
Pada saat yang sama, aku hanya diam membisu didalam mobil Kevin, baru kali ini aku tidak banyak bicara, mungkin karena aku masih merasa sedih dengan semua ini.
Aku membuka kaca mobil, angin yang masuk membuatku merasa hampa karena nantinya tak sering bertemu mama dan tak mendengar celotehnya lagi.
Aku mendengus seraya menatap semua yang terlewat oleh mataku, perlahan aku mulai menutup mata mencoba untuk menikmati angin yang menerpa wajahku.
"Turunkan kacanya!" perintah Kevin yang melirikku dari sudut matanya.
Aku memang mendengar ucapannya itu akan tetapi aku mengabaikannya agar dia tau bagaimana rasanya diabaikan. Aku hanya menyandarkan daguku tepat diatas kaca mobil yang diturunkan, dan Kepalaku sedikit kukeluarkan.
"Jangan ganggu gue! Lo tau nggak sih gue tuh sekarang lagi galau baget!" ucapku malas.
Tiba-tiba Kaca mobil itu seketika naik dengan cepat sebelum aku memasukkan kepalaku, hingga aku hampir saja terpisah dari kepalaku karena terjepit dengan kaca mobilnya.
"Ahk... Kevin!!! Lo punya dendam sama gue? Ini udah berapa kali lo coba bunuh gue hah!" teriakku kepada dia yang sedang fokus menyetir dengan muka datarnya.
Bug bug bug
"Lo budek ya! Tau nggak sih Lo tuh ngeselin banget jadi orang, dasar es balok!" gerutuku kesal dengan terus memukul lengannnya mencoba untuk membuat dia merespon ucapanku.
Plakk
"Diamlah jangan sampai aku berbuat seperti dulu padamu!" balasnya terdengar dingin setelah menepis tanganku.
Mendengar itu dengan cepat aku kembali duduk dengan tenang namun seketika aku teringat dengan tujuan kami sekarang karena kami sudah sangat jauh dari rumah dan aku tidak tau sama sekali akan kemana.
"Vin! Emangnya kita mau Kemana?" tanyaku.
Kevin kembali tak menjawab pertanyaan yang kuajukan padanya, Aku merasa menyesal karena sudah bertanya padanya.
Aku menghentakkan kaki sembari duduk siap dengan tenang.
Tiga puluh menit kemudian, mobil Kevin masuk kesebuah rumah mewah dengan konsep mediterania berlantai dua, aku yang awalnya sangat bosan seketika merasa pandanganku menjadi cemerlang dengan indahnya rumah tersebut.
"Kevin! Kita ada dimana sih? ini rumah siapa? Sumpah mewah banget kayak istana! Tapi....tunggu dulu, apa jangan-jangan elo mau jual gue ya? Jahat banget sih lo mentang-mentang gue udah nggak punya uang terus lo mau lakuin hal itu sama gue?" celotehku lagi.
Ssstttth
Seketika jari telunjuk Kevin mendarat dibibirku dan berhasil menghentikan mulutku untuk bicara lagi.
"Apa tenggorokanmu tidak kering karena bicara terus? Otakmu mungkin perlu dicuci juga agar bisa bersih dari fikiran-fikiran aneh!" serkah Kevin.
Setelah memarkir mobilnya dia turun lalu melangkah masuk tanpa mengajakku.
Aku mulai merasa kasihan pada diriku sendiri, diabaikan sama suami dan ditinggal di tempat yang sama sekali tidak ku ketahui.
Ceklek
Aku terkesiap setelah pintu mobil disampingku terbuka, dan ternyata Kevin yang datang, entah mengapa aku tersenyum karena Kedatangannya.
__ADS_1
Ku langkahkan kakiku turun dari mobil, lalu menatapnya, "Ngapain lo kembali lagi?" ucapku mencoba untuk menyembunyikan rasa bahagia yang saat ini kurasakan.
"Sudah, jangan sok keras kepala, ayo masuk!" ajaknya dengan suara yang sedikit lembut.
"Ohh iya, koper gue gimana? Tolong bawain dong!" pintaku penuh harap.
Kevin bukannya memenuhi perintahku akan tetapi dia hanya melangkah dengan penuh percaya diri meninggalkanku.
"Bawa Sendiri! Kau kira aku pembantumu!"
"Kevin! Lo itu laki-laki apa bukan sih? Nggak peka banget jadi orang!"
Kevin hanya memandangiku seraya bersandar didepan pintu,sedangkan aku dengan susah payah mengeluarkan koperku yang ada dibagasi mobilnya.
"Dasar muka datar, tega-teganya dia biarin wanita secantik dan serapuh gue disiksa kayak gini, awas aja ya lo nanti!"
gumamku sambil mengeluarkan koper itu satu persatu.
"Keluarin semua! Jangan sampai ada yang tertinggal!" teriak Kevin dengan gayanya yang menyilangkan tangan membuatku ingin sekali melemparinya sebuah batu besar.
"Iya... ihh gue tau keles.... " kesalku dengan membanting pintu bagasinya dengan sangat keras setelah koper terakhir yang kukeluarkan.
Aku melangkah kearahnya dengan rasa lelah menyelimuti diriku, mataku melotot memandangi muka datarnya, aku sangat kesal dengan Kevin sekarang! Namun apa boleh buat aku tidak mungkin juga untuk memaksa orang yang sudah mengatakan tidak terlebih dahulu.
"Udah... Terus mau lo apa?" tanyaku heran sambil berdiri disampingnya.
"Ayo masuk!" ajaknya
"Masuk? Emang ini rumah siapa? Nanti kita dikirain pencuri loh, main nyosor masuk rumah orang!"
Kevin langsung membuka pintunya tanpa mendengarkanku. Dia dengan percaya diri melangkah masuk, sedangkan aku juga perlahan mengikutinya dari belakang.
Wah....
Mataku tak hentinya merasa kagum dengan rumah ini, sungguh sangat mewah!
"Kevin! Ini rumah siapa? Ngapain kita masuk kesini?" tanyaku lagi pada dia yang terus melangkah dan langsung duduk disofa yang ada diruangan tamu tersebut.
"Surprise..... "
Teriak seorang perempuan yang tiba-tiba muncul dari balik pintu yang sontak membuatku sangat terkejut hingga tubuhku seakan melompat.
Aku menoleh kearah suara itu dan ternyata adalah mamanya Kevin. Mamanya langsung berlari kearahku dan menarik tubuhku dalam dekapannya.
"Mama! Kok mama ada disini? Ohh apa jangan-jangan ini rumah kalian ya?" tanyaku lagi dengan sangat bingung.
"Selamat datang menantu kesayangan mama! Semoga kamu betah ya tinggal disini!" ucap mamanya Kevin
"Tunggu dulu mah, mama harus jawab pertanyaan aku dulu dong! Sebenarnya ini rumah siapa?
__ADS_1
"Rumah kalian!" balas mamanya Kevin dengan singkat.
"Hah???"
Aku tercengang, karena tak tau apa maksud dari kata "rumah kami", kata itu tak bisa di cerna sama sekali oleh otakku.
"Tu-tunggu maksudnya mama apasih, maaf Salsa belum ngerti sama sekali!"
"Aduh... Menantu mama yang cantik ini belum ngerti toh! Rumah ini adalah hadiah pernikahan kalian dari mama, sama mama kamu jadi rumah ini adalah milik kalian!" ungkap mamanya kevin.
Aku masih merasa tidak percaya akan semua ini, semua yang terjadi secara tiba-tiba membuat kepalaku terasa pusing, dan yang paling tak ku sangka ternyata mama memang benar bukan bermaksud mengusirku tapi dia sudah merencanakan semua ini sama mamanya Kevin.
"Mah... Aku kekamar dulu ya! Mau mandi!" ucap Kevin.
"Iya sayang! Kamu mandi aja dulu, Ohh iya kamar kalian ada dilantai dua yah!" tutur mamanya Kevin dengan berteriak.
Aku memegang pelipisku yang terasa berdenyut sakit, dengan perlahan aku memijatnya akan tetapi sakitnya tidak berkurang sedikitpun.
"Ehk Salsa... Kamu kenapa?" tanya mamanya Kevin yang menyadari ada yang salah dariku.
Dia seketika menyuruhku untuk duduk disofa, lalu membantu memijat kepalaku.
"Sal... Aku ambilin air minum ya! Mungkin ini karena kamu kecapekan!" lirih mamanya Kevin yang terdengar panik, dan langsung ku anggukkan.
Dan dengan cepat mamanya Kevin berlari kearah dapur, sesaat kemudian dia datang dengan segelas air, aku mengambil dan meminum air itu.
Perasaan lega dan segar membuatku merasakan sedikit kedamaian jiwa dan ragaku.
"Gimana? Udah merasa baikan?"
"Iya, makasih mah!"
"Hn.. Ohh iya kok tadi kalian lama sih datangnya, padahal mama disini udah nungguin kalian lama banget! Ada apasih?"
"Ehh... Anu mah... Itu... Tadi ada sedikit urusan jadi lama heheh!" jawabku cengingisan.
"Ohh... Gitu yah.... "
"Mmk mah, Koper Salsa masih ada diluar, terus Salsa nggak bisa angkat masuk kesini jadi Salsa harus gimana dong!"
"Lah... Kan ada Kevin, dia kan kuat pasti dia bisalah bawain koper kamu, jadi kamu tenang aja mama bakal suruh dia!, Ohh iya...hampir lupa mama harus pulang yah! Soalnya ini udah malam!" ujar mamanya Kevin setalah melirik kearah jam tangannya.
"Jadi mama nggak nginap disini?"
"Ya enggak lah Sal... Masa mama mau ganggu malam pertama kalian sih heheh kan nggak mungkin!" jawab mama membuatku kembali heran.
"Ta-tapi mah, Salsa mohon untuk kali ini aja mama nginap disini aja ya!" mataku berbinar untuk sekedar menantikan kata "iya" keluar dari mulut mamanya Kevin.
"Enggak Sal... Mama nggak mau ahh ganggu malam pertama kalian, ini kan malam yang harus romantis khusus hanya untuk kalian para pengantin baru! Jadi mama pamit ya, bye!"
Mamanya Kevin ternyata lebih memilih pergi, dan kini hanya tinggal aku dan Kevin dirumah besar ini.
__ADS_1
.
.