Suamiku Dokter Dingin

Suamiku Dokter Dingin
Kebohongan Mama


__ADS_3

HAPPY READING YA...


jangan lupa tinggalkan jejak kalian


dan jika berkenan silhkan berikan dukungan dengan vote (seikhlasnya saja) karena dengan begitu maka akan membuat author tambah semangat lagi πŸ˜‰πŸ˜


***


Dirumah Willy.


Setelah panggilan kami berakhir, dia diam sambil terduduk di dekat jendela seraya melamun, lantainya kini bertebaran kaca dari layar ponselnya.


Ternyata dia bukannya sengaja mengakhiri panggilan kami, melainkan karena ponselnya yang rusak ditambah kemarin membantingnya yang membuat ponsel tersebut seketika mati total.


Karena geram dia kembali meleparnya di dinding hingga hancur berantakan.


"Apa yang lo ingin katakan tadi Sal? Besok lo kenapa? " gumamnya yang sangat penasaran karena ucapan terakhirku sebelum panggilan itu berakhir.


Willy mengepalkan tangan, dia mencoba berfikir keras dengan sambungan ucapan yang ingin ku lontarkan itu. Namun percuma, apapun yang terbersit difikirannya semua tak masuk akal, tak ada yang mampu menyambung kalimatku itu difikirannya.


Dia memungut kembali ponselnya yang sudah tak layak pake itu, ia berusaha mengaktifkannya, akan tetapi usahanya sia-sia karena ponsel tersebut tak menyala sedikitpun.


Didalam kamarku.


Aku masuk kedalam kamar mandi untuk segera membersihkan diri setelah kehujanan.


Cessss


Suara air shower yang keluar membuat tubuhku menggigil, hingga aku kembali mematikannya, aku lupa mengatur suhunya karena melamun ketika masuk. Dan itu membuatku sangat malas untuk kembali bersentuhan dengan air.


Aku maraih handuk, lalu melilitkannya ditubuhku, berjalan keluar dengan lesu, sambil melirik kearah cermin yang ada didepanku sekarang.

__ADS_1


Aku menatap wajahku di dalam cermin, menatapnya terus seraya membelai wajahku yang tampak kusam dengan kantung mata yang menghitam, mungkin karena banyak fikiran, atau bahkan karena semua masalah ini.


Tanpa kusadari air mata baru saja keluar dari pelupuk mataku, air mata yang mewakili perasaanku yang sangat kacau saat ini.


"Mama..., kenapa mama bohong sama Salsa? Apa mama emang nggak sayang sama aku? Enggak aku harus tanya ke mama kenapa dia melakukan semua ini! " lirihku dalam hati.


Kemudian aku mengusap air mataku, lalu mempercepat langkah menuju lemari untuk memakai baju agar bisa bertemu dengan mama.


***


Aku berjalan keluar dari kamarku, kulihat mama sedang menyiapkan makan malam, dan situ sudah ada ayah yang asik menyeruput kopinya.


Aku kearah mereka, dan pada akhirnya mama menyadari kedatanganku.


"Ehh, anak mama udah mandi? Sini sayang, bantuin mama!"


"Kenapa mama bohong sama Salsa? " teriakku dengan lantang yang sontak membuat ayah dan mama kaget.


Mama menatapku heran begitu pula dengan ayah, keduanya tampak kebingungannya dengan sikapku.


"Kamu ini ya Sal, jangan teriak-teriak dong! Kita kan ada didepan kamu, sini bantuin mama dulu baru ngomong!" lanjut mama yang sedang fokus mengeluarkan nasi dari Ricecooker.


"Salsa serius mah, kenapa mama bohong sama aku kalau Willy nggak pernah datang kerumah sakit buat jenguk aku, Kenapa?"


"Ohh ini masalah Willy lagi? Dari mana kamu tau soal itu?" tanya balik mama yang hanya membuatku tambah jengkel namun lain halnya dengan ayah yang masih tampak bingung karena dia memang tidak ada dirumah sakit ketika Willy datang.


"Ohh jadi ternyata selama ini mama emang bohong sama aku?, Salsa nggak nyangka mama bakal ngecewain aku? Oke berarti Pernikahan besok Salsa minta dibatalin aja, aku nggak mau menikah, aku bilang iya waktu itu karena ku fikir mama, sudah jujur sama aku! " tuturku dihadapan mereka.


"Salsa... Kamu ini jangan ngomong sembarangan deh, kami tidak mungkin membatalkannya lagi, kerabat kita sudah ditelfon semua, persiapan juga sudah 99%, kamu mau buat malu kita ya, kamu mau lihat mama mati karena terkena serangan jantung?" ungkap mama yang malah kuanggap sedikit benar.


"Tapi mah, Salsa mungkin akan lakukan semua keinginan mama, tetapi mama sudah bohong sama Salsa, dan itu membuat Salsa seakan diperdaya mah!" keluhku lagi.

__ADS_1


"Oke oke mama minta maaf karena sudah bohong sama kamu! Terus maunya kamu apa? Mau mama berlutut dihadapan kamu? Oke mama lakukan karena kami memang nggak mungkin untuk membatalkan pernikahan kamu besok sayang!"


Aku terdiam, air mataku kini kembali mengalir dengan deras mendengar semua ocehan mama.


"Salsa... Ayah mohon kamu jangan membuat kami malu sayang! Ayah tau perasaan kamu bagaimana, tapi jika kamu melakukannya mungkin nantinya keluarga kita akan menjadi bahan ejekannya orang diluaran sana! " sambung ayah.


"Oke baik, Salsa bakal lakuin semua permintaan kalian besok! Dan Salsa sudah paham sekarang ternyata rasa malu kalian lebih penting dari pada perasaan anak sendiri!"


Setelah mengatakan itu ayah dan mama saling menatap, sedangkan aku melangkah kembali kekamar dengan amarah yang berkoar-koar.


Aku hanya bisa terus menangis disepanjang jalan menuju kamar setelah didalam kamar aku menggulung diri dibalik selimut dan kulanjutkan tangisku didalam sana.


Aku tak habis fikir orangtuaku sendiri membuatku sangat kecewa dan sikap yang tadi mereka tunjukkan seolah lebih mementingkan karir dari pada aku anaknya sendiri.


Tok tok tok


"Salsa mama mau bicara sekarang!" ucap mama yang datang dengan mengetuk pintu kamarku.


Aku hanya membuka selimut dibagian kepala, menatap pintu kamarku dengan datar, aku tak mau menjawab ucapan mama sama sekali hingga suara ketukannya akhinya menghilang, ku fikir mama sudah pergi.


Aku kembali menutup diri dengan selimut, lalu bergulat dengan guling dan terus mencakar sprei kasurku sambil membiarkan air mata terus mengalir begitu saja.


Karena hal itu, aku menangis sampai lupa untuk tidur, kulirik jam sudah menunjukkan pukul 03:34 WIB meskipun aku memaksakan mataku untuk segera tertutup nyatanya sampai sekarang masih saja tidak bisa.


Mataku kini sudah sangat memerah dengan kelopak mata yang bengkak, aku sama sekali tak kaget dengan hal itu, karena ku fikir menangis adalah salah satu cara ampuh yang membuatku sedikit merasa lega, menangis mampu mewakili perasaan seseorang, apalagi itu aku.


.


.


.

__ADS_1


Next... jangan lupa tambahkan cerita ini difavorit kalian ya ..............β€πŸ‘‡


terimakasih BanyakπŸ˜πŸ€—


__ADS_2