Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Hotel.


__ADS_3

HAPPY READING YA...


jangan lupa tinggalkan jejak kalian


dan jika berkenan silhkan berikan dukungan dengan vote (seikhlasnya saja) karena dengan begitu maka akan membuat author tambah semangat lagi πŸ˜‰πŸ˜


Tok tok tok


Pagi harinya, Mama kembali mengetuk pintu, suara itu sudah terdengar selama hampir sejam, akan tetapi aku sengaja tak membukanya.


Ini masih pagi buta, matahari belum menampakkan sinar terangnya sama sekali, dan aku tau mama melakukannya untuk membangunkanku, karena sebentar lagi aku akan menikah dan pergi menuju hotel yang menjadi tempat resepsi pernikahanku itu.


"Salsa buka pintunya..., mama tau kamu sudah bangun! Kalau kamu nggak bangun mama rusak pintu ini!" teriak mama dengan terus menggedor-gedor pintu.


Perlahan aku merasa muak dengan suara ketukan itu, aku mulai berdiri, meskipun rasa ngantuk masih menjalar disekujur tubuhku.


Ceklekkk


Aku membuka pintu dengan malas, lalu menatap kearah mama dengan mata bengkakku.


Ahhkkk


"Sa... Salsa, mata kamu bengkak lagi? Jangan-jangan karena semalam kamu nangis terus ya? kamu ini, udah tau mau nikah sebentar bukannya malah perawatan diri, Tapi malah ckck" celoteh mama seraya menyilangkan tangannya.


"Udah! Salsa malas bicara, kalau mama mau pergi ya silahkan, Salsa nggak mau kesana, lagian kan mama yang banyak maunya yaudah mama aja yang nikah sama Kevin! " ketusku.


"Salsa sini!, kamu jangan sembarangan bicara mulutmu itu nggak bisa sedikit saja mengeluarkan kata-kata lembut sama mamamu ini?" lirih mama dengan menarik lenganku.


"Ya udahh, Salsa nurut, tapi Salsa mandi dulu!" pintaku yang kemudian melangkah kembali kekamar, namun seketika mama kembali menarik lenganku.


"Ehk, kamu mandinya dihotel aja, siapa suruh telat bangun!"


Mama terus menarik lenganku hingga kemobil sebelum aku mengeluarkan kata-kata. Aku memang tak bisa berkutik karena mungkin mama juga sudah capek membentakku, begitu pula denganku yang malas berbicara panjang lebar dengannya.


Brummm


Mobil akhirnya dinyalakan, mata sembabku kini hanya bisa berkedip sayu, seraya menatap kedepan jalan dari kaca mobil yang masihlah gelap gulita.


"Pokoknya sampai dihotel, kamu harus bergerak cepat, ayah kamu nanti menyusul, dan mamanya Kevin sudah menunggu kita sejak tadi! Heh kamu nihh nyusahin mama aja! " gerutu mama dengan memalingkan wajah.


Aku yang mendengarnya juga seperti itu, celoteh mama hanya bisa ku anggap nyanyian merdu disubuh hari, karena aku tak mau merasa tertekan oleh masalah tersebut.


"Jangan sering marahin non Salsa, nyonya!" pinta pak supir rumah kami yang sejak tadi mendengarkan kemarahan mama.


"Kamu diam aja! Fokus aja tuh kedepan!" gertak mama yang membuat pak supir kembali terdiam.


"Mah, apa kita nggak terlalu cepat kesana? Ini kan masih gelap?"


"Aduh, Salsa... Kan mama tadi sudah bilang mamanya Kevin udah nunggu kita dari tadi, berarti apa? Kita telat kan? Lagian kamu tuhh didandannya butuh waktu berjam-jam, biar riasannya tampak cantik! " jawab mama.

__ADS_1


Mendengar itu, aku merasa menyesal karena bertanya padanya, bagaimana tidak pertanyaanku sangat singkat namun mendapat jawaban yang sedikit membuat kepala berdenyut.


Beberapa menit kemudian akhirnya kami sampai, tapi aku masih tidak mau beranjak dari dudukku, mama awalnya sudah turun didepan hotel, namun tiba-tiba dia kembali menarik tanganku dengan keras.



"Ayo cepat turun Sal...! Kita udah telat ini!"


Perlahan aku mulai turun, berjalan masuk kearah lobi hotel, pandanganku sesekali menatap nama hotel tersebut, akan tetapi itu hanya sekilas karena mama terus menarikku.


***


Didalam ruangan mama seketika mendorongku dengan paksa masuk ke kamar mandi Hotel.


"Mama beri waktu 10 menit buat mandi ya Sal..., kamu harus cepat!". Lirih mama dari luar kamar mandi.


"Iya mah, mandi itu juga proses nggak bisa di ganggu gugat heh!" jawabku kesal.


Aku kini mandi, derasnya air shower membuatku merasa lebih segar sekarang, mata yang tadinya sembab dan senantiasa menyuruhku tertidur, sekarang menjadi lebih cerah.


Tok tok tok


"Salsa ini sudah sepuluh menit!, kamu keluar sekarang!" ujar mama yang kembali mengetuk pintunya.


"Bentar mah, ini masih nanggung, belum keramas mama! "


"Bentar mah, ini lagi sikat gigi!" lanjutku lagi.


"Salsa... Kamu lagi ngerjain mama ya? Keluar sekarang!" gertak mama seraya menggedor pintu.


"Bentar mah, ini lagi anu... Itu...! "balasku yang tak tau harus beralasan apalagi.


"Salsa keluar dong! Nanti kita telat keacaranya!" ucap tante Mira, yang seketika memanggilku.


"Ehk iya Tant! Bentar ini dikit lagi selesai!"


Ceklekk


Aku keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk, kulihat pandangan mata mama begitu tajam menatapku, sedangkan tante Mira hanya tersenyum lalu kubalas dengan senyum juga.


"Tante kapan datangnya?"


"Tante udah dari tadi datang, tapi siap-siapnya dikamar sebelah" jawab tante Mira.


"Salsa... Kamu ini bikin mama jengkel aja sih! Udah cepet kamu siap-siap, kamu cuman bisanya bikin mama marah biar bisa lihat mama cepet mati ya?" gerutu mama.


"Iya mah, Oke Salsa bakal cepet kok!"


"Salsa... Kamu memang harus cepat sayang! Acaranya dimulai jam 09:00 terus kalau resepsinya akan di adakan diaula utama hotel ini, kamu tenang aja, hotel ini punya tante jadi hari ini semua kamar hotel udah kosong, nggak ada orang lagi, dan ini semua tante lakukan khusus buat resepsi kamu sama Kevin, sayang!" tutur tante Mira membuatku tercengang.

__ADS_1


"What? Jadi hotel megah ini punya tante? Wow, calon mertua gue ternyata emang is the best lahh! " ucapku dalam hati.


Aku menganggukkan ucapan tante, lalu kemudian bersiap untuk dirias, berhubung periasnya sudah ada mataku mengerjap, tatkala perias tersebut membuka kotak alat riasnya yang sangat besar.


"Oh My God, jadi gini ya mau jadi pengantin Make Upnya emang sebanyak itu?" batinku.


"Silahkan duduk mbak!" ajak perias tersebut.


Aku terduduk, memandangi diriku yang polos dan cantik ini dari cermin dihadapanku.


Seketika wajahku mulai ditaburi dengan bedak, membuatku batuk karena taburannya yang mengelilingi muka dan mataku.


"Kak, Make Upnya yang tipis aja ya! kalau ketebalan, nanti dikirain ondel-ondel lagi!" cetusku yang membuat perias tersebut tersenyum.


"Kamu diam aja Sal... Nanti Make Upnya nggak merata karena kamu banyak gerak!" ujar mama yang menyaksikan diriku sedang di Make Over.


"Iya Sal... Nanti hasilnya bakal mengecewakan lohh.... " lanjut tante Mira yang berdiri disamping mama.


Aku hanya bisa diam sekarang, percuma mengucapkan satu kata kalau balasannya adalah seribu kalimat yang hanya bisa membuatku merasa kesal saja.


Perlahan aku menutup mata, menikmati setiap sentuhan yang diberikan perias tersebut diwajahku, akan tetapi karena sentuhannya itu kini aku mulai merasa sangat mengantuk hingga pada akhirnya aku tertidur dengan posisi kepala masih tegak meskipun raga sudah berada dialam mimpi.


Beberapa jam kemudian riasan wajah selesai, namun aku masih menutup mata, sehingga mama menyadarinya.


Mama mendekat lalu mengibas-ngibaskan tangannya tepat didepan wajahku.


"Salsa.... Kamu tidur? " teriak mama bagai petir disiang bolong membuatku seketika tersadar.


"Mama apa-apaan Sih... Ganggu orang tidur aja!" pekikku


"Ohh... Jadi kamu beneran tidur tadi? Kamu enak-enakan ya tidur doang nggak tau mama udah capek nyiapin ini, itu segala macam, buat siapa? Buat kamu, tapi kamu malah santai-santai! " ketus mama.


"Iya-iya Maaf, ya udah Salsa udah selesai Make Up kan? Terus apa lagi? " tanyaku dengan malas.


Mama beranjak dari depanku, lalu mengambil gaun seraya berkata :" Cepetan pake ini! "


Dengan terpaksa aku memakainya dibantu oleh mama, kulihat tante Mira sudah tidak ada mungkin sudah pergi sejak tadi.


Setelah terpakai aku kembali menatap diriku dibalik cermin yang kini berbalut gaun pengantin.


.


.


.


Next... jangan lupa tambahkan cerita ini difavorit kalian ya ..............β€πŸ‘‡


terimakasih BanyakπŸ˜πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2