Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Sumpah!


__ADS_3

Maaf ya telat UP


HAPPY READING 🤗


Tanpa fikir panjang aku menyusul Kevin ke kamar tempat Clara di rawat, langkah kaki semakin ku percepat agar bisa menemuinya.


Awalnya aku tersesat di lorong rumah sakit, mungkin karena sudah agak pusing dengan semua yang terjadi hari ini.


Tiba di depan kamar 109, ada dua sosok pria berbadan tinggi terlihat gelisah dia Kevin dan juga kak Syam, dengan ragu aku menghampiri keduanya.


Namun kemudian ketika aku semakin mendekat, salah satu pria yaitu kak Syam yang berdiri tadi kini berlari kearahku.


Plak...


Seketika tamparan keras mendarat di pipiku, aku sangat-sangat terkejut kak Syam yang biasanya terlihat sangat baik ternyata menamparku.


"Kenapa? Kenapa kamu mau membunuh Clara?" ucap Kak Syam menuduhku sambil menjerit.


Aku masih melongo, seraya memegang pipi bekas tamparannya, "Kak Syam! Aku tidak melakukannya! Aku tidak berbuat apa-apa, kenapa semua orang malah menuduhku? " serkahku membela diri.


"Kau fikir aku akan percaya? Ternyata aku salah menilaimu Sal... Aku kira kamu adalah orang baik tapi ternyata kamu malah melakukan perbuatan yang sangat kejam, dan kau bahkan melukai kakak sepupu iparmu sendiri! Apa kamu seorang manusia? " Cibir kak Syam.


"Kak! Istri kakak sendiri yang menusuk perutnya, dia yang membawa pisau di bekal yang ia bawa, kenapa kakak tidak bisa mempercayaiku?" sekaku melirih.


Seketika kak Syam ingin melayangkan tangannya ke wajahku lagi tapi Kevin datang dan mencegah tangannya mendarat di pipiku.


"Hentikan!!!" raung Kevin.

__ADS_1


"Jangan hentikan aku Vin! Aku akan memberi dia pelajaran karena melukai istriku!" tegas Kak Syam.


"Aku bilang hentikan!!!" jeritnya lagi.


"Vin! Aku tau dia istrimu! Tapi perbuatannya sangat keterlaluan bahkan sampai ingin menghilangkan nyawa orang! Apa kamu masih mau membelanya? Kamu lihat Clara sekarang dia belum sadar, bahkan aku tidak tau apakah dia akan baik-baik saja kedepannya? Jadi aku tidak akan diam saja menyaksikan istriku tersakiti seperti ini!" tutur Kak Syam dengan penuh emosi setelah menepis tangan Kevin.


"Dia Istriku, dan hanya aku yang boleh menyakitinya! Jadi otomatis aku akan membelanya, dan ingat jangan sampai masalah ini ada orang luar yang tau jika itu terjadi aku akan benar-benar membunuh Clara dengan tanganku sendiri, biarlah masalah ini di selesaikan dengan kekeluargaan karena jangan sampai orang yang tidak bersalah yang mendapat hukuman sedangkan yang bersalah malah tersenyum penuh Kemenangan" Ancam Kevin sekaligus membelaku.


"Apa kamu mempercayainya? Kevin! Bukankah di ruanganmu itu hanya ada Salsa dan Clara jadi masa iya Clara bertindak bodoh menusuk dirinya sendiri padahal tau itu bisa membahayakan nyawanya? Lantas apakah kamu masih percaya penjelasan konyol dan tidak masuk akal dari istrimu?" Tanya kak Syam.


Kevin malah terdiam sambil menunduk, dia terlihat sedang berfikir keras seolah ia ragu untuk mengeluarkan seuntai kata.


"Aku tidak melakukannya kak! Vin... Tolong percaya sama aku! Aku tidak bersalah.... " pintaku memohon menatap Kak syam lalu Kevin secara bergantian dengan linangan air mata yang mulai mengalir.


"Tampaknya suamimu sendiri tidak percaya! Lalu aku harus bagaimana? Bukankah berarti kamu yang benar-benar bersalah dalam hal ini?" selidik kak Syam.


Aku tercengang sangat tidak menyangka seseorang yang dulu ku anggap baik dan ramah ternyata bermulut pedas juga.


Bahkan mulutnya hampir sama dengan Clara, dan Kini harapanku hancur ternyata Kevin sudah tak lagi berkutik membelaku.


Kak Syam melangkah pergi menuju tempat ia berdiri tadi tepat di depan kamar tersebut, ahk tidak sepertinya ia hanya berdiri sekejap di tempat itu, ia kemudian masuk ke dalam kamar Clara.


Kini hanya ada Kevin yang tertunduk diam di depanku, sesekali ia menghela nafas panjang, namun ketika helaan nafas itu berakhir, seketika Kevin menatapku dengan tajam.


"Kenapa kamu kembali lagi ke sini?" tanyanya terdengar dingin.


"Bagiamana keadaan Clara?" timbalku balik tanya.

__ADS_1


"Aku bertanya sama kamu! Kenapa kamu kesini? Bukankah aku menyuruhmu pulang!" gertak Kevin membuat tubuhku terlonjak kaget.


"Kenapa vin! Kenapa? Kenapa kamu tidak percaya sama aku! Kamu sendiri yang bilang tadi ke kak Syam bahwa aku ini istrimu lalu kenapa kamu tidak mau mempercayaiku, bukankah sebagai pasangan kita harusnya saling percaya!" imbuhku.


"Pulanglah Sal...." suruhnya memalingkan wajah menghindari tatapanku.


"Kamu sangat bodoh Vin... Bisa-bisanya kamu percaya dengan Clara yang nyatanya pernah menghianatimu, membohongimu bahkan kamu tau sendiri kalau dia sangat membenciku apa itu tidak cukup sebagai bukti kalau ini semua hanya sandiwaranya?"


Dia kembali membisu, membuat aku yang memandangnya seakan kecewa dengan semua yang ia lakukan.


"Aku sangat kecewa sama kamu Vin... Ku fikir kamu akan mati-matian membelaku karena sudah mengenal bagaimana sikap Clara yang sebenarnya tapi ternyata kamu sendiri yang membuatku merasa sakit, jadi mulai sekarang jangan pernah lagi mengurusi urusanku, biarkan aku menjalani kehidupanku sendiri, dan ingat aku akan membuatmu menyesali perbuatanmu hari ini kepadaku! Aku akan membuatmu menyesal!!! Camkan!!!" teriakku di depannya seraya menangis terisak-isak.


"Satu lagi, jangan pernah mencariku jika kamu sudah mendapatkan kebenaran, karena aku tidak mau melihat wajahmu itu!" lanjutku.


Kemudian aku berbalik arah berlari sekencang mungkin meninggalkan dia yang tak memperdulikanku.


"Sal... jangan pergi.... " panggilnya tapi tak ku perdulikan.


Hatiku benar-benar hancur berkeping-keping, bahkan setelah semua perubahan yang ku lakukan selama ini ternyata semuanya menjadi percuma karena ujung-ujungnya tidak ada yang bisa percaya denganku.


Aku seakan tak punya tujuan hidup lagi, orang yang awalnya ku percaya menjadi tempat terakhir tenyata mengecewakanku juga.


"Kapan aku bahagia tuhan! Kapan? Di mana kebahagiaanku kau sembunyikan, ku mohon berikan aku sedikit rasa ketenangan, bahkan jika itu hanya secuil aku akan benar-benar merasa bersyukur!" batinku.


Sekarang aku mulai merasa semenjak aku menikah dengan Kevin aku bahkan sering menangis dari pada tertawa, apa ini yang di maksud penderitaan setelah menikah? Tapi kenapa itu harus terjadi padaku? Apa aku mempunyai dosa besar di kehidupanku yang lalu? Sampai-sampai pernikahanku sendiri tak membuatku bahagia sedikitpun.


"Kamu akan menyesal Vin... kamu akan menyesal tidak percaya denganku! aku akan membuatmu merasakan bagaimana perasaanku saat ini!" imbuhku dalam hati bersumpah.

__ADS_1


__ADS_2