
Hampir dua bulan ini Kanaya merasakan perubahan bentuk tubuhnya yang sangat signifikan, sudah satu bulan Kanaya tidak kedatangan tamu bulanan.
Semenjak kesibukan di sekolahnya, membuat Kanaya sedikit mengabaikan tamu bulanannya yang datang setiap satu bulan sekali.
Kepadatan kegiatan sekolahnya membuat seorang Kanaya melupakan segala acara dietnya. Kanaya sangat tertib menjadi pola makan, karena Kanaya tidak mau badannya gemuk, dan mengurangi daya pikatnya murid berprestasi.
Sudah satu bulan ini nafsu makannya Kanaya meningkat tajam seperti sedang naik ke puncak gunung.
Setelah menikah Kanaya tidak begitu memperhatikan bentuk tubuhnya, asalkan enak, tidak beracun, dan suka pasti Kanaya makan apapun itu.
Masa LDR akan segera berakhir, seperti harapannya dulu ingin mewujudkan cita-citanya menjadi seorang dokter.
Sebelum Kanaya berpikir terlalu jauh, alangkah baiknya Kanaya bicarakan dulu dengan suaminya, di ijinkan atau di suruh di rumah mengurus suami, dan anak. Semuanya Kanaya serahkan kepada suaminya, asalkan itu baik, dan tidak melanggar norma-norma hukum, dan Agama pasti Kanaya mengikuti perintah suaminya.
πππ
Di Jakarta Tama sedang tidak enak badan, sejak pagi kepalanya sudah pusing, perutnya yang tiba-tiba terasa mual, ingin memuntahkan makanan yang masuk ke dalam mulutnya.
"Hoeeekkkk....huekkkk."
Tama sedang mengusap sudut bibirnya akibat sisa-sisa muntahan-nya, Tama mulai memijat pelipisnya yang masih saja sangat pusing, di tambah lagi terus saja memuntahkan makanan yang masuk dalam perutnya.
__ADS_1
Tama tidak menggubris suara yang ketok-ketok di ruangannya, yang penting dirinya cepat beranjak dari kamar mandi, dan bisa merebahkan badannya sebentar meskipun rasa kantuknya mulai hilang.
"Pak, Reksa celingak-celinguk mencari sudut ruangan tetapi tidak ada tanda-tanda kehidupan, ruangannya nampak sepi seperti tidak berpenghuni.
Setelah merasa tubuhnya yang sedikit lebih ringan, Tama Mendongakkan kepalanya untuk melihat dirinya yang masih aktif di dalam tempatnya.
Setelah menemukan atasannya, yang sekarang merupakan adik iparnya membuat Reksa membuka pintu kamar mandi, kebetulan dirinya seperti zombie-zombie yang tidak istirahat sama sekali.
."Kenapa? bisa terdampar dalam kamar mandi, Pak Tama?" tanya Reksa memicingkan matanya yang sedikit jengah dengan Tama yang sedikit keras kepala.
"Tidak pa-pa, hanya sedikit pusing, dan perutnya yang merasakan tidak enak badan saja." Jawabnya Tama yang sudah duduk diatas sofa ruang kantornya, sembari tangannya tidak berhenti-henti memijat keningnya, dan juga pelipisnya.
Selesai minum teh hangat, Tama merasa tubuhnya lebih baik. Pusing, dan mual hilang sempurna tergantikan rasa kantuknya yang menderanya tiba-tiba.
πππ
*Apa-apa ... Adiknya Kanaya hamil ya?"
Sesuai tanda-tanda yang di alami suaminya, seperti persis seperti yang di alami wanita h pada umumnya*.
Reksa terus saja bermonolog dengan dirinya sendiri, tidak segan-segan Reksa tersenyum tipis. Membayangkan Adiknya yang hamil, pasti akan lucu, dan membuat kaum hawa pasti akan merasakan yang namanya jatuh cinta.
__ADS_1
πππ
Sepulang sekolah Kanaya mampir ke apotek sebentar untuk membeli alat cek kehamilan, atau alat tespect.
Dengan diantar sopir pribadinya yang khusus Tama kerjakan untuk membantu istrinya, dan sebagai bodyguard untuk istrinya.
"Mbak ada tespeck?" tanya Kanaya sedikit malu-malu. Ini pengalaman pertamanya membeli tespeck, meskipun yang pertama tidak membuat Kanaya takut, atau minder karena masih memakai seragam sekolahnya.
"Ada Mbak, mau meek apa Mb?" tanyanya pada petugas apotik.
"Bungkus saja seperti merk apa saja kak.." Jawabnya Kanaya merogoh dompet yang di bawanya.
Sampai di rumahnya, Kanaya langsung masuk ke dalam kamarnya. Kanaya semakin penasaran dengan dirinya yang begitu semangat dengan sempurna.
Dadanya berdegup sangat kencang, menunggu hasil pemeriksaan membuatnya mondar-mandir di dalam kamar mandi. Kran air di wastafel terus saja menyala, mengalir sangat banyak.
Hitungan ketiga Kanaya semakin berdebar-debar, apapun hasilnya Kanaya akan menerimanya dengan lapang dada, dan berbuat baik kepadanya adalah kebahagiaan terindah.
Krisannya dongπππ
.
__ADS_1
.