Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 172


__ADS_3

Usia si kecil sudah satu bulan, di usia satu bulan si kecil sudah pintar tidak menangis, mulai bisa mengerti situasi. Serta kondisi kedua orang tuanya, terutama sang Papa yang mulai bisa mengerti situasi kebersamaan dengan Bundanya.


"Pintarnya putri kecilnya Papa, udah bisa ngertiin Papa yang tidak bisa jauh-jauh dari Bunda." Ucap Tama dengan wajahnya berbinar bahagia, putrinya mau mengerti kondisi Papa nya.


"Hmm maunya Papa ya dik, berduaan sama Bunda terus." cibir Naya berbisik di telinga suaminya. Mendengar bisikan istrinya membuatnya melotot kan matanya, seperti mau keluar dari tempatnya.


"Ishhhh Bunda kog bilang gitu di dekatnya putri kita, entar kalau tahu kelakuan Papanya image CEO Tampan hancur lebur hahahaha..." tawa nya Tama bila sampai itu terjadi membuatnya bergidik ngeri sendiri.


Seakan si kecil tahu apa yang di bicarakan kedua orang dewasa yang sedang berbicara, si kecil memberikan senyum tipis dengan kaki dan tangan seperti sedang gowes sepeda onthel.


*****


Hari aqiqah si kecil akan di gelar hari esok bertepatan dengan hari minggu, segala persiapan tempat, dekorasi sudah di persiapan pihak WO untuk mensukseskan acara aqiqah putrinya.


Nenek Melati dan Oma Nisa tidak ingin ketinggalan berita, keduanya turut ikut partispasi dalam acara aqiqah cucunya, cucu perempuan satu-satunya.


Warna purple pink menjadi tema di acara aqiqah'an putrinya, sebagai Papa dan suami Tama mengikuti kemauan istrinya, terpenting istrinya suka dan bahagia, karena wanita ingin dimengerti.


Hasil musyawarah untuk mufakat, akhirnya tempat acara di laksanakan di rumah. Rumah bak istana sudah di dekorasi sangat cantik, warna purple pink sudah di hias sedemikian rupa.

__ADS_1


Dekorasi bak pelaminan pengantin cantik dan sangat elegan, Naya sendiri sampai kagum dengan warna ungu yang cantik, di mix dengan warna pink semakin mempercantik tempat dekorasinya.


"Bagus dekorasinya, sangat cantik warnanya, Bunda sangat pintar memilihnya."


Ucap Tama memuji tangan halus istrinya, berkat tangan terampil Naya bisa memix warna purple dan pink menjadi warna sangat elegan dan mahal.


"Pintarnya suamiku memuji istrinya, pasti ada maunya kan, hayuk ngaku aja." sahutnya Naya mencurigai gerak-gerik suaminya sedikit aneh, dan gerak-geriknya juga sangat berbeda seperti ada sesuatu.


"Enggak, Papa tulus memuji Bunda, tidak ada maksud apa-apa kog." sanggah Tama yang kekeh dengan pendiriannya, karena dengan begini Tama bisa menggapai apa yang di maunya.


"Hmm."


Naya memilih keluar dari pembahasan yang akan menguntungkan suaminya, Naya berlalu dari hadapan suaminya karena si kecil sudah bangun, seakan mengerti Bundanya tak ada langsung menangis.


*****


"Accalamualaikum Nda.."


sapa si kembar memasuki kamar Bundanya, di sebelah kamar Bundanya ada kamar dedek kecilnya.

__ADS_1


"Waalaikumsalam sayang, harum sekali, yang mandiin siapa Mas."


Ujar Naya. menghirup aroma wangi minyak bayik.


"Sendili dong Nda, kan mas sudah besal, pintal tetapi di temani mbak Malni di lual hehehe..." Tutur si kembar yang jujur.


"Pintarnya jagoannya Bunda, sudah bisa mandi sendiri, ahhb mas yang tergemas, Bunda Love Love..."


sahutnya Naya memuji my twins, memberikan apresiasi supaya ke depannya lebih berani lagi mandi sendiri.


"Telimakasih Nda, mas uga Love Love ama Nda celamanya." my twins menghadiahi kecupan bertubi-tubi di seluruh wajah Bundanya, tidak ada sedikit pun yang tidak my twins berikan hadiah kecupan.


"Ehemmmm.." suara deheman Tama mengundang dua orang yang tengah berpelukan menoleh ke sumber suara, suara yang selalu membuatnya menghangat, dan nyaman.


"Papa.."


"Hi boys."


Mereka berpelukan bersama mencurahkan rasa yang sama, rasa untuk menumbuhkan kenyamanan, kasih sayang, di sirami dengan pelukan pasti bersemi seperti bunga yang terus bermekaran indah dalam mempererat tali hubungan antara ayah dan anak.

__ADS_1


**Mimin sedih ya, ternyata karya Mimin di hargai tak sampai 5rb, padahal menulis butuh kuato, imajinasi, meluangkan waktu tapi ketika usaha kita tak di hargai rasa sedih, kecewa pasti ada.


Cerita ini tidak Mimin perpanjangan sampai sesion 2, mulai bab besok di persingkat. Ternyata bertahan untuk mendapatkan hasil yang baik, ternyata tak sesuai harapan Miminn**


__ADS_2