Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku
Part 51


__ADS_3

Beberapa hari kemudian


Lebih dua hari ini kondisi tubuhnya Kanaya tidak membaik, padahal sudah minum obat, sudah di kerokin ibunya tetapi sakitnya belum kunjung reda.


Sakit apa Aku ini?


Apakah seserius ini, padahal sudah kerokan, sudah minum obat tapi mualnya makin bertambah?


Berbagai pertanyaan memenuhi pikirannya, tetapi belum juga menemukan jawaban yang pasti sesuai harapannya.


Mondar-mandir di kamarnya sekarang menjadi hobi barunya, Kanaya sedang memikirkan langkah apa yang harus di ambilnya, mengetuk-ngetuk kepala seolah-olah sedang berfikir dengan serius.


Ini sudah hari Jum'at, Sabtu periksa ke dokter mumpung suami pulang, semoga setelah periksa mendapatkan jawaban yang baik atas sakit ku ini.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk bersiap untuk berangkat ke sekolah, Kanaya sudah mandi dulu sebelum menjalankan perintah-Nya, dan sekarang tinggal berganti pakaian.


🍭🍭🍭

__ADS_1


Kanaya sudah tiba di gerbang sekolahnya dengan diantar sopir pribadinya, pagi ini Kanaya belum masuk makanan ke dalam perutnya, Kanaya takut sarapan karena Kanaya takut muntah seperti kemarin-kemarin.


Setibanya di sekolah, Kanaya langsung masuk ke dalam kelasnya setelah sopirnya meninggalkan dirinya di gerbang sekolahnya.


Berjalan pelan menuju kelasnya, tidak ada seorangpun yang tahu bahwa Kanaya sudah menikah, lebih tepatnya Kanaya menutupi kabar bahagianya demi sekolah supaya tidak di keluarkan dengan pernikahan di usia masih sekolah, atau bisa di sebut dengan pernikahan dini.


Sampai di kelasnya ada beberapa siswa-siswi yang sudah datang, tetapi banyak yang belum hadir karena duo sahabatnya belum berada di sekitarnya. Biasanya mereka akan datang ke kelasnya Kanaya dulu, baru kembali ke kelasnya masing-masing.


🍭🍭🍭


Ditunggu sampai makan siang, istri kecilnya tidak memberikan kabar sama sekali. Tetapi Tama tidak mau berfikir yang tidak-tidak, Tama lebih baik berfikir positif.


Deg


Perasaannya sedikit tidak tenang, tiba-tiba pikirannya tertuju dengan Kanaya. Ada perasaan cemasnya, ada rasa cemburu, Ada rasa yang tidak rela bila harus berpisah untuk menjalani hubungan LDR.


Tama sudah menghubungi ponsel istrinya, tetapi tidak ada jawaban, tidak ada timpal balik dari istrinya. Tama harap-harap cemas mengkhawatirkan kondisi sang istri, satu hari sebelum Tama kembali ke Jakarta. Kanaya sedikit kurang sehat, nafsu makan menurun meskipun tidak dratis tetapi membuatnya seakan-akan tidak rela meninggalkan jauh dari sang istri.

__ADS_1


🍭🍭🍭


Di ruang kelas berulang-ulang Kanaya memijat pelipisnya, tidak biasanya Kanaya sedikit pening padahal tadi sudah makan di kantin, meskipun porsinya sedikit Kanaya berusaha menelan makanannya.


"Nay, kamu kenapa?" tanya Fifa. duduknya dekat dengan meja belajarnya.


"Ndak pa-pa, cuma sedikit pusing." Jawabnya Kanaya berusaha untuk kuat, dan sehat di depan teman-temannya.


Setelah menunggu sekian menit tidak ada berubah, Kanaya memberanikan dirinya untuk meminta ijin untuk beristirahat di UKS sekolahnya.


Mendapatkan ijin dari guru kelasnya, Kanaya diantar dua teman untuk ke UKS. Nyeri yang hebat membuat Kanaya tidak kuat untuk mendengarkan penjelasan dari gurunya, meskipun sudah berusaha di tahannya tetapi Kanaya menyerah, dan memilih beristirahat di UKS daripada terjadi yang tidak diinginkan.


Kini Kanaya sedang di UKS sendirian, dua temannya sudah kembali ke kelas. Kanaya sudah tertidur pulas, mengabaikan ponselnya yang entah kemana yang terpenting kondisi tubuhnya baru memikirkan suaminya ehhh suami.


Sedikit dulu, nanti kalau urusannya sudah longgar autthor akan Up lebih panjang seperti Dulu.


Jangan lupa tinggalkan jejak yang ikhlas, dukung terus cerita autthor ya, dukungan kalian semua membuat autthor bahagiaπŸ˜πŸ˜πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

__ADS_1


__ADS_2