Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 126


__ADS_3

Mereka berdua masih tertidur nyaman dengan lengan kekar berotot setia menjadi bantal sang istri, tangan satunya di gunakan untuk merengkuh pinggangnya. Sungguh pemandangan yang menyejukkan hati, orang yang melihatnya pun pasti iri, keduanya seperti perangko yang tidak mau dipisahkan, maunya nempel terus.


Eughhh... Nay meraba-raba di sisi tempat tidurnya, tidak ada seseorang di carinya. kelopak matanya enggan sekali terbuka, sekujur tubuhnya sangatlah remuk akibat ulah sang suami yang menggempur nya sampai tidak mau berhenti.


Kemana mas Tama ya?


Rasa kantuk dan capek membuat Nay memilih untuk memejamkan kedua kelopak matanya kembali. Berharap dengan tidurnya bisa mengurangi rasa remuknya, setelah bangun nanti suaminya sudah berapa di sebelahnya.


Tama memilih untuk membersihkan tubuhnya, membiarkan istrinya masih tidur nyenyak karena efek kelelahan.


Berendam air hangat menenangkan pikiran nya, ini adalah cara jitu seorang Wiratama Wiratmaja untuk mengurangi rasa lelah akibat mencangkul di sawah. Aromaterapi lavender membangkitkan semangat nya, untuk menggarap sawah yang tertidur, lagi-lagi Tama berfikir dua kali untuk tidak membuat istrinya kelelahan yang mengakibatkan sang istri terlalu kelelahan.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Tama memilih untuk kembali ke kursi kebesarannya.. Memeriksa berkas-berkas yang menumpuk diatas meja, sebelum sang istri terbangun.

__ADS_1


Seorang Tama tersenyum misterius, dengan tangan sedang memainkan bolpoin, sesekali mengigit nya. Tumpukan berkas diatas meja, dibiarkan menganggur, menjadi sanksi bisu perjalanan manis Tama mengarungi bahtera puncak nirwana.


💜💜💜💜💜💜💜


Sengaja Tama memerintah Reksa yang mengurus proyek kerjasama dua perusahaan, bukan karena ada udang di balik batu, Tama hanya ingin mendekat kan Dara dan Reksa. Syukur-syukur mereka berdua berjodoh, menurut Tama keduanya memiliki kecocokan .


Pagi ini Tama di sibukkan dengan proyek baru pembangunan cabang kesekian kalinya Abadi Group. Mereka berada dalam satu mobil, tidak ada yang mulai bersuara, di dalam mobil pun sangat hening hanya ada suara musik yang mengalun merdu.


"Dara membayangkan saja sudah membuatnya bergidik ngeri, rasanya semakin dahinya mengkerut sembari berdoa semoga tidak terjadi apa-apa".


Tidak ada jawaban dari sebelahnya, Ara mengatupkan bibirnya kembali, takut bila banyak mengajukan pertanyaan orang di sebelahnya akan marah.


Sepanjang perjalanan tidak ada lagi percakapan, mereka sibuk dengan dunianya sendiri. Ara pun sama, hanya memandangi jalanan lewat jendela mobil. Perjalanan yang panjang membuat Dara mengantuk, akhirnya dara tertidur sangat nyenyak.

__ADS_1


Reksa melihat wanita di sebelahnya tertidur, membuat dirinya mengulum senyum tipis, sangat tipis sekali.


"Wanita ini cantik juga bila sedang tertidur, bila sedang cerewet sangat menyebalkan, bibirnya aduhh membuat diriku ingin sekali mengecup nya"


Sadar dari lamunan nya, Reksa menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal. Berkali-kali memukul-mukul kepalanya, karena sudah berfikir mesum kepala cewek di sebelah tempat duduknya.


"Ehemm.. " suara deheman yang lirih, membuat wanita sebelahnya terusik dalam tidurnya.


"Kenapa?" jawab Ara dengan kelopak matanya sedikit terpejam, tetapi dirinya sangat hafal suara siapa?


"Hmmm.."


Dara akhirnya membuka kelopak matanya, tangan nya mengusap-usap sekitar mata dan bibirnya. Takut bila ada tahi mata atau ileran. Bila sampai terlihat makhluk di sebelahnya yang menyebalkan, pasti seorang dara akan di permalukan laki-laki yang membuatnya Iifil tetapi baik juga

__ADS_1


__ADS_2