Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 107


__ADS_3

Tamu undangan sudah berpamitan hilir mudik, baby twins nampak sangat anteng dengan dunianya, dunia bermain nya setelah acara selesai.


Tinggallah mereka keluarga Inti saja yang berada di tempat acara, berhubung cuaca tidak bersahabat buru-buru mereka memasuki rumahnya.


"Alhamdulillah acara baby twins lancar, tidak kurang suatu apapun." ucap syukur Kanaya tak terhingga, dengan berjalan lancar acara yang digelar di rumahnya.


Setelahnya Nay ikut bergabung dengan keluarga besar, baby twins sedang di ajak bermain Om Reksa. Mereka bertiga nampak seperti ayah dan anak yang rukun, meskipun wajah ketiganya tidak ada kemiripan sama sekali.


"Sayangnya Om Reksa, pipinya mbem ingin sekali Om cubit pipi kalian berdua, boleh ndak nih sayangnya Om." tanya Reksa kepada keduanya, Reksa tidak ada henti-hentinya menebarkan senyum kebahagiaan bisa menjadi Mc di acara Tedhak Siten keponakannya.


"Baby boys twins geleng-geleng kepala, seolah-olah mereka tahu apa yang di maksud ucapan Om Leksa nya."


"Lihat keponakan Om makin pintar saja, tahu apa maksud ucapan Om nya, padahal Om Reksa tidak benar-benar mencubit pipi kalian lho, Om hanya bercanda.."


"O'om aik...." ucap Baby twins dengan bahasa yang bum bisa di pahami, meskipun usia sudah 7 bulan, kemampuan bicaranya belum nampak terlihat.


"Apa sayang Om pengen dengar?" tanya Reksa untuk memancing kedua Baby boys untuk berbicara.


"Oo'oom.." ucap Baby twins dengan pengucapan kalimat yang belum jelas.


Saking gemasnya dengan keponakannya, Reksa menghadiahi kecupan bertubi-tubi di seluruh wajah Dana Dapi.


Mereka bertiga larut dalam euforia kebahagiaan, tidak menyangka keponakannya yang baru saja dilahirkan, hari ini sudah usai 7 bulan banyak makna, harapan, dan doa-doa yang di panjatkan kehadirat Allah SWT.


Berkah yang berlimpah dengan di anugerah kan keturunan yang lucu dan menggemaskan.


**********


Beberapa hari menginap di rumah besannya, Ibu Nay, bapak Nay, dan Rudi adik bungsunya berpamitan ingin menginap di apartemen putranya Reksa.

__ADS_1


"Cup Cup Cup....." Mereka bertiga mengecup pipi cucunya, dan keponakannya bergantian kanan dan kiri.


Bukannya menangis atau apa? Baby boys twins malah tertawa menampilkan rahangnya yang belum tumbuh gigi sama sekali.


Siapa yang tidak akan jatuh cinta pada pandangan pertama? Cucunya bikin ngangenin? bikin rumah ini semakin hidup dengan tingkah lucu khasnya.


"Mau ikut Om?" tanya Rudi.


"Baby boys menjawabnya dengan anggukan kepala yang lucu."


"Memangnya adik twins tahu maksud Om?" tanya Rudi.


"Dua twins menjawab pertanyaan Om nya dengan senyuman, seakan baby twins tahu maksud ucapan Om."


Setelah berpamitan dengan cucu, dan keponakannya. Mereka bertiga beralih berpamitan dengan besannya, Mama Tama, dan Papa Tama.


Selesai mereka bertiga berpamitan, Kanaya mengantar orang tua dan adiknya sampai di pintu depan.


***********


Setelah memandikan Baby twins, Kanaya mengajak keduanya untuk menikmati pemandangan sunset di taman belakang, sembari menunggu suaminya pulang kantor.


"Kita disini dong! nungguin Papa pulang.." Tutur Kanaya.


"Baby twins merespon perkataan Bundanya, dengan tangan dan kaki di angkat keatas, dengan sudut bibir mungilnya membentuk bulan sabit."


"Bunda makin cinta banget sama kamu berdua, dua kesayangan Bunda." Kanaya memberikan kecupan manis untuk putranya, pria kecil belahan jiwanya, menduduki tempat tertinggi bertahta di sanubari.


Mereka bertiga bersenda gurau, seakan yang lainnya ngontrak menyaksikan kebahagiaan tak terhingga untuk cucu keluarga Wiratmaja...

__ADS_1


"Sedang apa cucu-cucunya Oma, makin tampan, pipinya tumpah-tumpah ihhhh bikin Oma pengen gigit!" Tutur Oma dari arah belakang.


Nay yang menoleh ke belakang ikut menyunggingkan senyumnya.


"Lihat sayang Oma Kamu sangat menyayangimu, Opa juga sangat-sangat mencintai kalian berdua." ucap Kanaya membelai lembut pipi gembul putranya


"Tumbuhlah dengan sehat, nak!"


"Cucu Oma sedang nunggu Papa pulang, nunggu Opa juga dong Oma!" jawab Kanaya menjawab pertanyaan Mama Nisa, Oma dari pria kecil di depannya, suara Nay menyerupai seperti menirukan suara anak kecil.


Mereka berempat bersuka cita di taman belakang, nampak sangat bahagia wajah kedua wanita yang berbeda generasi, dan umur. Meskipun perbedaan umur sangat signifikan, kecantikan dua wanita cantik ini seperti adik kakak, bukan lagi Mama mertua dan menantu.


Mereka berempat menikmati keindahan langit sore hari, cuacanya sangat cerah. Secerah hati dua wanita yang sedang menggendong pria kecil yang nampak sangat anteng di gendongan Bunda dan Oma.


**********


Senja di ufuk barat, meninggalkan warna jingga yang indah. Warna yang membuat mata memandang mengganggumi warna jingga, menandakan warna gelap akan datang.


Sekian jam tidak ada tanda-tanda kedatangan suami, dan mertuanya. Mereka berempat memilih masuk ke dalam rumahnya, karena sebentar lagi adzan Maghrib berkumandang di masjid kompleks rumahnya.


Matahari mulai terbenam dari ufuk barat, senja warna jingga bergelayut manja di langit jingga. Mereka hanya bisa menyaksikan senja berubah petang lewat jendela rumahnya, karena kedua wanita sedang mendekap erat pria kecil di gendongannya.


Part-nya gimana menurut kalian?


pasti pada bilang ya, part-nya tidak nyambung atau mungkin punya pendapat sendiri?


Othor minta doa yang seikhlasnya, untuk kesembuhan Kaka othor yang sedang dalam kondisi belum sehat dalam masa pemulihan.


Semoga kita semua terhindar dari penyakit, atau virus-virus jahat yang ada di dunia ini. Aamiin...

__ADS_1


Semangat saling mendoakan, maafkan othor untuk beberapa hari ke depan mungkin othor jarang update, karena othor sedang ada kesibukan yang tidak bisa di tinggal kan.


__ADS_2