sang Mama benar, bahwa my twins berada di kamarnya sedang bobok manis sama Bundanya...
"Hehehe Mama benar.." ucap Tama menampilkan deretan giginya.
"Makanya jangan suka suudzon dulu sama Mama..." cibir sang Mama Nisa.
"Iya ...iya... Kanjeng Mama Nisa yang cantik setiap hari.."
Mama Nisa beringsut berbelok kearah jalan pulang, tetapi sebelum melanjutkan langkahnya..
Mama Nisa teringat dengan my twins, karena tujuan nya datang ke sini untuk mengajaknya jalan-jalan..
__ADS_1
"My twins cucu Mama, mana?"
tanya sang Mama dengan pandangan menyelidiki.
"Di kamar sama Bundanya.."
"Kamar mana?"
"Kamar aku dan Kanaya, mah.."
"Kenapa kamu dari tadi enggak bilang-bilang, hah!"
"Anak kurang ajar!"
Mama Nisa memukul-mukul pantat Wiratama dengan tas tenteng di tangannya.
"Rasaiinn nih!"
"Ampun mah!"
"Maaf mah..."
Mama Nisa terlanjur kesal, tidak lagi beradu argumen dengan putranya. Mama Nisa melanjutkan langkahnya ke kamar utama, untuk melihat my twins ada di kamar atau ucapan putranya tengah berbohong.
Dengan langkah ringan Mama Nisa berlalu dari hadapan putranya, bibirnya terus saja mendumel dan komat-kamit seperti dukun melihat polah tingkah putra semata wayangnya bikin naik pitam..
Untung anak sendiri
Untung sayang
Batinnya Mama Nisa
Untuk kalian readers setia, othor double Up semoga suka akan cerita ini, dukung terus cerita othor ya....
#Othor nulis di kapak K."M.
#Othor nulis juga di Jo**anda.
#Silahkan yang mau mampir, gratis kog... hehehe...
__ADS_1