Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Kevin pratama


__ADS_3

Kevin pratama



Anak dari Pak Bram Pratama pemilik Rumah Sakit HEALTH ME dan tante Mira yang sukses dibidang kuliner, ia merupakan CEO muda berusia 28 tahun, ia di angkat menjadi CEO ketika berusia 26 tahun dikala itu ia baru saja menyelesaikan studi S2 nya di Los angelas, dan sudah bergelar Dr spesialis jantung.


Dia tak hanya memiliki paras yang rupawan berupa mata sipit, hidung mancung, tinggi, dan kulitnya yang putih bersih. tetapi dia juga menjadi mahasiswa number one di univesitasnya tersebut.


Namun satu hal yang menjadikannya terkenal dikalangan para perawat, bukanlah karena karismanya tetapi dia memiliki sikap sedingin es, namun itu bukanlah sebuah alasan bagi para wanita yang berlomba-lomba untuk membuat gunung es tersebut segera mencair.


Mataku tak bisa berhenti untuk tetap menatapnya, dia tersenyum kepada ayahku , ku pikir dia cukup ramah, tetapi seketika senyumnya sirna dikala dia menoleh kepadaku, aku hanya bisa bingung dibuatnya.


"Ehhh apakah tadi penglihatanku bermasalah?, bukannya tadi dia masih tersenyum kepada ayah?, kenapa tiba-tiba dia mengubah ekspresinya ketika melihatku?" gumamku.


"Ehhh anak ayah sudah datang ya?, sini duduk sayang!" ucap ayah melambaikan tangannya kepadaku, lalu aku menurut saja, aku duduk di antara ayah dan mama, dan yang duduk tepat dihadapanku adalah DIA, tanpa kusadari ternyata dia sudah dari tadi menatapku hingga aku merasa sangat gugup dibuatnya.

__ADS_1


"Wahhh Salsa hari ini cantik banget ya" puji tante Mira, membuatku tersenyum masam.


"Ohh iya ini anak tante namanya Kevin" ujar tante dengan melirik kearah Kevin memberi kode agar dia segera mengangkat tangannya agar kami berkenalan.


"(Menyadari), Ohh hy aku Kevin! "sapanya dengan sedikit lembut.


Aku meraih tangannya untuk berjabat tangan, kedua bola mataku bertemu dengan kedua bola matanya


"Aa-aku Salsa Olivia" aku gugup berhadapan dengannya.


"Ahhh tapi kenapa aku harus memikirkannya?" gumamku lagi.


Beberapa menit kami bertatapan, namun dia langsung mengalihkan pandangannya, entahlah karena apa akupun tak tau.


"Sal, kamu pasti sudah tau kan maksud kedatangan tante?"

__ADS_1


"Salsa udah tau tante tapi kan kalau misal, langsung nikah sepertinya Salsa menolak karena berhubung status Salsa masih sekolah, dan juga Salsa ngak tau ngurus suami!! " jawabku jujur


"Hhhhh kamu ngak langsung nikah Sal, tapi tunangan dulu!" ujar tante Mira, kulirik Kevin diam saja mendengarnya.


"Ada apa dengan orang ini?, kenapa dia memasang muka datar di saat orang tuanya membahas tentang pernikahan dia?, apa jangan-jangan dia jomblo ngenes ya, jadi kebelet nikah gitu? "batinku terus meliriknya.


"Tapi Tante..... "


Awalnya aku ingin sekali menolak anjuran dari tante Mira tapi seketika Mama mencolek pinggulku membuatku sedikit meringis


"Ii-iya tante, Salsa setuju!! "


Aku dengan terpaksa menerimanya.


"Oke karna nak Salsa sudah setuju, acara pertunangannya 2 minggu kedepan saja, berhubung Salsa kan besok 1 minggu lagi udah ujian, gimana?" usul Om Bram membuatku sedikit panik.

__ADS_1


"Kenapa acaranya tambah di percepat?, oh tuhannn masalah apa lagi ini, kenapa hidupku rumit sekali?, apakah secepat ini aku sudah harus mempunyai seseorang yang mengikatku dengan sebuah cincin diusia muda? Tapi aku belum sepenuhnya siap! " batinku


__ADS_2