
Masih flasblack ya Sebelum Tama di bawa ke rumah sakit, masih di tempat TKP ( Tempat Kejadian Perkara)
Tama sudah tidak sadarkan diri di jalan, sirine mobil polisi, dan mobil ambulance menggema jalanan ibu Kota Jawa Timur.
Ratusan polisi yang berseragam lengkap turun dari mobilnya, mereka akan membubarkan aksi pendemo yang anarkis, ada beberapa juga pendemo yang berhasil di tangkap karena membawa senjata tajam.
"Lapor komandan, ada satu korban tergeletak di jalanan!" Ucap anggota polisi kepada komandan mereka.
"Cepat bawa ke rumah sakit segera!" Tutur tegas sang komandan.
"Siap laksanakan!" sahutnya anggota polisi memberikan sikap hormatnya.
Dengan bantuan petugas kesehatan, Tama di bawa ke rumah sakit yang tidak jauh dari tempat kejadian perkara.
🏓🏓🏓
Di ranjang pasien, Tama menyenderkan tubuhnya di tempat duduknya dengan posisi semiflower (setengah duduk).
Tama memejamkan kedua matanya berusaha untuk mengingat-ngingat sebelum dibawa ke rumah sakit, tetapi nihil semakin di ingat-ingat semakin membuat kepalanya sakit, dan pusing tidak berkesudahan.
"Akkkhhh!" teriaknya Tama sembari memegang kepalanya.
__ADS_1
Mendengar suara teriakan dari bangsal sebelah, seorang perawat berlari untuk melihat keadaan pasien korban dari pendemo anarkis di jantung Kota Surabaya.
"Bapak kenapa?" tanya sang perawat yang begitu khawatir dengan kondisi pasien yang menahan kesakitan.
"Sakit sus, tolong saya!" jawabnya dengan kedua tangannya memegang kepalanya, mulutnya yang meringis membuatnya ingin membenturkan kepalanya supaya rasa sakitnya bisa mereda.
"Sebentar pak saya panggilkan dokter dulu." Tutur sang perawat. Lubuk hatinya tidak tega melihat pasiennya kesakitan seperti sekarang ini, tapi bisa apa hanya memberikan dukungan, dan semangat berharap sakitnya sedikit meredakan.
Tidak butuh waktu lama pintu ruangannya terbuka, menampilkan seorang Dokter datang dengan dua orang perawat yang berjalan di belakangnya.
Setelah memeriksa kondisi pasien yang kebetulan sedang tidak baik-baik saja, sang dokter memberikan instruksi untuk memberikan obat penenang lewat injeksi Intravena( IV).
Setelah mengatur posisi tempat tidur pasien, dan mulai menyelimutinya.
Kasihan, pasti keluarganya sedang mencarinya.
Di lihat dari penampilan di temukan, pasien kelihatannya orang terpandang dengan balutan tuxedo mahalnya.
Perawat sudah kembali menutup pintu kamar pasien, berulang-ulang sang perawat membolak-balik rekam medis, dan data pasien tetapi nihil, tidak ada petunjuk sama sekali yang membuatnya mendesah beberapa kali untuk membuang nafasnya.
🏓🏓🏓
__ADS_1
Satu minggu, dua minggu sudah terlewati tetapi belum ada perkembangan yang signifikan. Tama masih menghuni kamar rumah sakit, Tama menjadi pasien tetap rumah sakit tersebut.
Beberapa terapi sudah di lakukan, pengobatan juga sudah di lakukan. Lagi-lagi belum menemukan titik terang, tidak ada data pasien yang bisa di jadikan petunjuk untuk menghubungi keluarganya.
Pihak rumah sakit juga bekerja sama dengan kepolisian, tetapi selama penyelidikan belum ada titik terang.
Di kamarnya Tama berusaha mengingat kembali kejadian masa lalunya, hanya gelengan kepala menandakan ingatannya melemah susah untuk mengingat kejadian sebelum tidur di tempat kesakitan seperti ini.
Di ruang perawat
Beberapa perawat tengah berbisik-bisik, banyak petugas kesehatan yang ingin mendekatinya, tetapi nihil sang pasien pun menolak dengan alasan tidak tertarik dengannya.
Meskipun ada raut kekecewaan para petugas medis, tetapi semuanya bertekad akan merawat pasien sampai sembuh, sampai bisa bertemu dengan keluarganya kembali.
Itulah janji dan tekad petugas untuk bisa menyembuhkan pasien, membawanya pada keluarganya yang mungkin sedang mencarinya..
"Maaf sedikit yang penting bisa update
Selamat menunaikan ibadah puasa
Puasa hari ke_20."
__ADS_1